tumpukkan emas 1 title

berbisnis emas tidak mesti memiliki fisiknya yang penting adalah nilainya.

Renko EUR/USD 2 title

memahami gerak market dengan menggunakan renko ditambah moving average makin memudahkan trading.

Tumpukkan Dollar 3 title

Berburu Dollar tidak mesti ke amerika, cukup dengan trading dikamar.

Grafik sesuai harga market 4 title

Penggunaan grafik dan ditambah indikator, membuat buka posisi semakin terrencana dan beralasan.

BISNIS OIL ONLINE

bisnis minyak cukup online di android

Penggunaan indikator beberapa moving average bisa menuntun trader masuk market secara long term atau short term.

Monday, May 4, 2015

daily analis 04 mei 2015


GBPJPYH4


Market Review

Sterling Merosot Pasca Kejutan Data Manufaktur. Poundsterling melemah terhadap pasangan mata uangnya setelah lembaga riset domestik mengejutkan pasar dengan laporan penurunan indeks manufaktur di bulan April. Outlook pesimis terhadap perekonomian Inggris oleh 600 manajer pembelian menjadi menambah beban Sterling yang kini kembali mencemaskan pemilu yang akan dilaksanakan kurang dari sepekan. Markit melaporkan hasil survei PMI Manufaktur Inggris di bulan April turun ke level 51.9, mengecewakan ekspektasi kenaikan 54.6 para analis yang disurvei Reuters. Laporan bulan Maret juga direvisi turun dari 54.4 menjadi 54. Aktivitas perindustrian Inggris kesulitan berkompetisi di pasar internasional seiring tingginya nilai tukar Pound Sterling membuat produk menjadi lebih mahal bagi konsumen asing serta adanya perlambatan pereknonomian global.

Aussie Abaikan Kenaikan PPI. Dollar Australia tertekan tingginya spekulasi pemangkasan suku bunga di Australia dan kembali melemahnya harga bijih besi. Data manufaktur China, pasar utama Australia, yang sedikit lebih baik dari prediksi, juga gagal memukau Aussie. Perdagangan Aussie dibayangi semakin bertumbuhnya spekulasi Reserve bank of Australia (RBA) akan memangkas suku bunga ke rekor terendah 2% saat rapat tanggal 5 Mei pekan depan. Aussie juga mengacuhkan data Producer Price Index (PPI) yang naik dari pertumbuhan 0,1% di akhir kuartal tahun 2014 menjadi peningkatan 0,5% di kuartal pertama serta mengungguli ekspektasi kenaikan 0,2%.

Data Ekonomi Positif, Dollar Kembali Optimis. Dollar menyentuh level tinggi 2-pekan terhadap yen pada hari Jumat dan pulih dari level rendah 2-bulan terhadap sejumlah mata uang utama, ditopang oleh sinyal bahwa perekonomian AS mulai stabil pasca perlambatan belakangan ini. Meski data ekonomi AS dirilis mix pada hari Jumat, dengan sejumlah pelemahan pada sektor manufaktur dan konstruksi, hal tersebut tidak menghentikan investor untuk membeli dollar yang sudah berada dalam kondisi oversold. Yield obligasi tenor 30-tahun dan 10-tahun di AS menyentuh level tinggi 7-pekan, turut menopang nilai tukar greenback. Dollar mulai mendapatkan momentum pada hari Kamis pasca dirilisnya data ekonomi yang lebih positif. Sinyal pemulihan pasar tenaga kerja dengan turunnya jumlah klaim pengangguran, kenaikan tingkat upah bersama dengan aktivitas bisnis di kawasan Midwest, semuanya membuat investor kembali beralih pada greenback.

Laju Pertumbuhan Sektor Manufaktur AS Masih Lemah. Sektor manufaktur AS bertumbuh dengan laju paling lemah dalam hampir selama 2 tahun di bulan April, memicu pabrik-pabrik untuk menghentikan perekrutan seiring menantikan kenaikan permintaan di AS dan luar negeri. PMI sektor manufaktur oleh Institute for Supply Management tidak berubah pada 51.5, level terendah sejak Mei 2013, menurut laporan grup yang bermarkas di Tempe, Arizona tersebut hari Jumat. Angka di atas 50 mensinyalkan ekspansi, namun data bulan April lebih rendah dari estimasi kenaikan menjadi 52.

 Terbebani Kinerja Lemah Wall St., Asia Berakhir Mixed. Saham Asia berakhir mixed pada hari Jumat seiring investor bereaksi terhadap beberapa data ekonomi dari Jepang dan China, dengan aksi jual di Wall Street sesi sebelumnya turut membebani. Volume juga tipis pada hari perdagangan terakhir minggu ini, seiring libur Labor Day di sebagian besar pasar Asia. Data yang dirilis sebelum pembukaan pasar menunjukkan inflasi konsumen Jepang tumbuh 2,2% pada bulan Maret, melampaui estimasi kenaikan 2,1%. Di China, PMI manufaktur stabil di 50,1 pada bulan April sementara PMI jasa turun menjadi 53,4 dari 53,7 pada bulan Maret. Nikkei225 Jepang berhasil rebound dari level terendah 4-minggu untuk ditutup naik tipis 0,05% seiring data domestik yang lebih baik dari perkiraan mengimbangi sentimen negatif yang ditularkan Wall Street. Para trader juga terlihat mengurangi eksposur mereka menjelang akhir pekan panjang, dimana pasar Jepang akan ditutup sampai 6 Mei untuk liburan Golden Week.

FTSE 100 Menguat, Saham Lloyds Naik Melesat Lebih Dari 5%. Bursa saham Inggris ditutup menguat pada hari Jumat, sementara mayoritas bursa saham Eropa lainnnya libur memperingati Hari Buruh. Data ekonomi yang dirilis dari Inggris menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan April lebih rendah ekspektasi dan bulan sebelumnya. Saham Lloyds melesat lebih dari 5%, menjadi saham berkinerja terbaik di FTSE 100. Rally Lloyds terjadi setelah bank tersebut melaporkan laba sebelum pajak di kuartal pertama naik sebesar 21%. Indeks FTSE 100 ditutup menguat 0,4% menjadi 6985,95. FTSE 100 selama bulan April menguat 2,8% ditopang oleh kenaikan saham sektor energi setelah harga minyak mentah mencapai level tertinggi 2015.

Wall Street Rebound Dari Aksi Selloff Sehari Sebelumnya. Bursa saham AS terkerek naik di hari Jumat, melambung dari kejatuhan tajam sehari sebelumnya. Namun meski diikuti penguatan harian, performa bursa AS secara mingguan masih di teritori negative, sebagian besar disebabkan aksi sell off yang sangat tajam pada hari Kamis kemarin. Katalis negative bursa saham AS masih dipicu oleh data ekonomi yang mixed. Laju earnings korporat Q1 dirilis lebih baik dibanding estimasi. Dari 360 perusahaan di S&P500 yang telah melaporkan earnings, laba Q1 masih dalam jalur pelemahan -0.4% dibanding tahun sebelumnya, dimana angka ini lebih baik dibanding perkiraan analis atas penurunan laba -4.7%, sebagian besar disebabkan kekhawatiran penguatan Dollar dan penurunan harga minyak. Indeks S&P 500 naik 1,1% menjadi 2108,29, dalam sepekan turun 0,4%. Dow Jones menguat 1% menjadi 18024,06, namun melemah 0,3% selama sepekan. Nasdaq menambah 1,3% menjadi 5005,39, dengan penurunan mingguan sebesar 1,7%.

Penguatan Dollar Antarkan Emas ke Level Terendah 6 Pekan. Emas turun ke level terendah enam pekan akibat dollar yang kembali menguat merespon data ekonomi AS dan sentimen investor terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga di AS dalam jangka panjang. Emas menyentuh level tertinggi sejak awal April pada kisaran $1.215 di pekan ini, namun gagal mempertahankan penguatan setelah Federal Reserve mengatakan melambatnya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama hanya bersifat sementara, dan tetap memproyeksikan kenaikan suku bunga di tahun ini. Pada hari Kamis emas merosot lebih dari 2% membuat logam mulia tersebut mencatat penurunan bulanan sebesar 0,1%. Kemerosotan tersebut merespon tingkat klaim tunjangan pengangguran AS turun lebih besar dari ekspektasi.

Pernyataan Irak Lemahkan Minyak. Minyak melemah pada hari Jumat, tertekan oleh Irak yang mengatakan tingkat ekspor akan naik ke level tertinggi 30 tahun, disaat yang sama produksi dari Organization of the Petroleum Exporting Countries masih berada pada level tertinggi sejak akhir tahun 2012. Harga minyak melemah setelah sebelumnya mencatat penguatan bulanan terbesar dalam hampir enam tahun terakhir, namun tetap mencatat penguatan dalam tujuh pekan beruntun. Minyak memangkas pelemahan hari Jumat setelah laporan mingguan dari perusahaan Baker Hughes menunjukkan masih berlanjutnya penurunan jumlah rig yang beroperasi di AS. Jumlah rig yang beroperasi telah turun dalam 21 pekan beruntun, pada pekan ini jumlah rig yang aktif berkurang sebanyak 21 menjadi 679, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 1.527.

Laba Rumah Sakit LifePoint Meningkat Seiring Tinggi nya Volume Admission. Rumah Sakit Lifepoint  mengatakan laba naik 5% pada kuartal pertama, karena reformasi perawatan kesehatan terus membantu mendorong volume penerimaan pasien lebih tinggi. Namun saham CFD Lifepoint turun sekitar 6% karena para investor terfokus pada penurunan indeks penerimaan pasien langganan dalam rumah sakit yang sama, sehingga terjadi aksi profit taking setelah saham LifePoint naik lebih dari 30% selama 12 bulan terakhir . 

