tumpukkan emas 1 title

berbisnis emas tidak mesti memiliki fisiknya yang penting adalah nilainya.

Renko EUR/USD 2 title

memahami gerak market dengan menggunakan renko ditambah moving average makin memudahkan trading.

Tumpukkan Dollar 3 title

Berburu Dollar tidak mesti ke amerika, cukup dengan trading dikamar.

Grafik sesuai harga market 4 title

Penggunaan grafik dan ditambah indikator, membuat buka posisi semakin terrencana dan beralasan.

BISNIS OIL ONLINE

bisnis minyak cukup online di android

Penggunaan indikator beberapa moving average bisa menuntun trader masuk market secara long term atau short term.

Tuesday, March 17, 2015

daily analis 17 mar 2015

Market Review 

 Data Penjualan Otomotif Menopang Aussie. Dollar Australia menguat terhadap Greenback, setelah laporan penjualan kendaraan bernotor Australia yang lebih baik, seiring aksi profit-taking investor dari nilai Dollar AS. Biro statistik Australia dalam laporannya menyajikan laporan kenaikan penjualan kendaraan bermotor baru yang naik 2,9% di bulan Februari, setelah di bulan Januari dilaporkan turun 1,5%. Penjualan kendaraan Australia melompat dengan laju tertinggi dalam setidaknya setahun di bulan Februari berkat tingginya permintaan untuk mobil SUV (Sport Utility Vehicles) dan rendahnya harga bahan bakar minyak. 

 Franc Swiss Tertekan Data Ritel Dan PPI. Franc Swiss melemah terhadap Dollar AS setelah data penjualan ritel dan indeks harga produsen (PPI) di awal tahun gagal memuaskan pasar. Data ekonomi hari ini, yang dirilis menjelang pengumuman suku bunga deposit pada hari Kamis 19 Maret, mematahkan prediksi baiknya perekonomian Swiss sekaligus meningkatkan prediksi pemangkasan suku bunga deposit untuk kedua kalinya sejak keputusan mengejutkan Swiss National Bank (SNB) pada pertengahan bulan Januari. Penjualan ritel tahunan Swiss di bulan Januari turun 0,3%, mengecewakan ekspektasi kenaikan 2,6% dan data akhir tahun lalu yang direvisi menjadi lebih rendah dengan kenaikan 1,9% dari peningkatan 2,2% saat laporan dirilis tanggal 6 Februari. PPI Swiss di bulan Februari juga turun 1,4%, penurunan terbesar sejak bulan November 2008, lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 0,4% dan penurunan 0,6% di bulan Januari. 

 Dollar Terkoreksi, Fokus Pada Pertemuan FOMC. Dollar melemah secara luas pada hari Senin, seiring investor mencemaskan bahwa penguatan greenback secara tajam dapat membuat Federal Reserve sedikit lebih berhati-hati untuk menaikkan suku bunga tahun ini. Greenback juga tertekan terhadap euro setelah gubernur bank sentral Italia menunjukkan kecemasannya mengenai laju pelemahan euro menuju level rendah 12-tahun setelah European Central Bank meluncurkan quantitative easing. Menurut analis penguatan greenback mungkin akan terbatas menjelang pengumuman hasil pertemuan kebijakan the Fed pada hari Kamis dini hari nanti. 

 Output Sektor Manufaktur AS Turun di Bulan Februari. Output sektor manufaktur AS turun di bulan Februari untuk ketiga bulan berturut-turut seiring anjloknya tingkat produksi otomotif anjlok, mengacu pada melambatnya pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama. Tingkat produksi pabrik turun sebanyak 0.2% bulan lalu menyusul revisi penurunan sebesar 0.3% di bulan Januari, menurut Federal Reserve pada hari Senin. Tingkat produksi otomotif anjlok sebesar 3.0% bulan lalu. Ekonom memperkirakan output sektor manufaktur naik sebanyak 0.1% di bulan February menyusul kenaikan sebesar 0.2% sebelum direvisi pada bulan Januari

