tumpukkan emas 1 title

berbisnis emas tidak mesti memiliki fisiknya yang penting adalah nilainya.

Renko EUR/USD 2 title

memahami gerak market dengan menggunakan renko ditambah moving average makin memudahkan trading.

Tumpukkan Dollar 3 title

Berburu Dollar tidak mesti ke amerika, cukup dengan trading dikamar.

Grafik sesuai harga market 4 title

Penggunaan grafik dan ditambah indikator, membuat buka posisi semakin terrencana dan beralasan.

BISNIS OIL ONLINE

bisnis minyak cukup online di android

Penggunaan indikator beberapa moving average bisa menuntun trader masuk market secara long term atau short term.

Wednesday, April 15, 2015

daily analis 15 apr 2015

 bisnis online praktis

Market Review

 Penjualan Ritel di Bawah Ekspektasi, Dollar Melemah. Dollar melemah terhadap mata uang utama setelah penjualan ritel AS dirilis dibawah ekspektasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel naik 0,9% di bulan Maret. Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir, namun masih dibawah ekspektasi ekspektasi 1,1% oleh para ekonom yang disurvei MarketWatch. Sementara itu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga produsen naik 0,2% di bulan Maret dari bulan sebelumnya. Ekonom yang disurvei Wall Street Journal telah memperkirakan kenaikan 0,2% tersebut.
 
 Yen Menguat Tajam Sentuh Level Tertinggi 2-Tahun Terhadap Euro. Mata uang Yen menguat terhadap berbagai mata uang utama di hari Selasa, bahkan menyentuh level tertinggi dalam 2 tahun terakhir terhadap euro, setelah penasihat ekonomi untuk PM Shinzo Abe mengindikasikan bahwa mata uang telah mengalami kejatuhan terlampau berlebihan sehingga dibutuhkan koreksi atas pelemahan sejauh ini. Koichi Hamada menyatakan bahwa level Yen 120 per dollar sangat lemah, dan menilai level 105 terhadap Dollar merupakan level yang lebih sesuai. Selain itu Yen juga tertopang oleh sinyal BoJ di hari Senin bahwa program stimulus mulai menunjukkan benefit yang lebih luas, dan memberikan sinyal minimnya prospek penambahan stimulus di jangka pendek. Sebaliknya faktor yang membebani kinerja Euro adalah situasi Athena yang sedang menyiapkan default hutang jika tidak meraih kesepakatan dengan para kreditur di akhir bulan. Namun Yunani membantah rumor tersebut, dengan bersikeras bahwa proses negosiasi masih berjalan lancar.
 
 Peningkatan Sentimen Bisnis Topang Kinerja Aussie. Aussie menguat terhadap dollar setelah dunia usaha Australia melaporkan kenaikan kondisi di bulan Maret seiring naiknya penjualan dan profitabilitas memberikan optimisme perusahaan untuk menaikkan rencana investasi modal. Survei bulanan National Australia Bank terhadap 400 perusahaan menunjukkan angka indeks untuk kondisi bisnis naik 4 poin menjadi +6 di bulan Maret, di atas rata-rata +4. Angka tersebut mengangkat sentimen bisnis menjadi +3, membalikka penurunan di bulan Fabruari.
 
 Indeks Harga Konsumen Inggris Flat di Bulan Maret. Indeks harga konsumen Inggris flat di bulan Maret dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menjadi tanda lemahnya inflasi di sebagian besar negaranegara maju. Biro statistik Inggris pada hari Selasa melaporkan indeks harga konsumen sebesar 0% di bulan Maret, tidak berubah dari bulan Februari. Meski demikian, pejabat Bank of England memberikan sinyal keyakinan Inggris tidak akan mengalami deflasi jangka panjang. Anggota dewan BOE pimpinan Gubernur Mark Carney memperkirakan masa inflasi rendah akan segera berlalu, dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang stabil dan turunnya tingkat pengangguran.

 Profit-Taking Warnai Bursa Asia, Fokus Pada Earnings. Bursa saham Asia diperdagangkan mix pada hari Selasa akibat aksi profit-taking menyusul rally bullish belakangan ini di sejumlah pasar regional dan seiring investor menantikan musim earnings. Bursa China mengalami perdagangan yang berfluktuatif, dengan indeks saham gabungan Shanghai China keluar masuk area positif dan negatif. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah lebih dari 1%, akibat aksi profit-taking menyusul rally hampir sebesar 13% dalam 8 sesi terakhir. Aksi profit taking juga menekan indeks Nikkei 225 Jepang untuk berada di area netral sepanjang sesi, measih berada dekat dengan level penting psikologis 20,000. Indeks Kospi dari Korea Selatan menguat sebanyak 0.6%, berhasil menembus level kuncil 2,100 untuk pertama kalinya dalam hampir selama 4 tahun.
 
 Bursa Saham Eropa Tergelincir Setelah Perilisan Laporan Earnings. Bursa saham Eropa ditutup negatif pada hari Selasa, seiring investor berhati-hati menjelang rapat bank sentral Eropa pekan ini dan dimulainya secara resmi musim earnings kuartal pertama. Saham Alcatel-Lucent melonjak sebesar 15% setelah perusahaan Nokia dari Finlandia mengkonfirmasi perkembangan terkait diskusi merjer mereka dengan perusahaan telekomunikasi asal Perancis itu. Sebelumnya, saham Nokia sempat turun sebanyak 6% pada awal penawaran, sebelum akhirnya rebound untuk berakhir 3.6% lebih rendah. Saham dari merek mewah LVMH tergelincir untuk ditutup turun hampir 2.5% setelah mereka merilis angka penjualan kuartal pertama yang secara luas sejalan dengan ekspektasi. Indeks DAX Jerman merosot 0,9%, dibuntuti CAC Perancis yang melemah 0,7%. Sementara indeks FTSE Inggris ditutup menguat tipis 0,1%.
 
 Wall St Mixed di Awal Musim Earnings. Saham-saham AS ditutup mixed pada hari Selasa seiring investor mencerna beberapa laporan earnings dan data ekonomi yang moderat. Laba bersih JPMorgan dilaporkan naik menjadi $5,91 milyar atau $1,45 per saham pada kuartal yang berakhir 31 Maret, dari $5,27 milyar atau $ 1,28 per saham setahun sebelumnya. Wells Fargo membukukan laba $1,04 per saham, 6 sen di atas estimasi, dengan pendapatan juga melampaui perkiraan. Sementara Johnson & Johnson membukukan penurunan 8,6% dalam laba kuartalan. Di sisi fundamental, penjualan ritel AS mencatat kenaikan pertama sejak akhir tahun lalu dengan tumbuh 0,9% pada bulan Maret. Namun itu masih di bawah estimasi kenaikan 1,1%. Sedangkan Indeks Harga Produsen AS mengakhiri penurunan 4-bulan beruntun dengan naik 0,2% pada bulan Maret, sesuai harapan. Dow Jones Industrial Average ditutup 0,33% lebih tinggi, dipimpin oleh saham Chevron. Kinerja solid sektor energi juga membantu S&P500 ditutup naik 0,16%. Sementara Nasdaq Composite harus melemah 0,22%.
 
 Minyak WTI Lampaui $53 Untuk Settle Di Level Tertinggi Dalam Sepekan. Harga minyak mentah berjangka berakhir di level tertinggi mereka dalam sepekan pada hari Selasa, dengan pembicaraan tentang potensi pengurangan output dari Organization of the Petroleum Exporting Countries dan ekspektasi untuk penurunan dalam produksi AS berikan kombinasi untuk naikan harga minyak mentah berjangka AS di atas $53 per barel. Kontrak minyak WTI bulan Mei naik $1.38, atau 2.7%, untuk berakhir di $53.29 di Nymex. Itu adalah level penutupan tertinggi sejak 7 April dan menandai untuk kenaikan empat sesi beruntun. Kontrak minyak Brent di London, yang akan berakhir pada hari Rabu, naik 50 sen, atau 0.9%, menjadi $58.43 per barel.
 
 Emas Pangkas Kerugiannya Karena Pelemahan Dollar Setelah Data AS. Harga emas mengurangi kerugiannya pada hari Selasa, seiring dollar AS yang berbalik melemah setelah data penjualan retail dan harga produsen di Amerika Serikat hasilnya lebih lemah dari perkiraan, namun harga masih berada di bawah $1,200/onz karena pasar ekuitas yang lebih tinggi. Departemen Perdagangan AS pada hari Selasa melaporkan bahwa penjualan retail naik 0.9%, berada di bawah 1% yang diperdiksi oleh pada ekonom yang di survei oleh Reuters. Secara terpisah, Departamen Tenaga Kerja mengatakan bahwa indeks harga produsen untuk permintaan akhir naik 0.2% pada bulan lalu. Namun dalam periode 12 bulan sampai Maret, harga produsen turun 0.8%, itu adalah penurunan tahunan terbesar untuk tingkat tahunan sejak tahun 2009. Harga emas berjangka AS untuk kontrak bulan Juni berakhir turun $6.70/onz di $1,192.60.