Dampak asuransi kesehatan yang terbaru turut baru menyumbang $13 juta sepanjang kwartal pertama, sejalan dengan proyeksi perusahaan. Secara keseluruhan, untuk kuartal yang berakhir 31 Maret, LifePoint melaporkan laba sebesar $38.9 juta, atau 84 sen per saham, naik dari $37.1 juta, atau 78 sen, setahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 25,5% menjadi US $ 1,3 miliar. Pendapatan per perawatan pasien naik 1,8%. Pendapatan Operasi meningkat 24,3%, sementara kunjungan ruang gawat darurat adalah 22,4% lebih tinggi dari periode tahun sebelumnya.Pendapatan Operasional Berkshire Hathaway Meningkat 20 Persen. Berkshire Hathaway milik

 Warren Buffet membukukan kenaikan laba operasional sebesar 20% di triwulan pertama, ditopang kenaikan revenue pada divisi asuransi dan pembangunan jalan. Hasil earnings ini disambut positif oleh para investor yang juga mempersiapkan peringatan 50 tahun Berkshire dibawah komando Mr. Buffet pada rapat tahunan hari Sabtu di Omaha, Neb. Mr. Buffet telah meracik Berkshire menjadi perusahaan raksasa konglomerat yang memiliki 80 bisnis, dengan ragam bisnis seperti Lubrizol hingga ke Claytom Homes bahkan Dairy Queen. Bisnis inti Berkshire sendiri terdapat pada operasi asuransi nya, termasuk Geico Corp, dan reinsurer General Re, serta portfolio sekuritas. Secara keseluruhan, Berkshire melaporkan laju laba Q1 sebesar $5.16 milyar, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya di level $4.71 milyar. Laba operasional, yang tidak termasuk hasil investasi, meningkat ke $4.24 milyar, dibanding sebelumnya $3.53 milyar. Sementara laju revenue naik ke $48.64 milyar, dari sebelumnya $45.45 milyar.




Technical Outlook

EUR/USD. Bias bearish untuk jangka pendek seiring indikator stochastic dan RSI bergerak turun dari area jenuh beli dalam grafik 4-jam. Support terdekat terlihat di kisaran 1.1120 dan penembusan area ini akan memicu momentum pelemahan, untuk menargetkan 1.1050 dan 1.0920. Namun momentum bullish dapat terpicu jika harga naik konsisten dan lebih tinggi dari resisten 1.1285, membidik resisten berikutnya 1.1670 dan 1.1430.

GBP/USD. Bias bearish untuk jangka pendek, didukung sinyal bearish dari indikator MACD dan stochastic dalam grafik 4-jam. Downtrend membutuhkan konfirmasi penembusan support 1.5030 dan support berikutnya terlihat di kisaran 1.4920 dan 1.4800. Pergerakan naik konsisten yang melampaui resisten 1.5280 dapat memicu uptrend untuk membawa harga menuju area yang lebih tinggi 1.5380-1.5495.

USD/JPY. Bias bullish untuk jangka pendek didukung sinyal bulish dari indikator MACD dalam grafik 4-jam.  Resisten terdekat terlihat di kisaran 120.65 dan penembusan area ini berpotensi mendorong harga lebih tinggi menuju area 121.30-122.00. Sementara penurunan konsisten ke bawah support terdekat 119.60 (MA-200) seharusnya dapat memberikan tekanan tambahan untuk membawa harga menuju support berikutnya di area 119.00 dan 118.30.

USD/CHF. Harga terpantul pasca gagal menembus ke bawah area 0.9275, mencoba kembali ke area 0.9400 sebelum menguji area 0.9475 atau bahkan area 0.9600. Sementara itu untuk pergerakan turun, dibutuhkan break ke bawah area 0.9275 untuk melanjutkan kembali outlook bearish setidaknya menuju area 0.9150.

AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga dapat menembus ke bawah area 0.7800 menuju area 0.7750 sebelum menguji area 0.7680. Untuk pergerakan naik, break ke atas area 0.7875 dapat melanjutkan outlook bullish jangka menengah menuju kembali ke area 0.7950. Secara keseluruhan, kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah area 0.7950.

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area support 1170. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1163. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 1185 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1192.

Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus lagi secara konsisten diatas area 28165 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 28550. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 27900, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 27690 sebelum melanjutkan recovery ke atas.

Nikkei Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 19760 untuk memicu momentum bullish mengincar area 19915. Support terdekat tampak di area 19550, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 19395.

Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 267.00, dengan break ke atas area 270.00 akan membuka peluang untuk menguji area 272.30 atau bahkan 276.15. Untuk pergerakan turun, break ke bawah area 267.50 berpotensi mengubah outlook menjadi bearish menuju area 262.10 dalam jangka menengah.



sumber: monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Friday, May 1, 2015

daily analis 01 mei 2015


AUDUSDH1



Market Review


Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga Kembali, Aussie Tertekan. Dollar Australia kembali tertekan terhadap pasangan mata uangnya seiring peningkatan ekspektasi analis Reserve Bank of Australia (RBA) sekali lagi memangkas suku bunga acuan saat rapat bank sentral hari selasa pekan depan. Data harga impor yang secara mengejutkan turun di kuartal pertama mengukuhkan prediksi pelonggaran moneter untuk kembali membangkitkan perekonomian. Australian bureau of Statistics melaporkan penurunan 0,2% harga impor selama tiga bulan pertama tahun ini, mengecewakan ekspektasi kenaikan 1,1% dan peningkatan 0,9% di kuartal sebelumnya. Salah satu perusahaan investasi terbesar dunia, BlackRock, yang diwawancarai Australian Financial Review memberikan prediksi terbaru bank sentral Australia akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali 25 basis poin sebelum akhir tahun ini. Mayoritas ekonom juga condong memprediksi pada pertemuan RBA pekan depan akan ada pemangkasan suku bunga yang sudah di level terendah 2,25% menjadi 2%.

Reli Euro Sentuh Level Tinggi Dua Bulan Seiring Solidnya Pertumbuhan. Reli Euro berlanjut di hari keenam dan menyentuh level tinggi dua bulan terhadap Dollar AS berkat serangkaian data ekonomi yang menandai pertumbuhan yang solid. Inflasi zona Euro stagnan di bulan Maret, menghapus deflasi selama empat bulan beruntun. Laporan ini juga lebih baik dari ekspektasi dan data bulan Maret yang turun 0,1%. Tingkat inflasi berada di bawah 1% selama 18 bulan beruntun dan masih belum mendekati target European Central Bank (ECB) yaitu sedikit di bawah 2%. Eurostat juga melaporkan jumlah pengangguran di zona Euro turun 36.000 di bulan Maret menjadi 18,105 juta. Data ini memicu outlook optimis pada perekonomian, setelah program pelonggaran kuantitatif triliunan Euro ECB yang dimulai bulan Maret.

Data AS Yang Apik Selamatkan Dollar. Dollar berbalik menguat terhadap yen pada hari Kamis setelah data AS mensinyalkan stabilisasi pasar tenaga kerja dan perekonomian mendapatkan momentum, menempatkan Federal Reserve dalam jalur kenaikan suku bunga setidaknya 1 kali tahun ini. Bank of Japan, yang mana kebijakan pencetakkan uangnya telah memicu penurunan nilai tukar yen lebih dari 20% dalam 2 tahun, tidak melonggarkan kebijakan pada hari Kamis dan mengatakan bahwa diirnya yakin laju inflasi akan mulai naik. Langkah BOJ tersebut pada awalnya sempat menopang yen terhadap dollar. Pasca data dirilis, dollar memangkas pelemahan terhadap euro, yang sebelumnya menguat ke level tinggi 2-bulan.

Klaim Pengangguran AS Berada di Level Rendah 15-Tahun. Jumlah klaim pengangguran di Amerikan anjlok ke level terendah dalam 15 tahun pekan lalu dan tingkat belanja konsumen naik di bulan Maret, sinyal bahwa perekonomian kembali mendapatkan momentum setelah terpuruk di kuartal pertama. Outlook ekonomi semakin cerah oleh laporan pada hari Kamis yang menunjukkan kenaikan tingkat upah yang solid di kuartal pertama, yang mana akan membuat Federal Reserve tetap berada dalam jalur untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Jumlah klaim pengangguran turun sebanyak 34,000 menjadi 262,000 pekan lalu, jumlah terendah sejak April 2000, menurut Departemen Tenaga Kerja.


Pasar Asia Mencemaskan Pertumbuhan AS & Earnings. Saham-saham Asia berguguran pada hari Kamis, di tengah laporan pendapatan perusahaan yang mixed dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS. Bank of Japan memutuskan untuk menahan kebijakan tidak berubah dalam pertemuan bulanannya, sementara pernyataan kebijakan Federal Reserve juga tidak memberikan petunjuk baru tentang kenaikan suku bunga. Nikkei225 Jepang anjlok 2,7%, penurunan terbesar dalam 4 bulan, seiring sentimen investor terbebani oleh angka GDP AS yang lemah, laporan laba perusahaan Jepang yang kurang mengesankan dan pengumuman kebijakan BoJ. Di China, Shanghai Composite turun 0,75% seiring penguatan sektor transportasi gagal mengimbangi pelemahan di sektor perbankan. Kinerja lemah saham bank-bank juga menyeret indeks Hang Seng turun 1%. KOSPI Korea Selatan merosot untuk sesi ke-5 beruntun dan mengakhiri perdagangan 0,7% lebih rendah menyusul rilis beberapa earnings yang gagal memenuhi ekspektasi.

Akhir April, Bursa Eropa Menguat. Bursa saham Eropa bergerak fluktuatif antara penguatan dan pelemahan pada hari Kamis sebelum akhirnya mencatat kenaikan di akhir perdagangan, investor bereaksi terhadap laporan earning dan hasil rapat kebijakan moneter terbaru Federal Reserve AS. Data ekonomi yang dirilis dari zona euro menunjukkan berakhirnya deflasi selama empat bulan beruntun di bulan April, berdasarkan data yang dirilis biro statistik menunjukkan indeks harga konsumen tidak berubah dari tahun sebelumnya. Bursa saham Inggris unggul pada dari Kamis terdorong oleh laporkan earning Royal Dutch Shell PLC dan perusahaan lainnya. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,21% menjadi 6960,62. Indeks DAX 30 Jerman naik 0,19% menjadi 11454,38, dan CAC Perancis menambah 0,14% menjadi 5046,49.