 Sentimen Terbantu Harapan Stimulus, Saham Asia Mixed. Saham China memimpin kenaikan di Asia pada hari Senin, menyentuh level puncak dalam lebih dari 5-tahun, seiring meningkatnya harapan stimulus. Namun ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang lebih awal dan penurunan harga minyak masih membatasi penguatan bursa-bursa Asia lainnya. Indeks Hang Seng naik 0,4% seiring fokus pasar bergeser ke earnings pekan ini, dimana komponen-komponen kelas berat seperti Tencent Holdings Ltd. dan China Mobile Ltd. juga dijadwalkan mengumumkan pendapatan mereka. Sempat menyentuh level tertinggi 15-tahun baru, indeks Nikkei 225 Jepang harus berbalik turun untuk ditutup 0,05% lebih rendah menyusul kejatuhan saham produsen robot industri Fanuc. Investor juga berhati-hati seiring Bank of Japan memulai rapat kebijakan 2 hari. Indeks KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,1% seiring Won tertahan di sekitar level terendah 20-bulan, yang membantu eksportir seperti Hyundai Motor dan Samsung Electronics. 

 Bursa Eropa Melesat, DAX Lewati 12.000. Bursa saham Eropa rally pada hari Senin, bursa saham Jerman mencatat rekor tertinggi yang mencerminkan suntikan likuiditas besar ke pasar setelah European Central Bank mulai menjalankan program pembelian aset secara luas. Penguatan bursa juga terdorong pernyataan pemerintah China pada akhir pekan lalu yang berjanji untuk mendorong pertuumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Indeks CAC Perancis menguat 1% menjadi 5061,16, dan DAX Jerman melonjak 2,2% menjadi 12167,72, untuk kali pertama DAX diperdagangkan di atas level 12.000. Indeks FTSE Inggris naik 0,9% menjadi 6804,08. 

 Saham AS Rebound Ditengah Pelemahan Dollar. Bursa saham AS berjangka menguat di hari Senin, melambung dari kejatuhan hari Jumat pekan lalu seiring pelemahan Dollar terhadap berbagai mata uang utama diikuti penguatan saham regional Eropa. Para pelaku pasar masih terfokus pada rapat kebijakan moneter The Fed yang dimulai hari Selasa, pernyataan The Fed dan Gubernur Fed Yellen melalui konferensi pers di hari Rabu dapat memberikan petunjuk atas laju dan timing kenaikan suku bunga The Fed. Bank sentral diperkirakan akan menghilangkan kata “bersabar” sebelum menaikkan suku bunga acuan, yang berpotensi memicu spekulasi kenaikan suku bunga acuan di bulan Juni. Indeks Dow Jones menguat 1,29% menjadi 17977,42, S&P 500 naik 1,35% menjadi 2081,19, dan Nasdaq menambah 1,19% menjadi 4929,51. 

 Jelang Rapat The Fed, Emas Dekati Level Terendah 3 Bulan. Emas melemah pada hari Senin, diperdagangkan sedikit di atas level terendah dalam tiga bulan terakhir menyusul penguatan bursa Eropa dan ekspektasi rapat Federal Reserve pekan ini akan memberikan petunjuk kenaikan suku bunga di AS. Sentimen investor terhadap emas telah bearish, kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, turun 0,28 ton menjadi 750,67 ton pada hari Jumat. 

 Minyak Turun ke Level Terendah 6 Tahun. Harga minyak mentah AS turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir pada hari Senin, sentimen investor masih terbebani jumlah pasokan minyak. Harga minyak masih tertekan meski Organization of the Petroleum Exporting Countries memperkirakan penurunan produksi minyak AS pada akhir tahun ini. Sementara itu analis Goldman Sachs mengatakan penurunan jumlah rig yang beroperasi hanya berdampak sedikit terhadap penurunan produksi minyak pada kuartal kedua tahun ini.