 Mengejutkan, Laba Wells Fargo Turun Untuk Pertama Kali Sejak 2010. Wells Fargo & Co. pada hari Selasa melaporkan penurunan 1,5% laba kuartal pertama, yang menjadi penurunan pertama kali dalam lebih dari 4 tahun, seiring bank terbesar ke-4 di AS berdasarkan aset itu terus tertekan oleh margin pinjaman. Bank yang berbasis di San Francisco itu melaporkan laba $5,8 milyar atau $1,04 per saham, lebih rendah dibandingkan torehan laba $5,89 milyar atau $ 1,05 per saham setahun sebelumnya. Sementara pendapatan dilaporkan meningkat 3,2% menjadi $21,28 milyar. Para analis Wall Street sebelumnya memprediksi Wells Fargo akan membukukan laba 98 sen per saham, dengan pendapatan $21,24 milyar. Dipimpin Chief Executive John Stumpf, Wells Fargo telah secara konsisten mendorong pertumbuhan pendapatan selama beberapa tahun terakhir dengan berfokus pada pinjaman rumah tangga dan bisnis di AS. Sebelum laporan hari Selasa, bank telah mencatat kenaikan laba 18 kuartal beruntun.
 
 Apresiasi Dollar AS Menggerus Laba, Outlook J&J. Johnson & Johnson melaporkan penurunan 8,6% laba kuartal pertama dan memangkas outlook laba per saham untuk tahun fiskal 2015, di tengah meningkatnya tekanan dari penguatan Dollar AS dan melemahnya penjualan obat hepatitis C, Olysio. J&J menurunkan estimasi laba per saham untuk tahun ini ke kisaran $6,04 sampai $ 6,19 dari sebelumnya $6,12 sampai $6,27. Sementara penjualan Olysio, yang menjadi motor utama penjualan J&J tahun lalu, menghasilkan $98 juta di AS, merosot sekitar 2/3 dari $291 juta setahun sebelumnya dan di bawah $256 juta pada kuartal ke-4. Secara keseluruhan J&J membukukan laba kuartal pertama $4,32 milyar atau $1,53 per saham, lebih rendah dibandingkan $4,73 milyar atau $1,64 per saham setahun sebelumnya. Pendapatan juga turun 4,1% menjadi $17,37 milyar. Para analis sebelumnya memprediksi J&J akan meraup laba $1,54 per saham, dengan pendapatan $17,31 milyar.



 

Technical Outlook
 
 EUR/USD. Bias intraday masih bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus diatas area 1.0720 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 1.0770. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 1.0620, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan mengincar area 1.0570 sebelum dapat melanjutkan recovery keatas.
 
 GBP/USD. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1.4830 untuk memicu momentum bullish mengincar area 1.4875. Support terdekat tampak di area 1.4720, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.4670 di jangka pendek.
 
 USD/JPY. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 119.00 untuk memicu momentum bearish mengincar area 118.60. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 119.65, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 120.20 sebelum melanjutkan trend pelemahan.
 
 USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 0.9655, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 0.9760. Penembusan di bawah area 0.9655 akan membawa harga turun untuk menguji area 0.9590, sebelum membidik area 0.9560. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 0.9760 seharusnya memicu momentum bullish menuju area 0.9820.

  AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 0.7660. Penembusan di atas area tersebut akan membawa bias ke zona netral, lebih jauh menuju area 0.7800. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada dikisaran 0.7580, penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.7530.
 
 XAU/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1197 (MA 100) dan 1188 (MA 200) pada grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break dia atas area 1197, seharusnya dapat memicu bullish lebih lanjut menargetkan ke area 1205. Dan untuk sisi bawahnya, jika harga dapat break di bawah area 1188, harga dapat menguji ke area 1178 sebagai level support selanjutnya..
 
  Hang Seng Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih cenderung bearish terutama jika harga mampu clear break di bawah MA-21 di sekitar 27240. Yang akan memicu keberlanjutan skenario koreksi bearish menuju area 26980 atau bahkan area 26830. Pada sisi sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 27635. Break kembali di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 27990.
 
 Nikkei Futures. Mengacu dari grafik 4-jam, bias bearish meskipun masih diperlukan penembusan konsisten di bawah area 19790 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 19705 sebelum mengincar area 19610. Sebaliknya, area 19870 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Break kembali di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang MA- 21 di sekitar 19925.
 
 Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek setelah harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 1 jam, namun kita harus berhati-hati untuk adanya koreksi seiring indikator Stochastic berada di wilayah jenuh beli. Level resisten terdekat terlihat diksarab area 266.45, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke area 267.15 sebelum menguji ulang ke area kunci resisten di 268.00. Jika harga gagal untuk menembus di atas area 266.45, harga dapat terkoreksi untuk menguji ke area 265.00, kembali turun di bawah area 265.00, harga dapat tergelincir lebih lanjut menuju ke wilayah 263.90 sebelum menuju ke area 262.30.


sumber: monexnews
 DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Tuesday, April 14, 2015

daily analis 14 apr 2015

 EURUSDH1


Market Review
 Data China Tenggelamkan Aussie. Aussie merosot pada hari Senin setelah konstraksi mengejutkan dari ekspor China, menambah kekhawatiran akan melambatnya negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia dan mitra dagang terbesar Australia tersebut. Berdasarkan data yang dirilis hari Senin, ekspor dan impor China di bulan Maret merosot tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Data China tersebut dilaporkan jelang rilis beberapa indikator ekonomi Australia pekan ini. Data tersebut termasuk tingkat kepercayaan bisnis yang dirilis hari Selasa, sentimen konsumen hari Rabu, dan data tenaga kerja hari Kamis.

 Euro Lanjutkan Pelemahan, Sentuh Level Terendah 4 Pekan. Euro melemah menuju $1.05 pada hari Senin, dan menyentuh level terendah dalam empat pekan terakhir. Berlanjutnya ekspektasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan kedepan masih menopang dollar dan menekan euro. Mata uang 19 negara tersebut telah melemah 13% sepanjang tahun ini setelah ECB mengumumkan program quantitaive easing senilai 1 triliun euro pada Januari lalu. Bank sentral Eropa tersebut mulai membeli obligasi pada bulan lalu, yang menekan yield obligasi ke level terendah. Sentimen euro juga terseret ketidakpastian mengenai masalah bailout Yunani.

 Sterling Bergerak di Level Terendah Lima Tahun. Pound sterling bergerak di level terendah lima tahun, pergerakan masih terbebani data produksi industri Inggris yang lebih rendah dari ekspektasi dan kekhawatiran akan ketidakpastian politik jelang pemilihan umum bulan depan. Pasar juga menanti data inflasi Inggris yang akan dirilis pada hari Selasa, dengan perkiraan tetap sebesar 0%. Bank of England pada rapat kebijakan pekan lalu mempertahankan suku bunga dan para pembuat kebijakan bersikap “wait and see” apakah penurunan inflasi yang sementara akan menjadi ancaman besar bagi ekonomi Inggris.

 Ekspor China Bulan Maret Lebih Buruk Dari Ekspektasi. Berdasarkan data yang dirilis hari Senin, ekspor dan impor China di bulan Maret merosot dari tahun sebelumnya. Ekspor merosot 15% dari bulan Maret 2014, jauh meleset dari ekspektasi kenaikan signifikan berdasarakan survei Reuters sebesar 12%, dan survei Wall Street Journal yang memperkirakan kenaikan 10%. Impor juga sama buruknya setelah merosot 12,7%, lebih besar dari ekspektasi penurunan 12% berdasarkan survei Wall Street Journal. Akibat penurunan tersebut, surplus neraca perdagangan menjadi $3,1 miliar, jauh di bawah perkiraan $45,4 miliar oleh Reuters dan surplus di bulan Februari sebesar $60,6 miliar.

 Abaikan Data China, Sebagian Besar Bursa Asia Menguat. Bursa saham China memimpin penguatan pada bursa Asia untuk menyentuh level tinggi 7-tahun baru pada hari Senin, sementara indeks Nikkei 225 Jepang kesulitan untuk mendapatkan momentum setelah masih diperdagangkan di bawah level kunci 20,000. Indeks gabungan Shanghai China rally sebesar 1.5% kendati tingkat eskpor anjlok lebih dari ekspektasi, turun sebanyak 14.6% di bulan Maret dari setahun lalu, menurut data pemerintah dari Senin. Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat sebanyak 1% menuju level tertinggi sejak Januari 2008, menuju rally selama 4 sesi berturut-turut. Bursa saham Jepang diperdagangkan fluktuatif pada hari perdagangan pertama pekan ini seiring aksi profit-taking investor pasca rally belakangan ini. Indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat setelah mencapai ke dekat level tinggi 4-tahun pada sesi tengah hari, dengan penguatan tajam pada saham perumahan.