Wall Street Bergerak Mixed, Namun Indeks Mencatat Penguatan Bulanan. Bursa saham AS menunjukkan performa mixed pada hari Kamis, seiring laporan ekonomi yang solid menambah ketidakpastian outlook suku bunga The Fed, setelah data ekonomi menunjukkan pelambatan ekonomi AS di kwartal pertama. Ketiga indeks acuan utama membukukan penguatan bulanan tipis di bulan April. Selama bulan April, Dow hanya menguat 0.4 persen, sementara S&P500 naik 0.9% dan Nasdaq naik 0.8%. Namun saham Apple merosot 2.7% ke level $125.15 dan menjadi emiten dengan performa terburuk yang menyeret Dow, S&P500 dan Nasdaq, akibat langkah perusahaan yang membatasi ketersediaan Apple Watch, setelah komponen kunci produk tersebut diketahui cacat. Data ekonomi menunjukkan bahwa klaim tunjangan penganggur AS membaik ke level terendahnya dalam 15-tahun terakhir di pekan lalu, mengindikasikan bahwa perekonomian semakin membaik. Sementara inflasi mulai mendekati target Federal Reserve di level 2% untuk 35 bulan berturut-turut.

Emas Merosot 2% Pasca Data Tenaga Kerja AS. Emas merosot sekitar 2% pada hari Kamis setelah data tenaga kerja AS yang lebih baik dari ekspektasi, menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat oleh Federal Reserve, yang mendorong investor melakukan aksi jual terhadap emas. Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim tunjangan pengangguran turun sebanyak 34.000 menjadi 262.000 pada pekan yang berakhir 24 April, menjadi yang terendah sejak bulan April 2000. Data terpisah menunjukkan belanja konsumen AS naik 0,4% pada bulan Maret, setelah naik 0,2% di bulan Februari, sementara aktivitas manufaktur wilayah Chicago naik lebih tinggi dari ekspektasi di bulan April.

Minyak Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2009. Minyak mentah menguat pada hari Kamis dan mencatat kenaikan 25% di bulan April, yang merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam hampir 6 tahun terakhir. Kenaikan pada hari Kamis dipicu turunnya persediaan minyak untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir di Cushing Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman minyak AS. Penurunan tersebut memunculkan ekspektasi persediaan dan produksi minyak AS akan segera menurun. Namun sebagian analis bersikap skeptis terhadap berlanjutnya rally minyak akibat data pertumban ekonomi AS yang mengecewakan di kuartal pertama, serta OPEC yang tidak akan menurunkan produksinya.

 Perusahaan Animasi DreamWorks Mengalami Kerugian Semakin Dalam. DreamWorks Animation SKG Inc, melaporkan kerugian kwartal pertama yang semakin lebar seiring kenaikan revenue studio tersebut sebesar 13%. Saham CFD DreamWorks telah menguat 8% dalam 12 bulan terakhir, mengimbangi pelemahan intraday dan kini diperdagangkan melemah tipis di level $26.06. Secara keseluruhan kerugian DreamWorks mencapai $54.8 juta, atau setara 64 sen per lembar saham, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya $42.9 juta atau 51 sen per lembar saham. Sementara revenue meningkat 13% ke level $166.5 juta. Mengikuti hasil earnings yang buruk di Q4 lalu yang membawa perusahaan tersebut merugi $308.3 juta, dibanding laba tahun 2013 yang mencapai $55.7 juta, yang akhirnya memicu langkah restrukturisasi DreamWorks pada bisnis animasi nya, yang sedang berjuang karena perusahaan memprioritaskan ekspansi ke televise, online video dan produk konsumen lainnya.

Laba Visa Menurun Akibat Tingginya Biaya. Visa melaporkan kejatuhan laba 3% di kwartal terakhir akibat kenaikan expense, meskipun di saat bersamaan revenue meningkat seiring tinggi nya volume pembayaran. CEO Charlie Schaf menyatakan kinerja perusahaan masih baik meski ada imbas negative dari penguatan Dollar, dan penurunan harga minyak menambah tekanan pada pertumbuhan revenue. Di kwartal terakhir, volume pembayaran meningkat 11% ke level $1.2 trilyun dalam nilai tukar yang konstan. Selain itu total transaksi naik 11%, ke level $17 milyar. Revenue internasional juga naik 11% menjadi $964 juta. Revenue lainnya seperti fee lisensi Visa ke Eropa, meningkat 12% ke $204 juta. Namun expense operasional juga meningat 1% menjadi $1.1 milyar seiring penambahan personil.Secara keseluruhan, laba Visa turun ke $1.55 milyar, dibanding $1.6 milyar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Earnings per share tidak berubah di level 63 sen, revenue naik ke $3.41 milyar dari semula $3.16 milyar. Visa juga melakukan buyback di kwartal terakhir sebesar 16.2 juta lembar saham, dan memiliki sisa dana $3.8 milyar tersedia untuk melanjutkan rencana buyback.




Technical Outlook


EUR/USD. Bias bullish untuk jangka pendek berdasarkan sinyal bullish dari indikator MACD dalam grafik 4- jam. Resisten terdekat terlihat di area 1.1265 dan break ke atas resisten ini seharusnya dapat memberikan dorongan tambahan untuk menargetkan resisten 1.1340 atau bahkan resisten kunci 1.1400. Sementara itu, penembusan support 1.1140 seharusnya dapat memicu downtrend dengan support berikutnya terlihat di kisaran 1.1090 dan 1.1025.

GBP/USD. Bias sideways seiring sinyal mixed dari indikator-indikator dalam grafik 4-jam. Penurunan indikator stochastic mensinyalkan bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat terlihat di kisaran 1.5230. Penembusan area ini akan memicu bearish lanjutan untuk membidik 1.5140 dan 1.5030. Sementara bullish MACD memberikan dukungan untuk uptrend dalam jangka panjang. Penembusan resisten 1.5385 berpotensi memicu momentum bullish dengan resisten berikutnya terlihat di kisaran 1.5475-1.5555.

USD/JPY. Bias sideways dalam jangka pendek dengan harga terjebak di antara MA-50 dan MA-200 dalam grafik 4-jam. Momentum bullish membutuhkan konfirmasi penembusan resisten 119.95 untuk menargetkan area yang lebih tinggi 120.50 dan 121.20. Sementara momentum bearish dapat terpicu jika harga merosot ke bawah support 119.00. Support berikutnya terlihat di kisaran 118.40-117.85.

USD/CHF. Harga berkonsolidasi di sekitar area 0.9400, mengindikasikan outlook netral dalam jangka pendek. Diperlukan break ke atas area 0.9450 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju area 0.9530 atau bahkan area 0.9600. Sementara itu pergerakan konstan di bawah area 0.9400 akan melanjutkan outlook bearish jangka menengah untuk kembali menguji area 0.9325 sebelum menuju area 0.9150.

AUD/USD. Aussie terkoreksi tajam kemarin, mencoba kembali ke bawah area 0.7800, break ke bawah area ini akan memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 0.7740, yang mana dapat mengubah bias menjadi bearish jika ditembus. Sementara itu, resisten terdekat ada pada 0.7975, break ke atas area ini dapat mendorong harga naik untuk kembali menguji area 0.8075.

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area support 1180. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1170. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 1191 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1202.

Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus lagi secara konsisten diatas area 28165 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 28550. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 27900, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 27800 sebelum melanjutkan recovery ke atas.

Nikkei Futures. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 19365 untuk memicu skenario koreksi bearish lebih lanjut mengincar area 19100. Resisten terdekat tampak di area 19665, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 19800.

Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 267.00, dengan break ke atas area 270.00 akan membuka peluang untuk menguji area 272.30 atau bahkan 276.15. Untuk pergerakan turun, break ke bawah area 267.50 berpotensi mengubah outlook menjadi bearish menuju area 262.10 dalam jangka menengah.




sumber: monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.


Thursday, April 30, 2015

daily analis 30 apr 2015


GBPUSDH4
 

Market Review

Outlook Kenaikan Suku Bunga Antar Sterling Perpanjang Reli. Reli Poundsterling terhadap Dollar berlanjut di sesi ketujuh di tengah semakin sempitnya perbedaan outlook kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) dengan Federal Reserve. Poundsterling tidak menahan diri dalam mencetak reli terpanjang dalam tiga tahun terhadap Dollar AS. Sterling terus merangkak naik ke level tertinggi dalam delapan pekan terhadap Dollar. Morgan Stanley memprediksi BoE akan menaikkan suku bunga secepatnya 12 bulan mendatang, empat bulan setelah Federal Reserve. Bulan lalu, prediksi kenaikan suku bunga Inggris dengan AS selisih 10 bulan. Semakin sempitnya outlook kenaikan suku bunga pertama kalinya untuk AS dan Inggris memberikan dukungan pada perdagangan Sterling. Sterling menambahkan gain setelah laporan GDP AS di kuartal pertama naik 0,2% sementara GDP kuartal pertama Inggris berekspansi sedikit lebih tinggi menjadi 0,3%. 

Data GDP AS Mengecewakan Dollar. Dollar anjlok ke level rendah 8-pekan pada hari Rabu pasca data menunjukkan perekonomian AS bertumbuh jauh lebih lambat dari estimasi pada kuartal pertama, menguatkan pandangan adanya laju kenaikan suku bunga yang bertahap oleh Federal Reserve. Sementara itu, The Fed memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh secara moderat meski pertumnbuhan ekonomi di kuartal pertama rendah, dan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006. Pernyataan tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni masih terbuka, namun data-data yang dirilis sebelumnya kurang mendukung hal tersebut.

Kiwi Labil Merespon Data Ekonomi. Kiwi berfluktuasi terhadap Greenback setelah laporan ekonomi mixed dari Selandia Baru.Surplus perdagangan Selandia baru melebar menjadi 631 juta NZD dari 50 juta NZD di bulan sebelumnya. Analis memprediksi surplus perdagangan akan melebar menjadi 315 juta NZD untuk bulan Maret. Walau performa bulanannya memuaskan, namun neraca perdagangan tahunannya menurun menjadi defisit 2,4 miliar NZD, defisit perdagangan terbesar sejak pertengahan tahun 2009. Perekonomian Selandia Baru masih menghadapi tantangan utama penguatan mata uang serta tingginya harga rumah. Laporan lain dari ANZ menunjukkan tingkat kepercayaan Selandia Baru menurun ke level 30.2 di bulan April dari level 35.8 di bulan Maret.

Investasi Bisnis, Ekspor Hadang Laju Pertumbuhan Ekonomi AS. Perekonomian AS hampir tidak bertumbuh pada kuartal pertama, tertekan oleh penurunan tingkat investasi bisnis dan ekspor pasca penurunan harga minyak dan dollar menguat. Gross domestic product, volume semua barang dan jasa yang diproduksi, naik pada laju tahunan sebesar 0.2%, menyusul laju sebesar 2.2% pada kuartal sebelumnya, menurut data Departemen Perdagangan hari Rabu di Washington. Hasil survey Bloomberg menunjukkan proyeksi untuk kenaikan sebesar 1%. Tingkat belanja konsumen, bagian terbesar perekonomian, naik sebesar 1.9%, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi.