 Valeant Unggul Dalam Penawaran Merger Salix Pharmaceuticals. Valeant Pharmaceuticals International Inc menaikkan penawaran harga akuisisi Salix Pharmaceuticals Ltd. Sebesar 1 milyar dollar dalam kesepakatan baru yang akhirnya menyingkirkan rival Endo International Plc. Valeant menaikkan pembayaran akuisisi menjadi $173 per lembar saham, atau setara $11.1 milyar, naik $15 dari penawaran $158 harga yang disetujui oleh Salix pada bulan February lalu. Saham CFD Valeant melonjak 2.2% ke level $201.51 per lembar saham, naik tajam dari pelemahan sepanjang pekan lalu akibat adanya penawaran dari Endo. Saham Salix sendiri menguat 2% ke level $172.76. Berbagai produsen obat-obatan terpantau sangat aktif melakukan kesepakatan merger & akuisisi, yang merupakan upaya pemangkasan biaya. 

 Adidas Tidak Perpanjang Kontrak Lisensi NBA. Adidas AG melaporkan di hari Senin tidak akan memperpanjang kerjasama dengan NBA yang akan berakhir pada tahun 2017, setelah eksekutif NBA menyatakan bahwa produsen alat olahraga tersebut akan melelang hak pemasok jersey untuk liga basket AS. NBA dalam beberapa bulan terakhir semakin khawatir pada trend penurunan pangsa pasar Adidas di AS, terutama setelah laju penjualan ritel Adidas anjlok ke peringkat ketiga di tahun lalu, dibawah Nike Inc dan Under Armour Inc. Kesepakatan mendapatkan lisensi di liga basket seperti NBA sangat krusial bagi produsen alat olahraga, yang biasanya dapat dijadikan daya tarik tambahan bagi para pembeli ritel. Di tahun 2012, Nike Inc, mengambil alih supplier baju liga football NFL dari Reebok, yang merupakan anak perusahaan Adidas. Langkah Nike tersebut berhasil mengurangi relevansi Reebok dalam pangsa pasar pakaian olahraga di AS. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias bearish untuk jangka panjang, namun terdapat potensi penguatan pada jangka pendek. Sinyal bearish MACD menandai potensi pelemahan Euro untuk menguji support terdekat 1.0525 sebelum dapat menargetkan harga terendah harian hari Jumat 13 Maret 2015 di area 1.0460. Sementara naiknya indikator stochastic dan RSI membuka peluang penguatan Euro dengan resisten terdekat terlihat di area 1.0640. Penembusan resisten ini berpotensi memberikan dorongan penguatan untuk menguji resisten 1.0680. 

 GBP/USD. Harga berpotensi bearish didukung sinyal bearish MACD pada grafik 4-jam. Poundsterling perlu menembus support 1.4770 (harga terendah harian 21 Juni 2010) untuk mengonfirmasi momentum bearish menargetkan support selanjutnya yang terlihat di kisaran 1.495. Potensi bullish memerlukan penguatan konsisten melampaui area 1.4900 (Fibo 23.6%) agar harga dapat menargetkan resisten selanjutnya du area 1.5025 (MA-50). 

 USD/JPY. Bias bullish untuk perdagangan USD/JPY, dengan sinyal dari indikator stochastic, RSI, dan MACD secara kolektif mendukung potensi bullish. Area 122.05 berpeluang menjadi resisten terdekat, break ke atas area ini akan memberikan dorongan penguatan untuk mengu.ji resisten selanjutnya pada area 123.65. Potensi bearish membutuhkan konfirmasi penembusan MA-50 pada kisaran 120.90 untuk selanjutnya menargetkan MA-100 di area 120.05. 

 USD/CHF. Bias masih bullish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break ke atas area 1.0130 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 1.0240. Sementara untuk pergerakan turun, support terdekat ada pada area 0.9970, break ke bawah area ini dapat memicu koreksi bearish kembali ke area 0.9870. Hanya break ke bawah area ini yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bullish saat ini. 