 Bursa Eropa Berakhir Mixed, Saham Pertambangan Merosot. Bursa saham Eropa ditutup mixed pada hari Senin, seiring investor berhenti untuk mengambil nafas setelah reli kuat pada pekan lalu. Saham pertambangan, yang pemaparannya berat ke China, adalah penyebab kinerja buruk utama indeks, setelah data yang lemah dari negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia tersebuut membantu membatasi sentimen aset beresiko. Ekspor China turun lebih besar dari perkiraan di bulan Maret, turun 14.6% dari periode setahun yang lalu. Penurunan harga bijih besi dan juga penurunan dari Citi juga membantu penambahan pelemahan di sektor ini. Penurunan di saham pertambangan telah membebani indeks FTSE 100 yang turun 0.4% menjadi 7,064.30, menjauh dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada hari Senin. Sementara itu indeks DAX Jerman turun sebesar 0.3% menjadi 12,338.73. Saham produsen mobil Volkswagen AG melemah 1.9% setelah krisis alih kepemimpinan meledak pada hari Jumat, dengan kepala eksekutif Martin Winterkorn berjanj untuk menentang penggulingannya

 Wall St Was-Was Menjelang Dimulainya Musim Earnings. Wall Street mengakhiri rally 3 hari beruntun dan ditutup melemah pada hari Senin, seiring meningkatnya kewaspadaan investor menjelang musim laporan pendapatan. Musim earnings kuartal pertama secara resmi akan dimulai pada hari Selasa, dengan JPMorgan Chase dan Wells Fargo dijadwalkan untuk mengumumkan hasil sebelum bel pembukaan perdagangan. Sedangkan Intel akan melaporkan earnings mereka setelah bel penutupan. Di bawah tekanan Dollar AS yang kuat dan harga minyak yang rendah, laba korporasi diproyeksi akan negatif secara signifikan untuk pertama kalinya dalam 6 tahun. Sempat bergerak positif, Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 0,45% menyusul penurunan saham GE. S&P500 juga kehilangan 0,46%, terseret kinerja buruk sektor industri. Sementara Nasdaq Composite tergelincir 0,15%.

 Harga Minyak Kurangi Penguatannya, Namun Berakhir Lebih Tinggi. Harga minyak mentah berjangka melepaskan penguatan yang dicapai sebelumnya menjelang penutupan sesi hari Senin seiring melimpahnya suplai minyak global masih membatasi penguatan harga di saat para trader mengambil keuntungan setelah harga minyak sebelumnya terdorong lebih tinggi. Harga minyak mentah AS ditutup naik 27 sen, atau 0.5%, di $51.91 per barel. Kontrak naik ke level tertinggi di $53.10, yang berada masih di bawah MA 100 di $53.18. Belum bisa berada di atas level teknikal utama sejak Juni 2014. Sementara itu minyak Brent kontrak Mei naik 45 sen di $53.80 per barel, telah berfluktuasi diantara $57.46 hingga $59.54.

 Emas Tergelincir Karena Penguatan Dollar, Pada Outlok Suku Bunga AS. Harga emas tergelincir untuk keempat kalinya dalam lima sesi pada hari Senin, seiring menguatnya dollar setelah adanya beberapa komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral dapat melihat kenaikan suku bunga yang lebih cepat. Pejabat Fed Jeffrey Lacker pada hari Jumat menegaskan kembali seruannya untuk bank sentral AS untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga di bulan Juni dan mengatakan bahwa tidak usah merasa malu untuk mereka menyesuaikan kembali jika data ekonomi menuntut hal itu. Harga emas spot turun hampir 1 persen ke sesi terendah di $1,196.23/onz, sebelum kembali pulih ke kisaran $1,199, turun sebesar 0.7%. Harga emas AS berakhir turun $5.30, atau 0.4%, di $1,199.30/onz.

 Qualcomm Berupaya Merespon Desakan Investor. Melalui sebuah pernyataan Qualcomm Inc. mengatakan "menyambut baik masukan dari pemegang saham", menyusul seruan dari aktivis investor Jana Partners agar perusahaan melakukan spin off bisnis semikonduktor. Jana, yang menguasai lebih dari $2 milyar saham Qualcomm, juga menganjurkan pemangkasan biaya dan pengembalian lebih banyak modal kepada pemegang saham. "Kami berencana membeli kembali $10 milyar saham biasa dalam setahun sebagai komitmen pengembalian modal, itu menjadi bagian dari program buyback $15 milyar saham yang baru diumumkan," menurut Qualcomm. "Sejak awal, kami telah melampaui target pengembalian modal minimum kami yang sebesar 75% dari free cash flow." Kendati ditutup menguat tipis 0,1% pada hari Senin, saham Qualcomm Inc. telah kehilangan 7% sepanjang tahun ini.

 RBS Berniat Melepas Unit Bisnis di Luksemburg. Bank yang ditopang pemerintah Inggris, Royal Bank of Scotland Plc, berniat untuk menjual bisnis pengelolaan dana di Luksemburg, sebagai bagian dari rencana perampingan dan fokus pada perbankan ritel dan komersial di Inggris yang menjadi bisnis utama. RBS mengatakan telah menunjuk PricewaterhouseCoopers sebagai penasehat penjualan bisnis manajemen dana di Luksemburg, yang berdasarkan perhitungan akhir tahun lalu memiliki aset senilai €28,5 milyar (£20,5 milyar). "Sejalan dengan strategi kami untuk memperamping RBS, dan lebih berfokus sebagai bank, kami memutuskan untuk menjual RBS S.A. di Luksemburg," menurut bank. Tahap pertama dari proses itu diklaim telah "berjalan dengan baik", dengan perusahaan telah bekerjasama dengan PwC untuk memilih sejumlah pembeli potensial dan melanjutkannya ke tahap diskusi.




Technical Outlook
 EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 1.0535. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1.0500. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 1.0625 akan merubah bias menjadi netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1.0690.

 GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 1.4580, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 1.4720. Penembusan di bawah area 1.4580 akan membawa harga turun untuk menguji area 1.4520, sebelum membidik area 1.4480. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 1.4720 seharusnya memicu momentum bullish menuju area 1.4830.

 USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan rentang perdagangan potensial antara area 119.45 - 120.70. Penembusan di bawah area 119.45 seharusnya memicu momentum bearish untuk menguji area 118.75. Disisi lain, penembusan konsisten di atas area 120.70 akan membawa harga naik menguji kembali area 121.30.

 USD/CHF. Bias masih bullish setelah harga bertahan di atas MA 200 pada grafik 4 jam. Penembusan di bawah MA 200 (0.9725) akan membawa bias ke netral, lebih jauh menguji area 0.9670. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 0.9800. Penembusan konsisten di atas area tersebut akan memicu momentum bullish untuk menguji kembali area 0.9880
 AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 0.7530. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 0.7500. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 0.7625 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 0.7685.

 XAU/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1193 (fibonancci 38.2%) dan 1205 (Fibonancci 23.6%) pada grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break dia atas area 1205, seharusnya dapat memicu bullish lebih lanjut menargetkan ke area 1214. Dan untuk sisi bawahnya, jika harga dapat break di bawah area 1193, harga dapat menguji ke area 1183 sebagai level support selanjutnya..

 Hang Seng Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish terutama jika harga mampu break konsisten di atas area 28120. Yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 28200 atau bahkan area yang lebih tinggi lagi. Pada sisi sebaliknya, support terdekat berada di area 27990. Dengan stochastic dan RSI yang telah sangat overbought, break kembali di bawah area tersebut seharusnya bisa memicu skenario koreksi bearish menuju area 27610 sebelum mengincar area 27190.
 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias cenderung bearish meskipun masih dibutuhkan break konsisten di bawah area 19835 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 19725 sebelum mengincar area 19610. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 19910 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Break kembali di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 19975. Resistensi selanjutnya berada di area 20040.
 Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek seiring harga masih bergerak di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat berada di kisaran area 265.30, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke area 266.10 sebelum menargetkan ke wilayah 267.70. Namun, kegagalan untuk menembus ke atas 265.30 dapat menyebabkan harga terkoreksi ke area 262.50 seiring indikator Stochastic di wilayah jenuh beli. Break di bawah wilayah 262.50 dapat memicu pergerakan bearish lebih lanjut menuju ke area 261.50 sebelum menguji ulang ke wilayah 260.15




 sumber: monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Thursday, April 9, 2015

daily analis 09 apr 2015

CLS10CH1

Market Review

 Dollar Sambut Baik Minutes Pertemuan the Fed. Dollar menguat pada hari Rabu, mencetak rally hari ketiga, setelah minutes dari pertemuan Federal Reserve menunjukkan bahwa petinggi bank sentral AS sedang memperisapkan diri untuk peluang kenaikan suku bunga di tahun 2015. Indeks dollar yang melemah pada hampir sepanjang sesi berbalik menguat pasca dirilisnya minutes pertemuan FOMC tanggal 17-18 Maret lalu. Minutes menunjukkan petinggi the Fed mengakui adanya pelemahan pada awal tahun namun masih cukup optimis melanjutkan kerangka kerja untuk kenaikan suku bunga di tahun ini. Pertemuan ditutup dengan the Fed membuka peluang bagi kenaikan suku bunga di bulan Juni, dan minutes menyebutkan bahwa sejumlah peserta rapat mengatakan mereka memperkirakan data ekonomi yang akan datang akan dapat membenarkan adanya kenaikan suku bunga pada bulan itu juga.