 Earnings Kurang Mengesankan, Asia Ditutup Negatif. Mayoritas saham Asia diperdagangkan melemah pada hari Rabu, seiring investor mencerna beberapa earnings perusahaan di kawasan Asia dan menantikan pengumuman kebijakan terbaru dari Federal Reserve untuk memperoleh petunjuk tentang kenaikan suku bunga di AS. Sempat tertekan oleh earnings sektor keuangan yang lemah, indeks Shanghai Composite ditutup flat seiring investor merespon berita yang menyebutkan jika People's Bank of China mungkin akan mengijinkan bank komersial untuk menggunakan obligasi pemerintah daerah sebagai jaminan likuiditas via skema Pledged Supplementary Lending (PSL). Indeks Hang Seng melemah 0,7% pasca regulator sekuritas China memperingatkan tentang resiko dari kenaikan tajam baru-baru ini. Indeks KOSPI ditutup 0,2% lebih rendah, melanjutkan penurunan untuk hari ke-4 beruntun, seiring penurunan saham perusahaan besar seperti Kepco dan Hyundai Motor mengimbangi kenaikan saham Samsung Electronics. Sementara pasar saham Jepang ditutup untuk liburan Showa Day.

Bursa Eropa Diterpa Aksi Jual Akibat Penguatan Euro. Bursa saham Eropa merosot pada hari Rabu, investor merespon penguatan tajam euro terhadap dollar menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS yang berlangsung selama dua hari. Indeks DAX 30 Jerman yang diuntungkan oleh pelemahan euro tahun ini, merosot 378,94 poin atau 3,2% menjadi 11432,72. Berdasarkan data dari FactSet, persentase penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak 3 Maret 2014. Dari Paris, indeks CAC 40 anjlok 2,6% menjadi 5039,39, merupakan penurunan harian terbesar sejak bulan Januari. Sementara indeks FTSE 100 Inggris turun 1,2% menjadi 6946,28 dengan seluruh sektor mencatat penurunan. Masih menurut FactSet, persentase penurunan FTSE merupakan yang terbesar sejak 31 Maret lalu.

Wall Street Masih Lemah Paska Pernyataan The Fed. Bursa saham AS berjangka bertahan di teritori negative hari Kamis setelah pernyataan Federal Reserve memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga acuan masih terbuka peluang dalam beberapa bulan mendatang, meskipun timing kenaikan suku bunga The fed masih belum dapat dipastikan. Setelah melakukan rapat FOMC selama 2 hari, The Fed menyatakan bahwa pelambatan ekonomi yang tampak selama Q1 2015 hanya bersifat sementara, mengindikasikan bahwa bank sentral masih berpeluang menaikkan suku bunga. Bursa Wall Street melemah setelah pertumbuhan ekonomi AS menunjukkan pelambatan sepanjang kwartal pertama. Indeks S&P 500 melemah 7,91 poin atau 0,4% menjadi 2.106,85. Indeks Dow Jones turun 47,61 poin atau 0,4% menjadi 18.035,53. Dan Nasdaq mengkahiri perdahangan dengan kehilangan 31,78 poin atau 0,6% menjadi 5.023.

Emas Melemah Merespon Hasil Rapat Kebijakan The Fed. Emas melemah pada hari Rabu setelah menyentuh level tertinggi 3 pekan pada sesi sebelumnya. Logam mulia tersebut bergerak turun mendekati level $1.200 per troy ons setelah hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni. Penguatan emas sebelumnya terbantu oleh serangkaian data ekonomi yang mengecewakan dari AS yang membuat dollar melemah, dan menjadi sinyal melambatnya momentum pertumbuhan ekonomi AS. Selama perdagangan Rabu, data pertumbuhan ekonomi AS yang lebbih rendah dari ekspektasi membuat dollar melemah, sehingga membatasi penurunan emas.

Minyak Rally, Ditutup di Atas Level $58 per Barel. Minyak mentah berakhir di atas level $58 per barel pada hari Rabu, dan menjadi level tertinggi sepanjang tahun ini. Harga minyak terdorong naik setelah data dari pemerintah AS menunjukkan penurunan persediaan minyak di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma. Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak AS naik lebih rendah dari ekspektasi sepanjang pekan lalu juga memberikan sentimen positif bagi minyak. Persediaan minyak AS pada pekan lalu naik ke rekor tertinggi dalam 16 pekan beruntun, namun kenaikan 1,9 juta barel masih lebih rendah dari laporan American Petroleum Institute hari sebelumnya sebesar 4,2 juta barel, dan survei dari Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 2,3 juta barel. Persediaan di Chusing, turun sebanyak 514.000 barel, menjadi penurunan pertama sejak bulan November.
 
Pertumbuhan Laba Twitter Bergantung Pada Penjualan Iklan. Melambatnya revenue Twitter Incs dan pertumbuhan pelanggan baru Twitter menimbulkan keraguan apakah perusahaan jejaring social tersebut dapat memperbanyak jumlah pengiklan pada platform Twitter di jangka pendek. Saham Twittter Alhasil Twitter mengeluarkan peringatan bahwa petumbuhan user Twitter akan lebih lambat di bulan April, yang memicu kejatuhan saham CFD Twitter sekitar 5.2% pada hari Rabu kemarin. Twitter telah melakukan sejumlah perubahan produknya agar dapat mendongkrak pertumbuhan user, namun angka pelanggan Twitter hanya tumbuh 18 persen dibanding tahun sebelumnya, yang sekaligus merupakan pertumbuhan terlambat dalam 5 kwartal terakhir. Market value Twitter anjlok 1/5 nya atau setara $5 milyar setelah laporan earnings Q1 yang mengecewakan. Kebanyakan analis berharap produk iklan Twiter yang terbaru, dapat mendorong tingginya pertumbuhan laba di Q1, namun hal tersebut tidak terjadi sesuai perkiraan.

Microsoft Berupaya Menarik Minat Pengembang Apps Android dan Apple. Microsoft Corp berupaya menarik minat pengembang software yang sebelumnya melupakan Windows, pada event developer di San Francisco. Eksekutif Terry Myerson menyatakan di hari Rabu bahwa perusahaannya akan memudahkan pengembang apps untuk memodifikasi apps Android maupun Apple mobile untuk dapat berjalan di smartphone Windows, PC, Tablet atau bahkan console Xbox. Bahkan membuat adaptasi apps tersebut untuk Windows akan lebih simple dan cepat. Langkah ini merupakan moment penting bagi Microsoft, dimana perusahaan menarik para coders yang menjauhi Windows dan lebih memilih Android dan Apple Inc dalam beberapa tahun terakhir. Sehingga langkah terbaru Microsoft mengindikasikan bahwa Microsoft bersedia untuk mengambil langkah- langkah yang drastic untuk menyesuaikan diri dalam dunia multiplatform dan semakin mobile.




Technical Outlook

EUR/USD. Bias bullish untuk jangka pendek namun indikator RSI dan stochastic yang terlihat berada di area jenuh beli dalam grafik 4-jam menandai potensi koreksi. Momentum bullish membutuhkan penembusan resisten 1.1240 sebelum harga dapat membidik resisten berikutnya yang terlihat di kisaran 1.1295 dan 1.1365. Sementara jika harga konsisten bergerak turun lebih rendah dari support 1.1100, dapat memicu momentum bearish dengan support terdekat terlihat di area 1.1050 dan 1.0950.

GBP/USD. Bias bullish untuk jangka pendek namun waspada potensi koreksi seiring indikator stochastic dan RSI terlihat di area jenuh jual dalam grafik 4-jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran 1.5560 dan penembusan area ini dapat memberikan dorongan penguatan untuk selanjutnya menargetkan area 1.5615 dan 1.5670. Sebaliknya, tren pelemahan membutuhkan konfirmasi penembusan support 1.5405, untuk menargetkan support berikutnya 1.5330 dan 1.5240.

USD/JPY. Bias bearish untuk jangka pendek didukung sinyal bearish dari indikator MACD, stochastic, dan RSI dalam grafik 4-jam. Penembusan support 118.30 berpotensi memberikan tekanan tambahan pada harga, utnuk menargetkan support berikutnya 117.85 atau bahkan 117.10. Sementara penembusan resisten 119.30 seharusnya dapat memicu momentum penguatan untuk membidik area 119.80 - 120.30.

USD/CHF. Bias bearish setelah harga menembus ke bawah area 0.9400, menuju area 0.9290 sebagai support terdekat sebelum menguji area 0.9170. Sementara itu, resisten terdekat ada pada area 0.9400, break kembali ke atas area tersebut dapat memicu rebound bullish lanjutan kembali ke atas area 0.9500. Secara keseluruhan kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah area 0.9500.

 AUD/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek, menuju target bullish terdekat di sekitar area 0.9135. Diperlukan break ke atas area tersebut untuk melanjutkan outlook bullish menuju area 0.9300. Sementara itu, RSI dan stochastic masih berada dalam kondisi overbought, yang mana berpotensi memicu koreksi bearish kembali ke area 0.7910 atau bahkan area 0.7845.

XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 1197, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 1212. Penembusan di bawah area 1197 akan membawa harga turun menuju untuk menguji area 1188. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 1212 seharusnya memicu momentum bullish untuk menguji area 1220.

Hang Seng Futures.konsisten diatas area 28350 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 28550. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 28160, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 27900 sebelum melanjutkan recovery ke atas.

Nikkei Futures. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 19665 untuk memicu skenario koreksi bearish lebih lanjut mengincar area 19500. Resisten terdekat tampak di area 19810, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 19915.

Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 267.50, dengan break ke atas area 270.00 akan membuka peluang untuk menguji area 272.30 atau bahkan 276.15. Untuk pergerakan turun, break ke bawah area 267.50 berpotensi mengubah outlook menjadi bearish menuju area 262.10 dalam jangka menengah.




sumber: monexnews
 
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Wednesday, April 29, 2015

daily analis 29 apr 2015

XAUUSDH4
Market Review

Konservatif Unggul Dalam Survei, Sterling Melesat. Sterling meroket ke atas level $1.52 untuk pertama kalinya dalam tujuh pekan setelah sebuah survei menunjukkan partai Konservatif yang sedang berkuasa unggul enam poin dibandingkan oposisi partai Buruh, 10 hari sebelum pemilu dimulai. Survei, yang didanai Michael Ashcroft, menunjukkan partai Konservatif unggul 36% dibandingkan partai Buruh yang mendapatkan dukungan sebesar 30%. Pasar cenderung memilih pemerintahan Konservatif daripada sayap kiri- tengah Buruh. Sterling juga mendapatkan dukungan ekspektasi waktu kenaikan suku bunga, yang kini diprediksi akan dilaksanakan secepatnya awal tahun depan.

Yen Melemah Terhadap Dollar Sebelum Rapat Bank Sentral. Dollar AS menguat terhadap Yen sebelum rapat kebijakan moneter bank sentral di Amerika Serikat dan di Jepang pertengahan pekan, serta pemangkasan peringkat kredit Jepang oleh Fitch Ratings. Pertemuan Bank of Japan (BoJ) dijadwalkan pada hari Kamis, setelah Federal Reserve mempublikasikan pernyataannya. Pasar memprediksi tidak ada perubahan untuk kebijakan moneter yang berjalan di Jepang. Namun, proyeksi inflasi yang dibahas saat pertemuan akan beri pengaruh besar pada kebijakan gubernur Haruhiko Kuroda. BoJ diprediksi akan melonggarkan kebijakan moneternya tahun ini jika pemangkasan untuk prediksi inflasi untuk tahun 2015 lebih besar dari prediksi. Fitch memangkas peringkat obligasi Jepang dari A plus menjadi A, berdasarkan kegagalan negara perekonomian terbesar keempat dunia tersebut dalam menutup dampak kerugian dari kebijakan kenaikan pajak konsumsi tahun lalu.

Euro Sambut Baik Langkah Yunani. Euro menguat ke level tinggi 3-pekan terhadap dollar pada hari Senin, dalam optimisme mengenai prospek kesepakatan Yunani pasca pemerintahnya merombak tim negosiasi bailout miliknya untuk mencapai kesepakatan dengan pihak kreditur mengenai tambahan bantuan guna menghindari default. Yunani nampak akan kehabisan uang pekan depan. Pada hari Senin, Perdana Menteri Alexis Tsipras menunjuk Wakil Menteri Luar Negeri Euclid Tsakalotos, ekonom yang disukai oleh pejabat representatif dari kreditur, memberikannya peran aktif dalam negosiasi. hal tersebut akan mengesampingkan Menteri Keuangan Yanis Varoufakis yang selama ini sangat aktif pada tim negosiasi Yunani. Tim di bawah pimpinan Varoufakis tidak dapat membuahkan hasil dari pertemuan Eurogroup di Riga hari Jumat.
Laju Aktivitas Sektor Jasa AS Melambat di Bulan April. Eskpansi sektor jasa AS sedikit melambat di bulan April dari level tinggi 7-bulan pada bulan Maret lalu akibat penurunan pada pertumbuhan usaha baru, namun laju perekrutan pada sektor jasa berakselarasi ke level tertinggi tertingi sejak Juni tahun lalu, menurut hasil laporan industri pada hari Rabu. Markit mengatakan PMI sektor jasa turun menjadi 57.8 di bulan April dari 59.2 di bulan Maret, yang merupakan level tertinggi sejak Agustus. Angka di atas 50 mensinyalkan ekspansi pada aktivitas perekonomian. Indeks pekerjaan pada perusahaan jasa naik ke level tinggi 10-bulan pada 55.4 dari 54.0 di bulan Maret.

Asia Mixed, Indeks Shanghai Menyentuh Level Puncak 7-Tahun. Bursa China melonjak ke level tertinggi beberapa tahun pada hari Senin seiring kewaspadaan menjelang rapat kebijakan 2 bank sentral utama membebani sentimen di sebagian besar pasar Asia. Federal Reserve AS akan memulai pertemuan kebijakan 2- hari pada hari Selasa, sedangkan Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan terbaru pada hari Kamis. Shanghai Composite melesat lebih dari 2% ke level puncak 7-tahun. Sementara indeks Hang Seng melonjak lebih dari 1,5% ke level tertinggi sejak Desember 2007, didorong oleh lonjakan 5% saham HSBC. Indeks Nikkei Jepang tergelincir sekitar 0,2% untuk ditutup di bawah level krusial 20.000 seiring investor menantikan laporan laba kuartal pertama dari perusahaan-perusahaan besar seperti Canon dan Fanuc. Sementara indeks KOSPI Korea Selatan memupus penguatan di awal sesi dan ditutup 0,1% lebih rendah, terseret oleh penurunan 1% saham Samsung Electronics.

Yunani Reshuffle Negosiator Utang, Bursa Eropa Menguat. Bursa saham Eropa ditutup menguat pada hari Senin, sentimen investor terdorong oleh berita PM Yunani, Alexis Tsipras, melakukan reshuffle tim negosiator untuk merundingkan masalah utang dengan krediturnya. Wall Street Journal melaporkan langkah tersebut dapat mengurangi pengaruh Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis dalam dalam negosiasi, yang selama ini dikritik terlalu lambat. Euclid Tsakalotos, Menteri Luar Negeri Yunani untuk hubungan ekonomi internasional, akan memimpin tim negosiasi yang baru. Indeks DAX 30 Jerman yang di awal perdagangan melemah berbalik rally 1,9% menjadi 12.039,16. Begitu juga dengan indeks CAC Perancis yang berhasil menguat 1,3% menjadi 5.268,91. Dan indeks FTSE 100 Inggris ditutup pada rekor tertimnggi setelah naik 0,5% menjadi 7.103,98.

Wall Street Berbalik Lemah Dibebani Saham Sektor Farmasi. Bursa saham AS berbalik melemah pada sesi perdagangan hari Senin dimotori kejatuhan saham Amgen yang menyeret ketiga indeks utama. Saham bioteknologi telah meroket tajam semenjak pelemahannya di pertengahan Maret, namun ETF berbasis bioteknologi kini anjlok hampir 7% dari level tinggi hari Jumat dengan volume transaksi yang besar seiring para pelaku pasar bersikap wait & see menjelang laporan earnings perusahaan healthcare. Selain itu para investor juga akan menunggu rapat moneter Federal Reserve minggu ini, yang akan dimulai pada hari Selasa besok, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk kapan bank sentral mulai menaikkan suku bunga. Data ekonomi yang dirilis hari Senin menunjukkan bahwa ekspansi sektor jasa AS sedikit melambat di bulan April dari level tertinggi 7-bulan yang diraih pada bulan Maret lalu, penurunan sebagian besar dipicu oleh lambannya pertumbuhan bisnis baru. Indeks S&P 500 melemah 8,76 poin atau 0,4% menjadi 2108,93. Nasdaq berakhir 31,84 poin lebih rendah atau 0, menjadi 5060,25. Dan Dow Jones turun 42,17 poin atau 0,2% menjadi 18037,97.

Emas Catat Penguatan Harian Terbesar Sejak Januari. Aksi short covering para pelaku pasar pada hari Senin membuat emas mencatat penguatan harian terbesar sejak bulan Januari. Namun investor juga menanti pernyataan kebijakan moneter pada rapat Federal Reserve yang berakhir pada hari Rabu waktu setempat. Banyak investor memperkirakan The Fed akan menunggu lebih lama untuk menaikkan suku bunga, daripada menaikkan di bulan Juni seperti perkiraan sebelumnya. Namun jika ada sinyal The Fed aka menaikkan suku bunga di bulan Juni, emas dapat kembali tertekan.

Minyak Berakhir Melemah. Minyak mentah WTI berakhir melemah pada hari Senin setelah bergerak volatile akibat konflik yang terjadi di Yaman dan penurunan jumlah rig yang beroperasi mampu menahan penurunan, sementara kenaikan pasokan minyak global membuat pelaku pasar berhati-hati setelah harga minyak menyentuh level tertinggi 2015. Arab Saudi kembali memimpin serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada hari Senin. Sementara data dari Baker Huges menunjukkan jumlah rig AS yang beroperasi turun dalam 20 bulan beruntun, dan berada pada jumlah terendah sejak tahun 2010. Sinyal berlebihnya pasokan minyak global datang dari kabar yang menyebutkan Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan siap menambah pasokan minyak ke China jika diperlukan.

LabCorp Laporkan Penurunan Laba Namun Menaikkan Proyeksi. Laju laba LabCorp melemah akibat biaya restrukturisasi dan biaya lainnya yang berkaitan dengan proses akuisisi, namun perusahaan jasa medis tersebut menaikkan outlook laba meski revenue berpotensi terhambat oleh faktor penguatan Dollar. LabCorp yang berbasis di Burlington, N.C diuntungkan juga oleh aksi akuisisi beberapa waktu lalu. Di Bulan February, perusahaan tersebut mengambil alih perusahaan pengembangan obat Covance Inc senilai $5.7 milyar. Kini perusahaan memperkirakan laju laba naik ke kisaran $7.55 - $7.90 tahun ini, naik dari proyeksi semula $7.35 - $7.70 per lembar saham. LabCorp juga mengurangi target pertumbuhan revenue, seiring dengan apresiasi nilai tukar Dollar. Secara keseluruhan, untuk kwartal yang berakhir 31 Maret, LabCorp melaporkan laba sebesar $700,000, turun dari $113.1 juta, atau setara $1.31 per lembar saham tahun sebelumnya. Jika dihitung di luar biaya restrukturisasi, laba per lembar saham sebenarnya naik ke $1.73 dari $1.51 periode sebelumnya.

Profit Apple Naik Lampaui Estimasi. Laporan laba Apple untuk tahun fiscal kedua yang berakhir pada 28 Maret, dilaporkan lebih tinggi dibanign perkiraan. Laju earnings tumbuh $2.33 eps, lampaui estimasi $2.16 per lembar saham. Sementara revenue meningkat ke $58 milyar, lebih tinggi dibanding perkiraan $56.1 milyar dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya di level $45.6. Meskipun laporan laba Apple yang diperhatikan oleh para investor biasanya terkait penjualan iPhone, namun program buyback saham Apple yang dinaikkan dari $90 milyar ke $140 milyar juga turut disambut positif. Selain itu Apple mengumumkan kenaikan dividen menjadi $0.52 dibanding sebelumnya $0.47. Saham CFD Apple melambung 2.2% paska laporan tersebut.