 AUD/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek, terutama jika harga bertahan di abwah area 0.7700. Dengan break ke bawah area 0.7640 dapat membawa harga turun setidaknya kembali menguji support pada area 0.7650 sebelum menguji area 0.7400. Bagaimanapun juga, break ke atas area 0.7700 dapat memicu rebound bullish lanjutan menuju kembali ke area 0.7735 - 0.7770.

 XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 1146, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 1162. Penembusan di bawah area 1146 akan membawa harga turun menuju untuk menguji kembali area 1138. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 1162 seharusnya memicu momentum bullish untuk menguji area 1170. 

 Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus lagi secara konsisten diatas area 24130 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 24300. Di sisi bawanya, support terdekat tampak di area 23870, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 23670. 

 Nikkei Futures. Bias intraday berbalik bullish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 19400 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 19500. Di sisi bawahnya, hanya penembusan konsisten dibawah area 19210 dapat menambah tekanan bearish kemungkinan mengincar area support 19050 sebelum dapat terpantul ke atas kembali. 

 Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 252.65, dengan break ke atas area 255.80 akan menuju area 256.50 dalam jangka pendek sebelum menguji area 257.00. Bagaimanapun juga, break ke bawah area 252.65 dapat memicu koreksi bearish kembali menguji area 250.70. Break ke bawah area ini berpotensi mengakhiri outlook bullish untuk bergerak turun menuju area 249.10 atau bahkan area 247.50




sumber: monexnews.
DISCLAIMER: 
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Monday, March 16, 2015

daily analis 16 mar 2015


Market Review

 Dollar Masih Incar Level Paritas, Dalam Pekan Yang Brutal Terhadap Euro. Nilai tukar Euro anjlok tajam di hari Jumat setelah sempat melambung di hari sebelumnya sebesar 1 persen dari level terendah 12 tahun vs Dollar. Bagaimanapun tren pelemahan Euro masih berlanjut seiring arus modal keluar dari zona Euro masih sulit terbendung. Katalis penggerak lain di Eropa adalah Poundsterling, yang anjlok tajam ke titik rendah 5-tahun setelah Gubernur BoE Mark Carney menyatakan tidak akan tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuannya dari level rendah secara historis, sementara indeks Dollar juga menguat tajam ke level 100.69, yang merupakan level yang belum pernah terlihat sejak pertengahan April 2003. Sentimen bullish Dollar masih mendominasi market menjelang rapat FOMC pekan depan, secara keseluruhan indeks Dollar AS masih dalam jalurnya membukukan penguatan mingguan lebih dari 2 persen, memperpanjang reli pekan lalu sebesar 2.5%. 

 Poundsterling Merosot Ke Titik Rendah 5-Tahun Terkait Outlook Kebijakan Moneter. Poundsterling merosot tajam ke level terlemahnya dalam 5 tahun terakhir terhadap Dollar di hari Jumat, mengakumulasi pelemahan tertajamnya sejak tahun 2010 akibat spekulasi para investor bahwa arah suku bunga antara Inggris dengan Amerika Serikat akan berbeda arah. Gubernur BoE Mark Carney menyatakan bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sementara penguatan Poundsterling terhadap Euro akhir-akhir ini berisiko menekan laju inflasi di level bawah, sehingga BoE tidak dapat menaikkan suku bunga acuan. 

 Lonnie Sentuh Level Terendah 6 Tahun. Kemerosotan harga minyak telah berdampak pada jumlah pekerja Kanada yang membuat tingkat pengangguran naik dan membawa dollar Kanada, loonie, menyentuh level terendah 6 tahun terhadap dollar. Statistic Canada melaporkan tingkat pengangguran naik menjadi 6,8% dari 6,6% di bulan Januari. Tingkat pengangguran di bulan Februari tersebut menjadi yang tertinggi sejak bulan September 2014, ekonom yang disurvei Bloomberg News sebelumnya memperkirakan tingkat pengangguran naik menjadi 6,7%. Sementara jumlah pekerja di Kanada selama bulan Februari berkurang sebanyak 1.000 orang, pengurangan tersebut lebih baik dari estimasi ekonom sebanyak 5.000 orang. 