 Sterling Menguat di Tengah Kesepakatan Akuisisi Shell Dan BG Group. Pound menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terhadap dollar seiring Royal Dutch Shell Plc mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi produsen gas alam Inggris BG Group Plc yang telah meningkatkan nilai aset Inggris. Sterling reli terhadap 12 dari 16 mata uang utama di tengah spekulasi kesepakatan senilai 47 miliar pound ($70 miliar), ini merupakan salah satu kesepakatan terbesar dalam sedekade terakhir di industri minyak dan gas, mungkin akan mendorong untuk lebih banyak merger. Mata uang Inggris akhiri penurunan selama dua hari terhadap greenback, yang datang di tengah kecemasan bahwa pemilu tanggal 7 Mei mungkin akan kembali tanpa ada pemenang yang mayoritas.

 Data CPI Menghambat Upaya Pemulihan Swissie. Franc Swiss memangkas penguatan terhadap Dollar AS pasca data menunjukkan harga konsumen mencatat penurunan terbesar dalam hampir 3 tahun di bulan Maret, menyusul tertekannya biaya impor oleh apresiasi mata uang. Kantor Statistik Federal di Neuchatel pada hari Rabu melaporkan CPI Swiss turun 0,9% dari setahun sebelumnya, penurunan tertajam sejak Juni 2012. Sedangkan harga barang domestik naik 0,3% seiring impor barang merosot 4,3%. Untuk basis bulanan, harga konsumen meningkat 0,3%.

 Fed's Dudley: Kenaikan Suku Bunga di Bulan Juni Masih Mungkin. Presiden Federal Reserve Bank of New York, William Dudley, pada hari Rabu mengatakan bahwa kenaikan pertama tingkat suku bunga masih mungkin dilakukan bulan Juni kendati data-data terbaru memperlihatkan pelemahan. Dalam program tanya-jawab yang digelar Reuters, Dudley mengatakan bahwa sebagian besar data ekonomi, tidak hanya Non- Farm Payrolls bulan Maret, secara mengejutkan telah negatif dalam beberapa pekan terakhir dan itu berdampak terhadap timing Fed. "Perekonomian yang tumbuh lebih lambat, sedikit tekanan di pasar tenaga kerja, dan inflasi yang masih di bawah target 2% mungkin bisa menjadi alasan untuk mempertimbangkan kembali waktu kenaikan suku bunga Fed," katanya. Namun Dudley juga tidak menutup kemungkinan kenaikan akan tetap terjadi pada bulan Juni jika data 2 bulan ke depan mengalami rebound.

 Bursa Eropa Melemah Seiring Risk Aversion. Pasar saham Eropa ditutup lebih rendah seiring dominasi sentimen risk aversion walau kenaikan sektor energy setelah Royal Dutch Shell berencana membeli perusahaan Inggris, BG Group. Saham-saham energy mendominasi perdagangan saham-saham Inggris, dengan penurunan saham pertambangan membungkam merger Shell dan BG. Indeks DAX berakhir lebih rendah setelah data yang menunjukkan pesanan produksi pabrik Jerman bulan Februari secara tidak terduga turun di bulan kedua beruntun dan adanya kecemasan menjelang tenggat waktu pembayaran utang bailout Yunani ke IMF hari Kamis. Indeks FTSE 100 Inggris berakhir 0,35% lebih rendah di level 6937.41 dan indeks DAX Jerman ditutup turun 0,72% di level 12035.86.

 Dukungan Bank Sentral Melambungkan Bursa Eropa. Bursa Eropa bullish, pada hari pertama setelah libur panjang hari Paskah, di tengah keyakinan investor bank sentral akan terus mendukung perekonomian, rally minyak, dan data ekonomi yang positif. Pasar optimis situmulus European Central Bank akan menghidupkan perekonomian Eropa dan Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Faktor penguatan minyak, yang terangkat ekspektasi data mingguan yang akan tumbuh lebih lambat dan sinyal kenaikan permintaan, bantu grup minyak dan gas FTSE melesat dan menjadikan saham BG Group meraih peringkat teratas top gainers indeks utama Inggris. Data ekonomi juga mendukung optimisme investor, dengan PMI jasa Inggris yang dilaporkan tumbuh ke level tertinggi 7-bulan serta PMI jasa dan manufaktur zona Euro yang melaju di level tinggi 11-bulan. Indeks FTSE 100 Inggris berakhir 1,88% di level 6961.77 dan indeks DAX Jerman naik 1,3% ke level 12123.52 mendekati rekor tertinggi bulan lalu.

 Wall Street Menguat Tipis Pasca Minutes FOMC. Wall Street menutup sesi perdagangan yang volatile dengan penguatan tipis pada hari Rabu pasca minutes dari pertemuan Federal Reserve mengindikasikan bahwa bank sentral masih menuju kenaikan suku bunga tahun ini. Dow Jones naik sebanyak 27.09 poin, atau sebesar 0.15%, pada level 17,902.51, S&P 500 ditutup naik 5.57 poin, atau sebesar 0.27%, di kisaran 2,081.9 dan Nasdaq Composite ditutup naik sebanyak 40.59 poin, atau sebesar 0.83%, pada level 4,950.82. Indeks bursa saham bergerak di antara area negatif dan level tinggi sesi pasca minutes dirilis seiring trader fokus pada minutes untuk petunjuk mengenai waktu kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya. Sejumlah petinggi the Fed mengatakan bahwa mereka memperkirakan data ekonomi yang akan dirilis dapat membenarkan dimulainya kenaikan suku bunga pada bulan Juni, sementara yang lain mengantisipasi kenaikan pada akhir tahun 2015 akibat penguatan dollar AS belakangan ini.

 Minyak Tenggelam Di Tengah Banjir Suplai. Minyak mentah WTI melemah 6,6% sehari setelah penutupan tertinggi tahun ini, di tengah peningkatan pesat persediaan minyak mentah AS dan berita produksi minyak Arab Saudi ke rekor tertinggi. Notula rapat pertemuan Fed bulan Maret yang sedikit hawkish mengangkat Dollar AS namun sebaliknya menambah tekanan aset berdenominasi Dollar seperti minyak. Persediaan minyak mentah AS naik lebih tinggi tiga kali lipat dari ekspektasi, mencapai kenaikan sepekan terbesar sejak tahun 2001, walau perusahaan energi telah mengurangi pengeluaran dan penurunan tajam rig aktif di AS. Sebelum data EIA, minyak mentah berjangka telah tertekan berita Arab Saudi meningkatkan produksi ke rekor tertinggi.

 Emas Merosot Paska Fed Minutes. Emas melanjutkan penurunannya setelah notula rapat Federal Reserve AS memaparkan kenaikan suku bunga mungkin akan dieksekusi secepatnya bulan Juni dan langsung menguatkan Dollar. Rangkuman pertemuan bulan Maret mengindikasikan beberapa pejabat Fed membuka peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni, dan “beberapa partisipan” menyatakan mengharapkan data ekonomi selanjutnya akan menjadi basis untuk menaikkan suku bunga di bulan tersebut. Aset non-bunga emas akan kesulitan berkompetisi jika Fed menaikkan suku bunga.

 Penjualan Naik, Tesco Terus Pulih. Tingkat penjualan pada peritel terbesar di Inggris, Tesco, bergerak naik dalam 3 bulan terakhir, menurut data industri hari Rabu, menambah sinyal pemulihan tentatif pada peritel tersebut di bawah CEO baru. Data bagian pasar dari Kantar Worldpanel juga menunjukkan Aldi mengalahkan Waitrose untuk menjadi swalayan terbesar ke-6 di Inggris oleh penjualan. Kenaikan Aldi dan Lidl telah menjadi ancaman besar di tengah penurunan Tesco dalam beberapa tahun belakangan. Semenjak bergabung di bulan September, CEO baru Tesco, Dave Lewis telah melakukan perombakan dengan memangkas harga, meningkatnya ketersediaan barang, memangkas jumlah antrian dan menambah jumlah toko. Kantar Worldpanel mengatakan tingkat penjualan Tesco naik sebesar 0.3% dalam 3 bulan hingga Maret lalu. Hasil kenaikan tersebut, yang menyusul data bulan lalu yang menunjukkan tingkat penjualan paling tinggi oleh Tesco dalam 18 bulan, membantu Tesco untuk hampir menghentikan penurunan bagian pasarnya. Bagian pasar milik Tesco hanya turun 0.20% menjadi 28.4% dibandingkan tahun lalu.