Technical Outlook

EUR/USD. Bias bullish untuk jangka pendek dengan harga terlihat berada di atas MA 50, 100, dan 20 dalam grafik 4-jam. Bullish MACD juga mendukung bias penguatan terutama jika harga mampu melampaui resisten terdekat di area 1.0920. Resisten selanjutnya terlihat di kisaran 1.0990 dan 1.1050. Sementara tren penurunan dapat terpicu jika harga turun lebih rendah dari support 1.0795, untuk menargetkan support berikutnya di kisaran 1.0740 atau bahkan support kunci 1.0650

GBP/USD. Bias bullish untuk Poundsterling terutama jika harga mampu bergerak lebih tinggi dari resisten 1.5280, untuk membidik resisten berikutnya di kisaran 1.5355 atau bahkan kunci resisten di area 1.5420. Indikator stochastic naik tajam di area jenuh beli mengindikasikan koreksi untuk jangka pendek. Penembusan support 1.5120 dapat memicu momentum pelemahan, untuk menargetkan area support berikutnya 1.5055 – 1.4980.

USD/JPY. Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat terlihat di area 118.75 dan penembusan support ini dapat memicu momentum bearish lanjutan untuk menargetkan area 118.30 dan 117.80. Sementara momentum bullish membutuhkan konfirmasi penembusan resisten terdekat pada kisaran 119.55 sebelum dapat mendekati area yang lebih tinggi pada kisaran 119.95 dan 120.35.

USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek, menguji support terdekat di sekitar area 0.9475. Dibutuhkan break ke bawah area ini untuk memicu tekanan bearish lanjutan menuju area 0.9400. Kami masih lebih memilih outlook bullish dalam jangka panjang selama harga bertahan di atas area 0.9400. Resisten terdekat ada pada area 0.9580, break ke atas area ini akan mendorong harga naik untuk menuju area 0.9635 atau bahkan kembali menguji area 0.9720.

AUD/USD. Bias masih bullish dalam jangka pendek, menuju area 0.7910, dengan break ke atas area ini akan membuka peluang untuk bergerak naik kembali ke atas area 0.8000. Untuk pergerakan turun, support terdekat ada pada area 0.7820, break ke bawah area ini akan memicu koreksi bearish kembali ke area 0.7715 dan mengubah bias menjadi netral untuk bergerak sideways dalam waktu dekat. 

XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 1208. Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut untuk menguji area 1216. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 1196, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 1187.

Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus lagi secara konsisten diatas area 28630 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 28900. Di sisi bawanya, support terdekat tampak di area 28300, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 27900.

Nikkei Futures. Bias intraday masih bullish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 20140 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 20370. Di sisi bawahnya, hanya penembusan konsisten dibawah area 19900 dapat menambah tekanan bearish kemungkinan mengincar area support 19690 sebelum dapat terpantul ke atas kembali.

Kospi Futures. Kospi berada dalam fase koreksi bearish setelah mencetak rekor tinggi di sekitar area 276.15 pekan lalu. Break ke bawah area 270.00 dapat memicu koreksi bearish lanjutan menuju area 267.50. Untuk pergerakan naik, diperlukan break ke atas area 272.30 untuk menambah tekanan bullish kembali menguji area 276.15 sebagai level tinggi belakangan ini



sumber: monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading.kami  berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Monday, April 20, 2015

membuat akun demo dimonex

keuntungan transaksi dimonex




CARA MENDAFTAR DEMO


langkah pertama
isi formulir dibawah dengan data anda sebenarnya. beri tanda ceklis pada you agree dibawahnya




langkah kedua
terimakasih telah mendaftar, silahkan periksa email anda untuk mendapatkan informasi aktivasi




langkah ketiga
buka email ini (akun demo link aktivasi)




langkah keempat
klik tulisan link berikut (warna biru) untuk aktivasi akun anda




langkah kelima
refresh email anda, karena anda mendapat email baru




langkah keenam
di email tersebut anda akan mendapatkan username & password




langkah ketujuh
masukan username & password


langkah kedelapan
selamat, anda telah berada di web monex pribadi anda


silahkan anda mencoba buka demo sekarang dengan klik disini
untuk informasi lebih lengkap disertai dengan video, klik disni

Friday, April 17, 2015

daily analis 17 apr 2015

 AUDUSDH1

Market Review
 Data Variatif, Dollar Melanjutkan Pelemahan. Dollar melanjutkan pelemahan terhadap mayoritas mata uang utama pada hari Kamis setelah data AS dirilis variatif, menimbulkan keraguan akan kekuatan ekonomi AS dan waktu kenaikan suku bunga. Jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat pada pekan yang berakhir 11 April. Data terpisah menunjukkan jumlah ijin membangun yang dikeluarkan pada bulan Maret menurun, sementara Federal Reserve Philadelphia melaporkan indeks aktivitas manufaktur di wilayahnya naik ke level tertinggi empat bulan 7,5 di bulan ini, dari bulan Maret 5,0, dan lebih tinggi dari
ekspektasi analis 6,5.
 
 Aussie Melonjak Pasca Kejutan Data Tenaga Kerja. Dollar Australia menunjukkan pergerakan paling besar diantara mata uang utama lainnya di hari Kamis, melambung lebih dari 1 persen setelah data tenaga kerja domestik naik lampaui estimasi, sementara Dollar AS justru berada dalam tekanan setelah bergerak volatile sepanjang minggu ini. Aussie sendiri berada dalam trend bearish dalam 18 bulan terakhir, anjlok ke titik terendah 6-tahun seiring berakhirnya booming investasi pertambangan menimbulkan kekhawatiran prospek pertumbuhan Australia. Selain itu hambatan juga datang dari sinyal pelambatan ekonomi China, yang merupakan pangsa pasar utama ekspor Australia.
 
 Sterling Sentuh Level Tinggi 4-Pekan vs Euro Akibat Kecemasan Yunani. Poundsterling melejit ke level tertinggi dalam 4 pekan terakhir terhadap mata uang Euro di hari Kamis, seiring kecemasan default hutang Yunani membebani kinerja mata uang tunggal. Pejabat resmi Yunani dikabarkan telah mengajukan penundaan pembayaran hutang pada IMF. Yield obligasi Yunani juga meroket lebih dari 200 basis point setelah MenKeu Jerman memberikan sinyal bahwa kecil peluang tercapainya kesepakatan bailout bagi Yunani di pekan depan. Selain itu langkah Standard & poor’s memangkas rating kredit Yunani juga menambah tekanan bagi Euro, ditambah penurunan yield obligasi Jerman paska rapat moneter ECB yang condong dovish.
 
 Klaim Pengangguran AS Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan. Jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi enam pekan pada minggu lalu. Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim tunjangan pengangguran naik menjadi 294.000 pada pekan yang berakhir 11 April dari pekan sebelummnya 282.000 klaim. Ekonom yang disurvei MarketWatch sebelumnya memperkirakan jumlah klaim sebanyak 281.000. Tidak ada faktor khusus yang dikatakan menjadi penyebab kenakan klaim tersebut. Sementara rata-rata klaim 4 pekan naik 250 menjadi 282.750 klaim. Klaim lanjutan dilaporkan turun sebanyak 40.000 menjadi 2,27 juta klaim pada pekan yang berakhir 4 April. Jumlah tersebut merupakan yang terendah sejak bulan Desember tahun 2000. Klaim lanjutan merupakan jumlah warga yang telah menerima tunjangan pengangguran.

 Bursa Asia Ikuti Trend Penguatan Bursa Saham Global. Bursa saham Asia mengikuti rally bursa saham global pada hari Kamis, dengan indeks saham gabungan Shanghai China ditutup pada level tinggi dalam beberapa tahun. Volatilitas masih mewarnai bursa China, dengan indeks gabungan Shanghai berbalik naik 2.7% setelah sempat dibuka melemah. Sementara indeks Hang Seng menghapus penurunan untuk diperdagangkan menguat 0.4% menjelang penutupan hari Kamis. Bursa saham Jepang diperdagangkan flat, berhasil pulih pasca menyentuh level terendah sejak 8 April pada awal sesi. Indeks Nikkei225 Jepang diperdagangkan tanpa arah yang jelas setelah menembus level psikologis penting 20,000 pekan lalu, akibat aksi profit-taking dan data GDP China yang dirilis Rabu kemarin. Indeks Kospi Korea Selatan rally lebih dari 1% untuk ditutup pada level tinggi 3-1/2-tahun, dipicu oleh aksi beli investor asing.
 
 Bursa Saham Eropa Melorot Karena Earnings, Krisis Yunani Memburuk. Bursa saham Eropa ditutup lebih rendah pada hari Kamis setelah laporan earnings kuartal pertama yang hasilnya mixed dan outlook ekonomi Yunani yang terus memburuk. Indeks DAX Jerman mengalami kerugian besar dan ditutup turun sekitar 1.9%, menjadi 11,998.86. Sementara itu indeks FTSE 100 melemah 0.5% menjadi 7,060.45 pada penutupan di London, setelah kemarin mencapai rekor tertinggi di 7,096.78. Yunani pada hari Kamis menjadi fokus perhatian investor setelah situasi ekonomi negara tersebut memburuk yang membuat lembaga pemberi peringkat Standard & Poor memangkas peringkat kredit mereka menjadi CCC+ dari B-.
 
 Wall St Gagal Memanfaatkan Momentum Kenaikan Harga Minyak. Wall Street ditutup melemah pada hari Kamis seiring saham gagal memanfaatkan momentum dari kenaikan harga minyak, di tengah fokus investor yang tertuju ke earnings. Minyak kembali mencatat harga penutupan tertinggi untuk tahun ini, seiring eskalasi ketegangan di Yaman memacu kecemasan tentang gangguan pasokan. Di sisi earnings, Citigroup melaporkan pertumbuhan laba bersih yang solid kendati pendapatan meleset dari harapan. Goldman Sachs juga sukses melampaui estimasi laba dan pendapatan, terbantu oleh lonjakan aktivitas perdagangan di bulan Januari. Sementara data ekonomi mixed turut membebani sentimen pasar. Angka klaim awal pengangguran dilaporkan bertambah menjadi 294.000 pekan lalu. Sementara indeks prospek bisnis Fed Philadelphia untuk bulan April naik menjadi 7,5. Dow Jones Industrial Average tergelincir 0,04%, dipimpin oleh saham Merck. S&P500 ditutup turun 0,08%, dengan sektor utilitas mencatat kinerja terlemah di antara 7 sektor utama. Sedangkan Nasdaq Composite ditutup 0,06% lebih rendah.
 