 Sentimen Konsumen AS Turun di Bulan Maret. Menurunnya optimisme rumah tangga kelas menengah dan bawah di AS membuat sentimen konsumen turun di bulan Maret. Perhitungan awal indeks sentimen konsumen dari University of Michigan menunjukkan angka 91,2 di bulan Maret, turun dari 95,4 di bulan Februari. Angka indeks tersebut juga dibawah estimasi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 95,5. Indeks untuk mengukur kondisi ekonomi saat ini turun menjadi 103 dari 106,9 di bulan Februari, dan dibawah perkiraan 105,7. Sementara indeks untuk ekspektasi kedepan turun menjadi 83,7 dari 88,0 dan juga dibawah perkiraan 87,5.

 Indeks Nikkei Tembus Atas 19,000, Cetak Level Tinggi Baru 15 Tahun. Bursa saham Asia berhasil bangkit dari pelemahan pada awal sesi hari Jumat, ditopang oleh performa Wall Street yang positif pada sesi sebelumnya. Nikkei Jepang menyentuh level tinggi 15-tahun baru dan mencetak kenaikan mingguan ke-5, ditopang lonjakan 13% saham produsen robot industri Fanuc Corp menyusul laporan tentang wacana kenaikan dividen dan buyback saham perusahaan. Indeks Nikkei ditutup naik 1.4% pada level penutupan tertinggi sejak April 2000. Indeks Hang Seng Hong Kong mengakhiri sesi pagi hari 0.3% lebih tinggi seiring skema swap hutang pemerintah daerah Beijing dan data pinjaman bulan Februari yang positif mendorong sentimen. Indeks KOSPI Korea Selatan melesat sekaligus menghentikan penurunan 4-hari beruntun seiring pasar menyambut baik pemangkasan suku bunga Bank of Korea hari sebelumnya. 

 Sektor Minyak & Gas Terpukul, Bursa Eropa Ditutup Mixed. Pasar saham Eropa ditutup mixed pada hari Jumat, seiring penurunan harga minyak lebih lanjut memukul sektor minyak dan gas. Saham Eni Italia anjlok hampir 4% setelah menjadi perusahaan minyak utama yang pertama kali mengumumkan pemangkasan dividen dan program buyback, sebagai dampak dari kejatuhan harga. Di seluruh Eropa sektor minyak dan gas merosot sekitar 2,6%. Fokus investor juga belum berpaling dari Yunani, dimana Perdana Menteri Alexis Tsipras dijadwalkan bertemu dengan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker. Athena juga diperkirakan akan mengembalikan €340 juta ($360 juta) dana pinjaman yang diperoleh dari International Monetary Fund pada hari Jumat. DAX Jerman dan CAC40 Perancis ditutup naik masing-masing 0,8% dan 0,4%. Sementara FTSE 100 tergelincir 0,3%. 

 Wall Street Kembali Melemah, Cetak Penurunan Tiga Pekan Beruntun. Bursa saham AS melemah, mengirim indeks Standard & Poor 500 untuk penurunan mingguan ketiga beruntun, seiring reli dollar telah membebani perusahaan bahan baku dan industri. Indeks S&P 500 dan Dow industrial kembali lebih rendah pada tahun ini. Indeks S&P ditutup turun 12.55 poin, atau 0.6% di 2,053 dan melemah 0.9% pada tingkat mingguan. Indeks mengurangi kerugiannya sebanyak 1.2% seiring perusahaan energi memangkas pelemahannya dalam setengah jam terakhir jam perdagangan. Indeks Dow Jones turun 145.91 poin, atau 0.8%, menjadi 17,749.31 dan mencatatkan penurunan 0.6% pada pekan ini. Indeks Nasdaq Composite akhiri hari dengan turun 21.53 poin, atau 0.4% dan melemah 1.1% pada pekan ini. 