 Lakukan Ekspansi, Shell Merger Dengan BG. Royal Dutch Shell sepakat untuk membeli rival-nya yang lebih kecil BG Group senilai 47 milyar pound (70.2 milyar dollar) dalam merger industri energi pertama dalam lebih dari 1 dekade, kian mengejar ketertinggalan dari pemimpin pasar energi asal AS, ExxonMobil pasca penurunan pada harga minyak. Shell akan melakukan pembayaran melalui uang tunai dan saham yang menghargasi setiap lembar saham BG pada sekitar 1,350 pound, menurut perusahaan. Hal ini merupakan premi sekitar 52% dari harga saham rata-rata 90 harian BG, untuk mencegah adanya potensi tawaran serupa dari perusahaan rival seperti Exxon, yang mana mengatakan juga akan menggunakan keterpurukan pasar minyak untuk berekspansi. Kesepakatan migas terbesar ketiga dalam sejarah tersebut akan memberikan Shell aset di Brasil, Afrika Timur, Australia, Kazakhstan, dan Mesir, termasuk sejumlah proyek gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.




Technical Outlook
 EUR/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1.0760, break di bawah area tersebut harga seharusnya lanjutkan tren bearish menuju ke area 1.0640. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1.0850, break di atas area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.0960.

 GBP/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara 1.4990 (MA 200) dan 1.4855 (MA 50) di grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break di atas area 1.4990, harga dapat bergerak lebih tinggi lagi menuju ke area 1.5050. Dan untuk sisi bawahnya, sebelum menargetkan ke area 1.4855, harga terlebih dahulu menenbus ke bawah area 1.4900 yang merupakan level support terdekat.

 USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 120.60, break di atas area tersebut harga dapat naik lebih lanjut menuju ke area resisten kunci di 122.00. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di kisaran 119.65, break di bawah area tersebut harga berpotensi bergerak lebih rendah menguji ulang ke wilayah 118.50.

 USD/CHF. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bullish terutama jika harga mampu break secara konsisten di atas area 0.9640. Yang bisa memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 0.9670, sebelum mengincar MA-200 di sekitar 0.9710. Pada sisi sebaliknya, area 0.9600 akan bertindak sebagai support terdekat. Clear break di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9555.

  AUD/USD. Mengacu dari grafik 4-jam, bias bullish kendati masih diperlukan clear break di atas area 0.7730 (MA-200) untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.7750 atau bahkan area 0.7775. Pada sisi sebaliknya, support terdekat berada di area 0.7680. Dengan stochastic dan RSI yang overbought, break di bawah area tersebut berpotensi memicu skenario koreksi bearish menguji MA-21 di sekitar 0.7650 sebelum mengincar area 0.7610.

 XAU/USD. Bias bearish untuk jangka pendek, berpotensi menguji support terdekat 1197 dan penembusan support tersebut akan memicu tren penurunan untuk menargetkan support lebih rendah di area 1193 atau bahkan support kunci 1189. Sementara potensi tren bullish akan memerlukan konfirmasi penembusan resisten 1205 sebelum harga dapat menargetkan area lebih tinggi di kisaran 1212 dan 1219.

 Hang Seng Futures. Harga berada dalam fase koreksi bearish pasca melejit tajam kemarin, koreksi akan menuju area 26500 sebagai support terdekat sebelum menguji area 26275 atau bahkan 26000. Sementara itu, kami masih lebih memilih skenario bullish, terutama jika harga dapat menembus ke atas resisten psikologis 27000, menuju area 27500.

 Nikkei Futures. Resisten pada area 19900 menghentikan pergerakan bullish kemarin, break ke atas area ini akan membuka peluang untuk menguji area 20000 sebagai resisten psikologis. Support terdekat ada pada area 19700, break ke bawah area ini dapat memicu koreksi bearish lanutan kembali ke area 19515. Secara keseluruhan, kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas area 19000.

 Kospi Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bullish terutama jika harga mampu clear break di atas area 260.00. Yang bisa memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 261.00, sebelum mengincar area 261.85. Sebaliknya, area support terdekat berada di area 258.75. Break kembali di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang MA-200 di sekitar 258.00. Support berikutnya terlihat di area 257.50.




sumber:monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Wednesday, April 8, 2015

daily analis 08 apr 2015

GBPUSDH1
 
Technical Outlook

· EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1.0800, break di bawah area tersebut harga seharusnya lanjutkan tren bearish menuju ke area 1.0680. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1.0920, break di atas area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.1030.

· GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1.4800, break di bawah area tersebut harga seharusnya lanjutkan tren bearish menuju ke area 1.4635. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1.4900, break di atas area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.4985.

· USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 120.60, break di atas area tersebut harga dapat naik lebih lanjut menuju ke area resisten kunci di 122.00. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di kisaran 119.80, break di bawah area tersebut harga berpotensi bergerak lebih rendah menguji ulang ke wilayah 119.20.

· USD/CHF. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bullish terutama jika harga mampu break secara konsisten di atas area 0.9640. Yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9690 atau bahkan MA-200 di sekitar 0.9710. Pada sisi sebaliknya, support terdekat berada di area 0.9600. Dengan stochastic dan RSI yang overbought, break di bawah area tersebut berpotensi memicu skenario koreksi bearish menguji ulang area 0.9555.

· AUD/USD. Mengacu dari grafik 4-jam, bias cenderung netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 0.7610-0.7665. Break kembali di atas area 0.7665 bisa memicu keberlanjutan momentum bullish menguji ulang MA-100 di sekitar 0.7700, sebelum mengincar MA-200 di sekitar 0.7730. Sebaliknya, clear break di bawah area 0.7610 berpotensi mendorong pergerakan bearish menuju area 0.7585 atau bahkan area 0.7560.

· XAU/USD. Bias bullish untuk jangka pendek dengan support terdekat terlihat di area 1205 dan penembusan area ini seharusnya akan menekan harga lebih rendah untuk menguji support 1199 dan 1193. Di sisi lain, potensi bullish membutuhkan konfirmasi penembusan resisten 1214 sebelum harga dapat menguat lebih tinggi dan mendekat area 1214 atau bahkan resisten kunci 1219.

· Hang Seng Futures. Bias masih bullish seiring harga menembus ke atas area 25350 kemarin, namun RSI dan stochastic pada grafik harian mengindikasikan sinyal koreksi bearish dalam jangka pendek. Koreksi bearish akan menuju 25150 sebagai support terdekat sebelum menguji area 25000. Sementara itu, target bullish terdekat ada pada area 25500, break ke atas area ini akan menuju 25750 sebagai target bullish selanjutnya. 

· Nikkei Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek, terutama jika harga dapat menembus ke atas area 19855, menuju resisten pskologis pada area 20000. Sementara itu, RSI dan stochastic yang overbought pada grafik 4 jam dapat memicu koreksi bearish, break ke bawah area 19720 akan memicu koreksi bearish lanjutan menuju area 19455. Kami masih lebih memilih outlook bullish selama harga bertahan di atas area ini.

· Kospi Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 257.00-258.05 (MA-200). Clear break di atas area 258.05 bisa memicu kembali momentum bullish menguji ulang MA-100 di sekitar 259.20, sebelum mengincar area 256.00. Sebaliknya, penembusan konsisten di bawah area 257.00 seharusnya akan mendorong pergerakan bearish menuju area 256.40 atau bahkan area 255.70.



sumber: monexnews
DISCLAIMER: 

Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini

Tuesday, April 7, 2015

daily analis 07 apr 2015

 NZDUSDH1
 
 
Technical Outlook

· EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.1075, break di atas area tersebut harga seharusnya lanjutkan tren bullish menuju ke area 1.1150. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di kisaran 1.0965, break di bawah area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.0870.

· GBP/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1.5000 (MA 200) dan 1.4900 (MA 100) di grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu area untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, area 1.5000 adalah level resisten terdekat, break di atas area tersebut harga seharusnya lanjutkan pergerakan bullish menargetkan ke 1.5090. Untuk sisi sebaliknya, break di bawah area 1.4900, bias dapat berubah menjadi bearish menuju ke 1.4750.

· USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 118.30, break di bawah area tersebut harga dapat turun lebih lanjut menuju ke 117.20. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 119.45, break di atas area tersebut harga berpotensi bergerak lebih tinggi menguji ulang ke wilayah 119.80.

· USD/CHF. Mengacu dari grafik 4-jam, bias cenderung netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 0.9490-0.9560. Break kembali di atas area 0.9560 bisa memicu momentum bullish menguji MA-21 di sekitar 0.9590 atau bahkan area 0.9620. Sebaliknya, penembusan konsisten di bawah area 0.9490 akan memicu tekanan bearish baru menuju area 0.9450 sebelum membidik area 0.9385.

· AUD/USD. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish meskipun tetap dibutuhkan penembusan konsisten di atas area 0.7665 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 0.7700 sebelum mengincar area 0.7730. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 0.7605 akan bertindak sebagai support terdekat. Break kembali di bawah area tersebut berpotensi mengubah bias intraday menjadi bearish kembali dengan target menguji area 0.7590 atau bahkan area 0.7560.