 Minyak Cetak Penguatan Sebesar 12% Selama 5 Sesi Beruntun. Harga minyak mentah menghapus pelemahan di awal perdagangan hari Kamis untuk mencatat kenaikan 5 sesi beruntun setelah kenaikan suplai minyak mentah mingguan AS yang lebih kecil dari perkiraan dipandang sebagai tanda-tanda perlambatan dalam produksi AS. Para trader juga mencerna rincian dari laporan minyak bulanan terbaru dari OPEC, yang termasuk ekspektasi untuk kenaikan permintaan untuk minyak yang dihasilkan kelompok tersebut. Harga minyak pengiriman bulan Mei menguat 32 sen, atau 0.6%, untuk berakhir di $56.71 per barel di Nymex, itu adalah level tertinggi baru untuk tahun ini. Pada hari Rabu, harga naik 5.8% setelah laporan pemerintah AS menunjukkan kenakan dalam cadangan minyak mentah mingguan yang kurang daru setengan yang pasar lihat.
 
 Emas Berjangka Berakhir Rendah, Namun Dekat $1,200. Harga emas berjangka berakhir rendah pada hari Kamis, namun bertahan di dekat level kunci $1,200/onz, mendapatkan beberapa dukungan dari pelemahan dollar AS seiring investor mempertimbangkan serangkaian data ekonomi terbaru AS dan perkembangan yang terkait dengan hutang Yunani. Harga emas untuk kontrak bulan Juni di Comex turun $3.30, atau 0.3%, untuk berakhir di $1,198/onz setelah sempat menyentuh level terendah intraday di $1,194.30. Richard Gotterer, direktur dan penasihat keuangan senior di Wescott Financial Advisory Group mengatakan bahwa emas tampaknya terjebak diantara bebatuan dan tempat yang keras di tengah investor mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga di AS dalam waktu dekat terhadap peristiwa yang sedang berlangsung di Yunani.

 Citigroup Sukses Lampaui Estimasi Laba. Citigroup Inc. sukses melampaui estimasi dengan melaporkan lonjakan laba kuartal pertama sebesar 21%, terbantu oleh pemangkasan biaya dan kenaikan pendapatan investasi perbankan. Bank yang berbasis di New York itu pada hari Kamis melaporkan perolehan laba $4,77 milyar atau $1,51 per saham, dibandingkan dengan laba $3,94 milyar atau $1,23 per saham pada periode yang sama tahun 2014. Laba disesuaikan tercatat sebesar $1,52 per saham pada periode terbaru, melampaui estimasi analis yang sebesar $1,39 per saham. Namun pendapatan dilaporkan menyusut 2,3% menjadi $19,74 milyar, lebih rendah dari perkiraan $19,82 milyar. Citigroup, di bawah Chief Executive Michael Corbat, telah berupaya untuk mengurangi unit bisnis perifer, menyelesaikan masalah hukum dan memperbaiki hubungan dengan regulator. Pada bulan lalu Citi juga telah menjual unit pinjaman subprime OneMain Financial kepada Springleaf Holdings Inc., serta mengumumkan kenaikan dividen untuk pertama kali sejak krisis keuangan setelah lulus stress test tahunan Federal Reserve.
 
 FDA Setujui Obat Gagal Jantung Produksi Amgen. Food and Drug Administration AS telah menyetujui obat gagal jantung produksi Amgen Inc., Corlanor, untuk mendapat prioritas peninjauan pada bulan Agustus mendatang. Obat itu merupakan obat oral yang ditujukan untuk mengatur denyut jantung dan mengurangi resiko pada pasien rawat inap akibat memburuknya kondisi jantung, atau gagal jantung kronis yang disebabkan oleh pelemahan otot bagian bawah-kiri jantung. Amgen mengklaim Corlanor merupakan obat gagal jantung baru yang pertama disetujui oleh FDA dalam hampir satu dekade. Menurut perusahaan, pengobatan gagal jantung di AS menghabiskan sekitar $31 milyar setiap tahun dengan mayoritas biaya yang berhubungan dengan rawat inap. Kondisi itu telah mempengaruhi sekitar 5,7 juta orang di AS, dengan sekitar setengah dari mereka telah mengalami penurunan fungsi ventrikel kiri, menurut pernyataan FDA.
 



Technical Outlook
 
 EUR/USD. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 1.0770 untuk memicu tekanan bullish mengincar area resisten 1.0850 – 1.0870. Support terdekat tampak di area 1.0630, anjlok secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.0595.
 
 GBP/USD. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1.4955 untuk memicu momentum bullish mengincar area 1.5035. Support terdekat tampak di area 1.4830, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.4750 di jangka pendek.
 
 USD/JPY. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 118.85 untuk memicu momentum bearish mengincar area 118.30. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 119.70, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 120.20 sebelum melanjutkan trend pelemahan.
 
 USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 0.9520, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 0.9635. Penembusan di bawah area 0.9520 seharusnya memicu momentum bearish untuk menguji area 0.9480, sebelum membidik area 0.9440. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 0.9635 akan membawa harga naik menuju area 0.9700.

 AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.7820. Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut untuk menguji area 0.7880. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 0.7720, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 0.7665.
 
 XAU/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1203 (fibonancci 23.6%) dan 1196 (fibonancci 50.0%) pada grafik 1 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break dia atas area 1203, seharusnya dapat memicu bullish lebih lanjut menargetkan ke area 1209. Dan untuk sisi bawahnya, jika harga dapat break di bawah area 1196, harga dapat menguji ke area 1183 sebagai level support selanjutnya.
 
 Hang Seng Futures. Mengacu dari grafik 4-jam, bias cenderung bullish meskipun masih dibutuhkan break konsisten di atas area 27855 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 27990 atau bahkan area 28200. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 27630 akan bertindak sebagai support terdekat. Break kembali di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 27455.
 
 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish terutama jika harga mampu break konsisten di bawah area 19785. Yang akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 19705, sebelum mengincar area 19630. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 19880 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Clear break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 19975.
 
 Kospi Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek untuk Kospi seiring harga tetap di tutup di atas MA 50-100-200 di grafik 1 jam. Level resisten terdekat berada dikisaran area 270.00, break di atas area tersebut, harga dapat bergerak lebih tinggi menuju ke area 271.30 sebelum mengklaim ke area kunci resisten di 273.00. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 268.30, break di bawah area tersebut harga dapat bearish lebih lanjut menuju ke area 267.45 sebelum menguji ulang ke area kunci support di 266.10.




sumber : monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Thursday, April 16, 2015

daily analis 16 apr 2015

AUDUSDH1




Market Review

 Euro Anjlok Akibat Komitmen ECB Pada QE Meski Ekonomi Membaik. Nilai tukar Euro anjlok di hari Rabu, setelah Bank sentral Eropa mempertahankan level suku bunga acuan tidak berubah sesuai perkiraan, sekaligus menegaskan kebijakan moneter dengan bias dovish meski terdapat pemulihan aktivitas ekonomi. Pada rapat moneter Rabu kemarin, ECB memutuskan untuk tidak merubah refinancing rate, yang menentukan bunga kredit ekonomi di level 0.05%, selain itu ECB mempertahankan level suku bunga deposit di -0.20%, yang berarti berbagai bank justru harus membayar bunga jika memarkir dana nya.
 
 Sterling Melemah vs Dollar, Fokus Pada Hasil Polling. Sterling melemah tipis terhadap Dollar di hari Rabu, namun masih stabil sekitar 2 sen diatas level terendah Poundsterling dalam 5 tahun terakhir yang sempat diraih di awal pekan ini akibat kecemasan imbas negatif pemilu Inggris pada bulan depan. Meskipun sejauh ini belum tampak pada posisi hedging para pelaku pasar keuangan atas potensi volatilitas yang melonjak tajam menjelang hasil poling 7 Mei, dimana diperkirakan tidak dapat menunjukkan voting mayoritas kandidat pemenang pemilu. Alih-alih nilai tukar Poundsterling masih cukup stabil dalam 2 bulan terakhir, dan secara keseluruhan masih menguat 1 persen sepanjang tahun ini. Potensi katalis negatif lainnya adalah prospek ekonomi Inggris yang tidak terlalu positif terlepas dari pemenang pemilu Inggris. Laju inflasi utama Inggris beberapa waktu lalu dirilis di level nol persen untuk dua bulan berturut-turut, sementara indikator makro ekonomi lainnya cenderung lebih lemah dibanding estimasi, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga di pertengahan tahun depan mulai memudar.
 
 Proyeksi BoC Melambungkan Loonie. Dollar Kanada menguat tajam setelah Gubernur Bank of Canada, Stephen Poloz mempertahankan suku bunga acuan ditengah sinyal meredanya tekanan yang ditimbulkan oleh kemerosotan harga minyak. Dalam laporkan kebijakan monter, Poloz mengatakan pemangkasan suku bunga sebelumnya mampu melindungi ekonomi dari tekanan akibat kemerosotan harga minyak yang merupakan komoditas ekspor utama Kanada, dan memproyeksikan laju pertumbuhan lebih tinggi pada tahun depan. BOC menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 1,9% dari sebelumnya 2,1% akibat penurunan investasi yang terkait dengan minyak. Bank sentral tersebut juga menaikkan proyeksi inflasi 2% akan tercapai pada kuartal pertama tahun 2016, dari proyeksi sebelumnya pada kuartal ke-empat 2016.
 
 Produksi Industri AS Merosot di Bulan Maret. Federal Reserve melaporkan produksi industri AS bulan Maret turun 0,6% dari bulan sebelumnya yang naik 0,1%. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak bulan Agustus 2012, dan lebih rendah dari ekspektasi penurunan 0,5% oleh para ekonom yang disurvei MarketWatch. Sepanjang kuartal pertama produksi industri turun 1% dari tahun sebelumnya. Seperti yang diperkirakan, output sektor pertambangan dan utilitas mencatat penurunan, sementara output manufaktur naik 0,1%, menjadi kenaikan pertama sejak bulan November. Namun jika tidak memasukkan item kendaraan bermotor dan spare part-nya, output manufaktur menjadi turun.