 Emas Menghentikan Penurunan 9-Hari Beruntun. Emas sukses menghentikan penurunan 9-hari beruntun pada hari Jumat di tengah berlanjutnya rally Dollar AS, dengan pasar logam mulia mulai berhati-hati menjelang rapat Federal Reserve AS pada 17-18 Maret mendatang. Namun emas tetap membukukan penurunan mingguan ke-6 dalam 7 pekan terakhir. Emas terus berada di bawah tekanan pasca data ketenagakerjaan AS bulan Februari memicu spekulasi kenaikan suku bunga Fed yang lebih awal. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya akan menggerus permintaan untuk aset non-bunga seperti bullion, sementara Dollar yang kuat akan membuat emas berdenominasi mata uang AS menjadi lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya. Sebagai refleksi dari sentimen bearish, kepemilikan di SPDR Gold Trust merosot 0,28% menjadi 750,95 ton pada hari Kamis, yang terendah sejak Januari. 

 Pasar Minyak Terpukul Oleh Proyeksi IEA. Harga minyak mentah anjlok sekitar 4% pada hari Jumat pasca International Energy Agency mengatakan jika banjir pasokan minyak dunia masih akan meningkat, dengan laju produksi minyak AS tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Sementara data Baker Hughes yang menunjukkan penurunan rig di ladang minyak AS tidak banyak merubah sentimen pelaku pasar. Jumlah rig eksplorasi minyak di AS berkurang sebanyak 56 dalam pekan yang berakhir 7 Maret, dibandingkan dengan penurunan 64 rig pada pekan sebelumnya. Bagaimanapun, berita tentang kesepakatan untuk mengakhiri aksi mogok pekerja kilang AS masih menyediakan support bagi harga, mengingat hal itu bisa membantu mendorong permintaan minyak mentah untuk diproses. Investor juga terus memantau perkembangan di Libya, dimana pertempuran telah menghambat output.

 Samsung Fokus Pada Produk Premium Untuk Bertahan Di Kompetisi. Samsung Electronics Co. akan menggunakan bahan premium dalam perangkat mobilenya untuk mendapatkan pelanggan dan menawarkan jangkauan yang lebih luas setelah kehilangan mahkota kepemimpinannya di pasar smartphone terhadap Apple Inc. Rencana tersebut meliputi lebih banyak smartphone dengan casing logam, desain yang lebih tipis dan layar definisi tinggi di dalam jangkauan model-model tersebut, ucap Co-CEO Shin Jong Kyun pada pertemuan tahunan pemegang saham di Seoul pada hari Jumat. Samsung meluncurkan ponsel Galaxy S6 terbaru pada bulan ini yang telah memicu kenaikan harga saham pada ekspektasi bahwa perusahaan dapat meningkatkan kembali earnings dan meredam penurunan di dalam pangsa pasar dimana Apple terlihat mulai menguat dalam kepemimpinan global. 

 United Technologies Ajukan $2.65 Miliar Untuk Percepat Pembelian Saham Kembali. United Technologies pada hari Jumat mengumumkan bahwa mereka mempercepat perjanjian pembelian saham kembali dengan Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk total pembelian kembali saham umum gabungan kedua perusahaan tersebut untuk senilai $2.65 miliar. Berdasarkan ketentuan dalam perjanjian, United Technologies akan membayar sebesar $1.325 miliar ke Goldman dan Morgan Stanley, dan pada awalnya akan menerima sebanyak 9,298.426 saham dari setiap perusahaan. Jumlah saham yang diterima mungkin akan disesuaikan berdasarkan harga rata-rata volume tertimbang harian dari saham selama jangka waktu perjanjian. Perusahaan mengatakan bahwa perjanjian ini bagian dari pembelian saham kembali sebesar $3 miliar untuk tahun 2015. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0460, untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 1.0370. Resisten terdekat tampak di area 1.0600, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.0740. 

 GBP/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil anjlok dibawah area 1.4690 untuk menambah momentum bearish mengincar area 1.4600. Resisten terdekat tampak di area 1.4835, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.4870. 