· XAU/USD. Bias bullish untuk jangka pendek, berpotensi menargetkan resisten terdekat di kisaran 1220. Penembusan area ini akan memicu bullish lanjutan untuk menargetkan area 1223 dan 1229. Sementara itu, pergerakan bearish konsisten yang menembus support 1210 berpotensi akan menambahkan tekanan untuk membawa harga lebih rendah menargetkan 1208 dan 1206.

· Hang Seng Futures. Bias masih bullish seiring harga menembus ke atas area 25350 kemarin, namun RSI dan stochastic pada grafik harian mengindikasikan sinyal koreksi bearish dalam jangka pendek. Koreksi bearish akan menuju 25150 sebagai support terdekat sebelum menguji area 25000. Sementara itu, target bullish terdekat ada pada area 25500, break ke atas area ini akan menuju 25750 sebagai target bullish selanjutnya. 

· Nikkei Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek menuju area 19620 sebelum menguji area 19720. Sementara itu, RSI dan stochastic yang overbought pada grafik 4 jam dapat memicu koreksi bearish, terutama jika harga gagal menembus ke atas area 19620. Koreksi akan menuju area 19475 sebagai support terdekat, break ke bawah area ini dapat melanjutkan koreksi bearish menuju area 19330. Hanya break ke bawah area 19090 yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bullish saat ini.

· Kospi Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish terutama jika harga mampu break konsisten di atas MA-200 di sekitar 258.10. Yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang MA-100 di sekitar 259.15, sebelum mengincar area 259.95. Pada sisi sebaliknya, support terdekat berada di area 257.45. Break di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 256.40. Support berikutnya terletak di area 255.70.
 
 


DISCLAIMER: 

Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini

Monday, April 6, 2015

daily analis 06 apr 2015

 XAUUSD


Market Review

 Data Payroll Yang Pesimis Tenggelamkan Dollar AS. Dollar terperosok setelah laporan tenaga kerja AS mengikis keyakinan bahwa Federal Reserve bergerak semakin dekat untuk naikan suku bunga. Mata uang AS tergelincir terhadap sebagian besar mata uang utama karena data yang dirilis menunjukkan bahwa perusahaan hanya menambahkan 126,000 pekerja di bulan maret, itu adalah yang terkecil sejak Desember 2013. Estimasi median dalam survei Bloomberg menyerukan untuk kenaikan 245,000. Tingkat pengangguran bertahan di level 5.5%. Omer Esiner, kepala analis pasar di broker Commonwealth Foreign Exchange Inc di Washington mengatakan bahwa kita mungkin akan melihat aksi jual dollar yang cukup banyak. Pasar saat ini sangat terbagi pada waktu kenaikan suku bunga Fed jadi jelas bahwa saya berpikir bahwa data ini akan memudarkan ekspektasi untuk kapan the Fed naikan suku bunga, kemungkinan akan terjadi pada akhir tahun.

 Aussie Melonjak, Namun Terbatas Pada Outlook Suku Bunga RBA. Dollar Aussie melonjak ke level tertinggi harian terbaru dalam memperpanjang pemulihannya dari level terendah enam tahun setelah data menunjukkan ekonomi AS menambahkan lebih sedikit pekerja daripada perkiraan di bulan Maret. Laporan nonfarm payroll AS menunjukkan ekonomi menciptakan 126,000 lapangan kerja baru di bulan Maret, hasil tersebut berada di bawah ekspektasi 245,000 dan kurang dari setengah dari kenaikan 264,000 pekerjaan di bulan Februari (direvisi turun dari 295,000). Namun, tingkat pengangguran masih belum berubah di level 5.5%, sesuai dengan perkiraan. Bagaimanapun, Aussie masih bergerak di dekat level terendah 6 tahun di $0.7532 yang di capai pada hari Kamis di tengah ekspektasi bahwa RBA akan pangka suku bunga pada pekan depan.

 Ketidakpastian Politik Membayangi Kinerja Sterling. Sterling diperdagangkan lebih tinggi versus Dollar AS pada hari Jumat pasca rilis data Non Farm Payrolls bulan Maret yang lebih buruk dari perkiraan. Namun kenaikan Cable masih terbatasi oleh ketidakpastian politik menjelang pemilu bulan Mei. Acara debat di televisi pada hari Kamis, yang menjadi bagian dari kampanye pemilu nasional Inggris, gagal menghasilkan pemenang yang jelas dengan 4 jajak pendapat memperlihatkan 4 pemenang yang berbeda. Survey yang dilakukan kurang dari 6 minggu sebelum pemilu 7 Mei tersebut menunjukkan David Cameron dari partai Konservatif dan Ed Miliband yang mewakili Partai Buruh bersaing ketat untuk memenangkan suara mayoritas.

 Perekonomian AS Hanya Menambah 126.000 Pekerjaan Bulan Lalu. Perekonomian AS hanya menciptakan 126.000 pekerjaan baru pada bulan Maret, menandai kenaikan terkecil sejak akhir tahun 2013. Pemerintah AS juga menurunkan angka pertumbuhan lapangan kerja dalam 2 bulan pertama tahun ini, yang mengindikasikan mulai melambatnya pasar tenaga kerja. Ekonom memprediksi pertumbuhan pekerjaan sebanyak 245.000. Pertumbuhan pekerjaan bulan Januari dan Desember direvisi turun sebanyak total 69.000, menurut Departemen Tenaga Kerja AS. Angka bulan Februari diturunkan menjadi 264.000 dari publikasi awal 295.000. Sedangkan kenaikan bulan Januari dipangkas menjadi 201.000 dari 239.000. Sementara itu, tingkat pengangguran AS dilaporkan stabil pada level 5,5%, sesuai ekspektasi.

 Bursa Asia Terkerek Naik Seiring Kesepakatan Iran. Indeks saham Nikkei Jepang terkerek naik di hari Jumat dengan volume perdagangan yang tipis setelah para investor melanjutkan aksi beli menjelang data tenaga kerja AS, namun para pelaku pasar mengantisipasi penguatan Nikkei lebih lanjut ketika berbagai perusahaan melaporkan laju earnings setahun penuh. Sementara bursa saham China bergerak datar seiring ekspansi sektor jasa PMI China menunjukkan ekspansi melampaui estimasi, sedangkan bursa Hong Kong ditutup libur Good Friday. Secara terpisah bursa saham Kospi Korsel menanjak dimotori penguatan saham sektor konstruksi terkait harapan meningkatnya kontrak kerjasama dari Timur Tengah setelah Iran dan pihak internasional meraih kesepakatan untuk mengurangi embargo.
 
 Data Tenaga Kerja Yang Buruk Benamkan Indeks Berjangka AS. Indeks saham berjangka AS anjlok pada hari Jumat Agung pasca data nonfarm payrolls yang dirilis jauh di bawah ekspektasi, sebanyak 126,000. Amerika Serikat menambah 126,000 pekerjaan di bulan Maret, angka palign kecil sejak 2013 dan di bawah ekspektasi sebesar 245,000. Tingkat pengangguran stabil pada 5.5%, sesuai estimasi. Tingkat upah naik sedikit lebih tinggi dari ekspektasi, sebanyak 0.3%. Indeks berjangka Dow anjlok lebih dari 160 poin pada hari Jumat pagi, dengan indeks berjangka lainnya juga melemah tajam. Data tenaga kerja dari pemerintah akan menjadi fokus pada trader di seluruh dunia untuk petunjuk waktu kenaikan suku bunga dari rekor rendah oleh Federal Reserve.

 Samsung Gunakan Komponen Sendiri, Qualcomm Kian Tersingkir. Samsung Electronics Co Ltd menggunakan lebih banyak chip miliknya sendiri pada smarphone baru Galaxy S6 daripada pendahulunya yaitu S5, menurut laporan, yang mana akan menekan pihak pemasok chip asal AS, Qualcomm Inc. Samsung tidak hanya menggunakan prosesor mobile Exynos miliknya sendiri, sesuai perkiraan, namun juga memutuskan untuk mengandalkan usaha semikonduktor miliknya sendiri untuk memproduksi bagian lain, termasuk modem dan chip IC, menurut situs Chipworks, perusahaan konsultan di Ottawa pada tangaal 2 April lalu. Samsung mengandalkan ponsel besutan terbarunya Galaxy S6 dan S6 edge untuk membantu menghidupkan kembali momentum earnings pasca tahun 2014 yang mengecewakan. Tingginya tingkat penjualan chip sistem seperti prosesor Exynos miliknya juga dapat membantu mendorong earnings, menurut analis dan investor. Galaxy S6 juga akan dirilis dengan chip modem Shannono milik Samsung, menurut AT&T pada situsnya.
 