 Bursa Asia Ditutup Variatif Pasca Data GDP China. Bursa Asia diperdagangkan berfluktuasi pada hari Rabu seiring data ekonomi China menunjukkan perekonomian bertumbuh dengan laju paling lambat sejak krisis keuangan global pada kuartal pertama. Bursa saham China bergejolak pasca data dirilis sebelum akhirnya ditutup turun sebanyak 1.3%. Sementara itu, bursa Hong Kong yang telah rally setelah pasar dibuka kembali setelah libur Paskah, indeks Hang Seng rebound sebanyak 1% pada sesi tengah hari, kembali mendekati level penutupan dalam 7 tahun yang dicapai hari Senin lalu. Indeks nikkei 225 Jepang ditutup melemah pada hari Selasa, kembali menjauh dari level penting psikologis 20,000, yang sempat ditembus untuk pertama kalinya dalam 15 tahun akhir pekan lalu. Indeks Kopsi Korea Selatan ditutup menguat sebanyak 0.4% untuk mencetak rally hari ke-4, mengokohkan posisinya di atas level 2,100.
 
 Bursa Eropa Ditutup Lebih Tinggi Setelah Keputusan ECB. Bursa saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Rabu, tidak berubah setelah European Central (ECB) mengumumkan keputusan kebijakan moneter. Pada indeks negara, indeks DAX Jerman mengurangi penguatannya untuk hampir 4 poin di 12,231.34. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0.3%, menjadi 7,096.78, ini adalah rekor penutupan terbaik, dengan kenaikan untuk saham retailer Burberry Group dan Next PLC Next. Pada pertemuan kebijakan pada hari Rabu, ECB meninggalkan suku bunga tidak berubah, sesuai dengan ekspektasi pasar. Kepala European Central Bank (ECB) Mario Draghi menolak ketakutan dari default Yunani dan penggelembungan di pasar obligasi pada konfrensi pers regulernya di Frankfurt, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga stabil.
 
 Earnings & Harga Minyak Menopang Penguatan Wall St. Wall Street ditutup menguat pada hari Rabu, seiring harga minyak menyentuh level tertinggi tahun ini dan investor mencerna laporan earnings serta data ekonomi. Sektor energi terapresiasi lebih dari 2% setelah laporan EIA menunjukkan kenaikan persediaan mingguan AS yang lebih rendah dari perkiraan. Mood investor turut terbantu oleh earnings yang sebagian besar memperlihatkan hasil positif. Bank of America sukses membukukan laba di kuartal pertama, setelah merugi setahun sebelumnya akibat biaya litigasi sebesar $6 milyar. U.S. Bancorp juga melaporkan laba yang sejalan dengan harapan. Di sisi data, output industri AS bulan Maret dilaporkan turun 0,6% menyusul kenaikan tipis pada bulan Februari. Survey juga menunjukkan pertumbuhan manufaktur di negara bagian New York melemah untuk bulan ke-3 beruntun. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,42%, dipimpin oleh saham Intel. Kinerja cemerlang sektor energi mendorong S&P500 ditutup 0,51% lebih tinggi. Sementara Nasdaq Composite naik 0,68% untuk ditutup di atas level psikologis kunci 5.000.
 
 Harga Minyak WTI Ditutup di Level Tertinggi Tahun Ini. Harga minyak berjangka naik hampir 6% pada hari Rabu seiring kenaikan mingguan yang lebih kecil dari perkiraan pada suplai minyak mentah AS dan tingginya permintaan dari International Energy Agency yang menaikan harga ke level penutupan tertinggi pada tahun ini. Di New York Mercantile Exchange, kontrak minyak bulan Mei melonjak $3.10, atau 5.8% untuk berakhir di $56.39 per barel. Harga minyak berjangka, yang telah naik selama lima sesi hampir 12%, belum pernah berakhir di level tertinggi ini sejak 23 Desember. EIA pada hari Rabu melaporkan bahwa cadangan minyak mentah AS naik sebanyak 1.3 juta barel untuk pekan yang berakhir 10 April.
 
 Emas Pulih Dari Kerugiannya, Klaim Kembali Level $1,200. Harga emas berjangka berakhir lebih tinggi pada hari Rabu, mengembalikan beberapa kerugian yang mereka derita dalam dua sesi perdagangan terakhir untuk kembali mengklaim level $1,200/onz. Laporan ekonomi AS hadir lebih lemah dari perkiraan, yang telah membantu melemahkan dollar AS dan membuat emas menjadi kembali lebih menarik bagi investor. Harga emas AS bulan Juni menguat $8.70, atau 0.7%, untuk settle di $1,201.30/onz di Comex, sehari setelah membuat level penutupan terendah dalam sebulan. Data AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa produksi industri di bulan Maret turun sebesar 0.6%, sedikit di bawah ekspektasi dan merupakan penurunan terbesar sejak Agustus 2012. Indeks manufaktur Empire State di bulan April turun menjadi -1.2, itu adalah level terendah sejak Desember..

 Investasikan $1,4 Juta, Toyota Optimis Penuhi Permintaan di AS & China. Untuk pertama kalinya dalam 3 tahun Toyota Motor Corp. mengumumkan rencana ekspansi produksi, dengan menguraikan strategi yang menempatkan prioritas tinggi pada pertumbuhan di AS dan mengambil pendekatan yang lebih terukur di China. Produsen mobil Jepang itu berencana menginvestasikan sekitar $1 milyar untuk pabrik baru di Meksiko dan $440 juta untuk memperkuat manufaktur di China. Pada pabrik baru di Guanajuato, Meksiko, Toyota berencana memproduksi sekitar 200.000 Corolla per tahun untuk pasar Amerika Utara mulai tahun 2019. Langkah itu sekaligus menghantarkan Toyota bergabung dengan beberapa produsen mobil lainnya yang telah lebih dulu membangun pabrik di Meksiko, dimana tingkat upah tenaga kerja masih rendah dan memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan banyak negara. Sedangkan di China, Toyota menargetkan fasilitas baru di pabrik Guangzhou akan selesai pada tahun 2017 dan akan memproduksi sekitar 100.000 kendaraan per tahun.
 
 Pertumbuhan Pendapatan & Pinjaman Mendorong Laba U.S. Bancorp. U.S. Bancorp pada hari Rabu melaporkan pertumbuhan 2,4% dalam laba kuartal terbaru seiring meningkatnya pendapatan dan rata-rata total kredit, meskipun ukuran utama profitabilitas pinjaman melemah tipis. Bank membukukan laba $1,43 milyar atau 76 sen per saham, naik dari $1,4 milyar atau 73 sen per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan bank yang berbasis di Minneapolis ini juga naik 1,9% menjadi $4,91 milyar. Para analis sebelumnya memprediksi U.S. Bancorp akan meraup laba 76 sen per saham dengan pendapatan $4,95 milyar. Seperti bank regional lainnya, U.S. Bancorp telah dihadapkan pada kondisi yang sulit dimana suku bunga rendah telah membatasi pendapatan bunga dan menekan net interest margin. Chairman dan Chief Executive U.S. Bancorp, Richard Davis, mengatakan bahwa dirinya optimis tingkat suku bunga akan meningkat tahun ini dan akan mendatangkan banyak perbaikan, termasuk metrik margin.






Technical Outlook
 
 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0560 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support kunci 1.0480. Resisten terdekat tampak di area 1.0750, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral mkarena arahnya menjadi kurang jelas di jangka kemungkinan menguji area 1.0825.
 
 GBP/USD. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1.4875 untuk memicu momentum bullish mengincar area 1.4985. Support terdekat tampak di area 1.4710, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.4665 di jangka pendek.
 
 USD/JPY. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 118.60 untuk memicu momentum bearish mengincar area 117.30. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 119.65, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 120.20 sebelum melanjutkan trend pelemahan.
 
 USD/CHF. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 0.9655, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 0.9760. Penembusan di bawah area 0.9655 akan membawa harga turun untuk menguji area 0.9590, sebelum membidik area 0.9560. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas  area 0.9760 seharusnya memicu momentum bullish menuju area 0.9820.

 AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 0.7700. Penembusan di atas area tersebut akan membawa bias ke zona netral, lebih jauh menguji area 0.7780, sebelum menuju 0.7930. Pada
pergerakan ke bawah, support terdekat berada dikisaran 0.7580, penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.7530 sebelum membidik 0.7500.
 
 XAU/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat diantara area 1204 (fibonancci 50.0%) dan 1193 (fibonancci 23.6%) pada grafik 1 jam, diperlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atasnya, break dia atas area 1204, seharusnya dapat memicu bullish lebih lanjut menargetkan ke area 1209. Dan untuk sisi bawahnya, jika harga dapat break di bawah area 1193, harga dapat menguji ke area 1183 sebagai level support selanjutnya..
 
 Hang Seng Futures. Mengacu dari grafik 4-jam, bias cenderung netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 27525 (MA-21) sampai 27855. Break konsisten di atas area 27855 bisa memicu kembali momentum bullish menguji ulang area 27990 atau bahkan area 28200. Sebaliknya, clear break di bawah area 27525 berpotensi menempatkan harga di bawah tekanan bearish menguji area 27345 sebelum mengincar area 27190.
 
 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias netral dengan range perdagangan potensial berkisar antara 19785 sampai 19915 (MA-21). Break di bawah area 19785 berpotensi menempatkan harga di bawah tekanan bearish menguji area 19705, sebelum mengincar area 19610. Sebaliknya, dibutuhkan clear break di atas area 19915 untuk memicu kembali momentum bullish menguji ulang area 19975 atau bahkan area 20040.
 
 Kospi Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek untuk Kospi seiring harga tetap di tutup di atas MA 50-100-200 di grafik 1 jam. Level resisten terdekat berada dikisaran area 267.45, break di atas area tersebut, harga dapat bergerak lebih tinggi menuju ke area 268.40 sebelum mengklaim ke area kunci resisten di 269.30. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 266.10, break di bawah area tersebut harga dapat bearish lebih lanjut menuju ke area 265.00 sebelum menguji ulang ke area kunci support di 263.60.




sumber : monexnews
DISCLAIMER:
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.