 IBM Coba Tenangkan Investornya. Sejumlah pemegang saham besar IBM, yang kecewa oleh penurunan pendapatan selama 11 kuartal berturut-turut, sedang mencari bantuan dari investor aktivis untuk membangkitkan perusahaan, namun telah ditolak oleh Pershing Square milik Bill Ackman dan ValueAct milik Jeffrey Ubben, menurut sumber dekat. International Business Machines Corp saat ini cemas tentang kemungkinan serangan oleh hedge fund aktivis terkemuka, dan sedang bekerjasama dengan dua bank investasi untuk menciptakan rencana pertahanan, menurut sumber yang tidak dikenal. Saat ditanyakan untuk komentar, IBM mengatakan bahwa pihaknya terus menjalankan strateginya yaitu berinvestasi pada area yang sedang berkembang seperti analitik dan cloud, kembali berinvestasi pada waralaba utama IBM, dan mengembalikan modal pada pemegang saham. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mengatur perusahaan sedemikian rupa untuk jangka panjang.




Technical Outlook

 EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.1050, break di atas area tersebut harga seharusnya lanjutkan tren bullish menuju ke area 1.1150. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di kisaran 1.0950, break di bawah area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ke 1.0860.

GBP/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1.4850 (fibonacci 23.6%) dan 1.4985 (Fibonacci 38.2%) di grafik 4 jam, diperlukan menembus salah satu area untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, area 1.4985 adalah level resisten terdekat, break di atas area tersebut harga seharusnya lanjutkan pergerakan bullish menargetkan ke 1.5090. Untuk sisi sebaliknya, break di bawah area 1.4850, bias dapat berubah menjadi bearish menuju ke 1.4750.
 
 USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 118.30, break di bawah area tersebut harga dapat turun lebih lanjut menuju ke 117.20. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 119.55, break di atas area tersebut harga berpotensi bergerak lebih tinggi menguji ulang ke wilayah 120.20.
 
 USD/CHF. Mengacu dari grafik 4-jam, bias tetap bearish terutama jika harga mampu break konsisten di bawah area 0.9490. Yang akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.9450, sebelum mengincar target berikutnya di area 0.9385. Sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 0.9560. Dengan stochastic dan RSI yang mulai oversold, break kembali di atas area tersebut bisa memicu skenario koreksi bullish menguji area 0.9620 atau bahkan area 0.9640.

 AUD/USD. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bullish meskipun masih dibutuhkan penembusan konsisten di atas area 0.7665 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 0.7695 sebelum mengincar area 0.7730. Pada sisi sebaliknya, area 0.7625 akan bertindak sebagai support berikutnya. Break kembali di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.7590.

 XAU/USD. Bias bullish untuk jangka pendek, terutama jika harga mampu menembus support terdekat 1199 dengan support terdekat terlihat di area 1195 dan 1192. Jika harga bergerak konsisten naik di atas resisten 1205, akan mendapatkan tenaga pendorong tambahan untuk menguji resisten lebih tinggi di kisaran 1209 dan 1212.

 Hang Seng Futures. Bias masih bullish seiring harga menembus ke atas area 25350 kemarin, namun RSI dan stochastic pada grafik harian mengindikasikan sinyal koreksi bearish dalam jangka pendek. Koreksi bearish akan menuju 25150 sebagai support terdekat sebelum menguji area 25000. Sementara itu, target bullish terdekat ada pada area 25500, break ke atas area ini akan menuju 25750 sebagai target bullish selanjutnya.

 Nikkei Futures. Harga terkoreksi tajam kembali menuju area 19285 setelah sempat menembus ke atas area 19475 pada hari Jumat. Kami masih lebih memilih outlook bullish, terutama jika harga dapat bertahan di atas area 19285, menuju kembali ke atas area 19475 sebelum menguji area 19725. Sementara itu, break ke bawah area 19285 akan memicu koreksi bearish lebih lanjut menguji area 19000.

 Kospi Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih akan bullish selama harga mampu bertahan di atas MA-200 dengan MA-100 di sekitar 259.10 menjadi target berikutnya. Clear break di atas area tersebut bisa memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 259.95, sebelum mengincar area 261.00. Pada sisi sebaliknya, MA-200 di sekitar 258.15 akan berganti peran menjadi support terdekat. Penembusan secara konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 257.45. Support berikutnya terletak di area 256.75.



sumber: monexnews

DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Wednesday, April 1, 2015

daily analis 01 apr 2015


EURUSDH4




Market Review

 Kebuntuan Negosiasi Hutang Yunani Hantui Euro. Euro melemah lebih dari 1% terhadap dollar dan yen pada hari Selasa seiring kebuntuan antara Yunani dan para krediturnya tentang kesepakatan restrukturisasi hutang masih berlarut-larut. Penurunan dalam mata uang euro datang setelah Yunani gagal untuk mencapai kesepakatan pada program reformasi ekonomi dengan para pemberi pinjaman pada hari Senin. Athena akan kehabisan uang tunai pada akhir bulan ini kecuali mereka dapat mencapai kesepakatan dengan para krediturnya pada waktunya untuk membuka dana bailout yang lebih besar. Euro masih bergerak rendah setelah data awal menunjukkan bahwa harga konsumen zona Euro tergelincir di bulan Maret namun tingkat penurunannya melambat dari bulan lalu, indikasikan bahwa penurunan harga dipercaya sudah berakhir. Eurostat mengatakan bahwa harga konsumen turun 0.1% pada tingkat tahunan di bulan Maret, ini sejalan dengan ekspektasi setelah penurunan sebesar 0.3% di bulan Februari.

 Data PDB Inggris Yang Positif Gagal Topang Penguatan Sterling. Poundsterling diperdagangkan di level terendah dalam satu setengah pekan terhadap dollar AS pada hari Selasa, walaupun data menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh lebih tinggi dari perkiraan di kuartal keempat 2014, karena permintaan untuk greenback masih didukung secara luas. Dalam sebuah laporan, biro statistik nasional Inggris mengatakan produk domestik bruto berekspansi di tingkat 0.6% pada periode tiga bulan terakhir 2015, naik dari laporan sebelumnya di level 0.5% dan diatas ekspektasi untuk pembacaan 0.5%. Pertumbuhan GDP pada tingkat tahunan sebesar 3.0% di kuartal keempat, naik dari pembacaan sebelumnya 2.8% dan melampaui ekspektasi untuk kenaikan 2.7%..

 Outlook Suku Bunga RBA Melukai Aussie. Dollar Australia membukukan penurunan kuartalan ke-3 terhadap Dollar AS dan beresiko terjatuh ke paritas versus Kiwi seiring meningkatnya spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia akan memangkas suku bunga pekan depan, di tengah penurunan harga komoditas dan perlambatan China. Melambatnya roda ekonomi terbesar ke-2 di dunia telah berkontribusi terhadap penurunan lebih dari 50% harga bijih besi, komoditas ekspor utama Australia, selama 12 bulan terakhir. Sementara berdasarkan data swap terbaru, RBA memiliki peluang 79% untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan 7 April, meningkat dibandingkan peluang 41% pada 2 minggu yang lalu.

 Prospek Pekerjaan & Pendapatan Mendorong Optimisme Konsumen AS. Kepercayaan konsumen AS bulan Maret menyentuh level tertinggi ke-2 sejak Agustus 2007, seiring meningkatnya optimisme terhadap prospek pasar tenaga kerja dan pendapatan. Indeks kepercayaan konsumen AS mleonjak ke 101,3 dari 98,8 pada bulan Februari, menurut laporan Conference Board hari Selasa di New York. Angka itu mematahkan estimasi penurunan ke 96,0. Kenaikan sentimen pada bulan Maret terutama didorong oleh optimisme rumah tangga tentang kesempatan kerja yang lebih banyak dan pertumbuhan pendapatan dalam 6 bulan ke depan. Yang nantinya diharapkan akan membantu belanja konsumen untuk rebound setelah melemah di awal tahun.

 Bursa Asia Masih Solid Dalam Jalur Penguatan 3 Bulan Berturut-turut. Indeks saham Nikkei Jepang berada dalam tekanan seiring sikap wait & see para investor menjelang laporan survey sentimen bisnis BoJ di hari Rabu, yang dapat menyediakan petunjuk kondisi investasi kedepannya. Sementara indeks Hangseng dan bursa saham China melambung dipicu arus modal masuk ke Hong Kong dari China menggunakan Stock Connect trading link yang menopang kenaikan volume transaksi ke level rekor tinggi. Secara terpisah bursa saham Kospi Korsel menanjak, masih dalam jalur kinerja penguatan bulanan terbaiknya sejak Q3 2013 terinspirasi reli Wall Street serta langkah otoritas China untuk menopang perekonomian sehingga menopang sentimen risk appetite yang tampak pada kenaikan permintaan saham perusahaan sekuritas ditengah ekspektasi laju earnings yang solid.

 Bursa Eropa Lesu, Namun Tutup Kuartal I Dengan Gemilang. Bursa saham Eropa goyah pada hari Selasa (31/3), menutup perdagangan di zona merah merespon data ekonomi zona Euro dan ketidakpastian negosiasi Yunani. Indeks FTSE 100 ditutup turun 1,72% di level 6773.04, menutup kuartal pertama dengan performa terbaik sejak tahun 2013. Indeks DAX Jerman meraih pencapaian serupa, ditutup turun 0,99% di level 11966.17, namun meraih kenaikan 22% untuk kuartal pertama, gain kuartal terbaik sejak kuartal II tahun 2003. Investor saham mencemaskan data pengangguran zona Euro di bulan Februari yang menyentuh level terendah sejak bulan Mei 2012, hanya turun tipis dari level 11,4% menjadi 11,3%. "Grup Brussel" yang terdiri dari perwakilan Uni Eropa dan IMF ingin Yunani memberikan rencana yang lebih konkrit bukan hanya ide seperti yang tertuang dalam proposal reformasinya.

 Dow Anjlok Tajam; S&P, Nasdaq Lanjutkan Rally Kuartalan. Wall Street ditutup melemah pada hari Selasa, memangkas sejumlah gain besar pada hari Senin, seiring investor mencerna data ekonomi yang mix dan menjelang akhir kuartal pertama. Dow Jones gagal mencetak penguatan pada kuartal pertama, menunjukkan pelemahan sebesar 0.36%. Indeks blue-chip ditutup turun sekitar 200 poin pada hari Selasa, menyusul kenaikan sebesar 263 poin sehari sebelumnya. Hari Selasa menandai akhir dari kuartal pertama tahun 2015. Nasdaq naik sekitar 4% untuk kuartal pertama sebagai indeks dengan performa terbaik. Sementara S&P ditutup melemah sekitar 0.5% pada kuartal pertama. Sementara data ekonomi pekan ini sebagian besar positif, laporan terkini masih mensinyalkan laju pertumbuhan yang moderat. Dollar AS masih menguat sekitar 9% sepanjang tahun ini dan diperkirakan akan terus menekan earnings korporat, yang akan mulai melaporkan hasilnya di bulan April.

 Penguatan Dollar Masih Menekan Emas. Emas ditutup turun, diperdagangkan terbatas menjelang data kunci AS di akhir pekan, dan terbebani penguatan Greenback. Emas mengakhiri hari dengan penurunan setelah Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, Jeffrey Lcker, mengatakan ada landasan kuat untuk menaikkan suku bunga di bulan Juni. Tingkat suku bunga yang tinggi akan menaikkan nilai asset dengan prospek yield yang lebih baik seperti obligasi dan saham, sekaligus menghapus pesona emas, yang memberikan imbal hasil hanya dari selisih harga. Perdagangan logam mulia turun 0,1% untuk kuartal pertama. Mata uang Dollar AS terus naik dalam 9 bulan beruntun terhadap 10 pasangan mata uang lain, memudarkan minat safe haven emas.

 Minyak Mentah Gugup Menantikan Hasil Diskusi Iran. Minyak mentah ditutup negatif menantikan hasil pembicaraan nuklir Iran, yang akan membuka peluang bagi minyak mentah Iran untuk masuk dalam pasar minyak global yang sudah melebihi kapasitas. Iran dan enam negara besar dunia menetapkan akhir Maret sebagai tenggat waktu outlone kesepakatan program nuklir, sementara akhir bulan Juni menjadi tenggat waktu untuk kesepakatan final. Mayoritas investor mencemaskan pencabutan sanksi terhadap Iran, yang menyimpan 10% cadangan miyak dunia, akan meningkatkan jumlah ekspor sekaligus membebani persediaan minyak global yang sudah jenuh. Survei Reuters yang melaporkan persediaan minyak mentah OPEC yang mencetak rekor tertinggi sejak bulan Oktober juga menekan perdagangan minyak.

 Samsung Electronics, LG Electronics Sudahi Pertikaian Hukum. Perusahaan rival di Korea Selatan, Samsung Electronics Co Ltd dan LG Electronics Inc pada hari Selasa mengatakan bahwa mereka telah sepakat untuk menyudahi perselisihan hukum termasuk konflik selama berbulan-bulan mengenai seperangkat mesin cuci yang rusak. Kedua perusahaan mengatakan pada pernyataan gabungan bahwa akan menarik semua tuntutan terhadap masing-masing pihak dan meminta pada pihak berwenang untuk tidak memberikan hukuman yang berat untuk kasus yang sedang berlangsung. Menurut pernyataannya, kedua belah pihak telah sepakat untuk menghindari langkah hukum dan menyelesaikan konflik atau perselisihan apapun di masa mendatang melalui dialog dan kesepakatan bersama.

 Mencoba Saingi Microsoft, Google Rilis Chromebooks. Google Inc. merilis laptop seharga $149, menyaingi Microsoft Corp. dalam pasar komputer murah. Chromebooks baru, yang merupakan paling murah, memiliki fitur baterai "sepanjang hari" dan tersedia secara online untuk pre-order, menurut posting blog Google pada hari Selasa. Versi buatan Haier Electronics Group Co. tersedia melalui Amazon.com Inc. Model buatan Hisense Electric Co. dijual melalui situs Wal-Mart Stores Inc.. Google sedang mendorong penjualan laptop murah seiring mencoba mencari cara baru untuk menarik orang agar menggunakan sistem operasi Chrome miliknya dari Window's milik Microsoft. Laptop Google, yang mana tidak memiliki hard drive, bergantung pada Internet untuk tool-tool seperti e-mail, penyimpanan dokumen, pemrosesan kata, dan pembuatan lembar kerja.




Technical Outlook

 EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1.0700, break di bawah area tersebut, harga seharusnya lanjutkan tren bearish menuju ke 1.0600. Untuk sisi sebaliknya, level resisten terdekat berada di area 1.0850, break di atas area tersebut, harga akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk dalam jangka pendek menguji ulang ke area kunci resisten di 1.1000.

 GBP/USD. Bias bearish untuk jangka pendek terutama jika harga bertahan di bawah level 1.4860 dalam grafik 4-jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1.4750, break di bawah area tersebut harga dapat bergerak lebih rendah lagi menargetkan ke 1.4635. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat dikisaran area 1.4920 (MA 100), break di atas area tersebut harga kemungkinan akan bergerak netral seiring tidak jelasnya petunjuk pada zona ini menargetkan ke area 1.5040 (MA 200).

 USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek dengan level resisten terdekat terlihat dikisaran area 120.60, break di atas area tersebut, harga seharusnya akan bergerak lebih tinggi menguji ulang ke area kunci resisten di 121.15. Untuk sisi sebaliknya, level support terdekat berada di 119.70, break di bawah area tersebut bias dapat berubah menjadi bearish menargetkan ke area 118.70.

 USD/CHF. Berdasarkan grafik 4-jam, bias masih bullish terutama jika harga mampu break kembali di atas area 0.9730. Yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9775, sebelum membidik target berikutnya di area 0.9810. Pada sisi sebaliknya, support terdekat berada di area 0.9695. Penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang MA-200 di sekitar 0.9665.

 AUD/USD. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish meskipun masih diperlukan break kembali di bawah area 0.7610 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji ulang area 0.7585 atau bahkan area 0.7560. Pada sisi sebaliknya, area 0.7665 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Break di atas area tersebut akan mendorong harga melanjutkan skenario koreksi bullish mengincar setidaknya area 0.7695.

 XAU/USD. Bias bearish untuk jangka pendek, dengan penurunan konsisten yang menembus support terdekat di area 1178 akan memicu tren penurunan lanjutan untuk menargetkan support berikutnya di kisaran area 1173 dan 1164. Sementara itu penguatan konsisten melampaui resisten 1189 akan membuka potensi bullish lanjutan untuk menguji resisten yang lebih tinggi di kisaran 1194 dan 1200.

 Hang Seng Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek, namun diperlukan pergerakan konstan di atas area 25000 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju target bullish terdekat di sekitar 25150 sebelum melanjutkan naik menguji area 25350. Support terdekat ada pada area 24720, break ke bawah area ini dapat memicu koreksi bearish lanjutan menuju area 24515.

 Nikkei Futures. Seperti terlihat pada grafik 4 jam, MACD berubah menjadi bearish, mengindikasikan bahwa pergerakan konstan di bawah area 19250 akan memicu momentum bearish lanjutan untuk menuju area 18950 atau bahkan 18715. Sementara itu, break ke atas resisten terdekat pada area 19475 akan melanjutkan outlook bullish jangka panjang untuk menuju area 19725 dalam waktu dekat sebelum menguji area 19900 atau bahkan 20000.

 Kospi Futures. Mengacu dari grafik 4-jam, bias tetap bearish selama harga tertahan di bawah MA-200. Namun masih diperlukan penembusan secara konsisten di bawah area 256.75 untuk memicu momentum bearish lanjutan menguji ulang area 255.70, sebelum mengincar area 254.85. Pada sisi sebaliknya, MA-200 di sekitar 258.25 masih bertindak sebagai resistensi terdekat. Break kembali di atas area tersebut berpotensi membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang MA-100 di sekitar 259.15.




sumber: monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.