 USD/JPY. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 121.70 untuk menambah tekanan bullish mengincar area resisten 122.50. Support terdekat tampak di area 120.85, anjlok lagi dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 120.20 sebelum mengalami rebound ke atas. 

 USD/CHF. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas 1.0100 untuk memicu momentum bullish mengincar 1.0170. Support terdekat terlihat di 0.9985, tembus secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji 0.9940 sebelum dapat melanjutkan skenario bullish utama. 

 AUD/USD. Bias intraday menjadi bearish khususnya jika harga berhasil anjlok secara konsisten dibawah area 0.7600 untuk memicu momentum bearish mengincar area 0.7550. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 0.7770 baru dapat memicu skenario koreksi bullish menguji area 0.7840 sebelum melanjutkan trend bearish utama.

 XAU/USD. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish kendati masih diperlukan break konsisten di bawah area 1147 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1142, sebelum mengincar target berikutnya di area 1137. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 1157 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Clear break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 1161. Resistensi berikutnya terletak di area 1167. 

 Hang Seng Futures. Bias masih bearish dalam jangka pendek untuk Hang Seng setelah harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam, selain itu turunnya sinyal dari Stochastic dan indikator MACD yang di area negatif adalah tanda-tanda penunjang untuk sinyal bearish. Level support terdekat berada di 23585, break di bawah area tersebut seharusnya memicu bearish lanjutan menuju ke 23420 sebelum menguji ulang ke wilayah 23275. Untuk sisi atas, level resisten terdekat berada di 23770, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke 23885 sebelum mencoba untuk meraih area kunci resisten di 24070. 

 Nikkei Futures. Bias berpotensi bullish dalam jangka pendek untuk Nikkei walaupun kita melihat indikator Stochastic di area jenuh beli, karena harga masih bergerak di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level resisten terdekat terlihat di kisaran area 19215, break di atas area tersebut seharusnya melanjutkan pergerakan bullish menuju ke 19335 sebelum menargetkan ke wilayah 19500. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 19080, break di bawah area tersebut harga kemungkinan akan berkonsolidasi seiring tidak jelasnya petunjuk di area ini menuju ke wilayah 18960 sebelum menargetkan ke 18870. 

 Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 254.30. Dibutuhkan penembusan di atas area tersebut untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 255.20. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 252.80, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 251.60.



sumber: monexnews

DISCLAIMER: 
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Friday, March 6, 2015

daily analis 06 mar 2015

AUDUSD H1

Market Review 

 Euro Merosot Pasca Pernyataan Draghi. Euro anjlok ke level terlemahnya dalam 11 ½ tahun terakhir terhadap Dollar AS dan titik nadir 7 tahun terhadap poundsterling pasca Gubernur bank sentral Eropa Mario Draghi membuka peluang ekspansi stimulus melewati rencana September 2016. Mata uang tunggal merosot dekati level psikologis 1.1000 seiring sebagian besar yield obligasi zona Euro melemah, terkecuali yield obligasi Jerman bertenor 2-tahun yang terdongkrak diatas level suku bunga deposit ECB -0.2% setelah Draghi menyatakan tidak akan ikut menyertakan pembelian obligasi dibawah rate tersebut. ECB Draghi juga mengkonfirmasi akan melakukan pembelian asset sebesar 60 milyar Euro setidaknya sampai September 2016 dan tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang program QE tersebut jika memang dibutuhkan. Pernyataan ini mengindikasikan ECB akan berkomitmen meneruskan program stimulus sampai setidaknya mendapatkan hasil yang diinginkan dan berdampak negative pada nilai tukar. 

 Poundsterling Terbebani Kejatuhan Harga Rumah Inggris. Sterling berada dalam tekanan pasca data menunjukkan kejatuhan harga rumah di Inggris untuk kali pertama sejak bulan September. Halifax melaporkan indeks harga rumah tergelincir 0.3% di bulan Februari dibanding bulan sebelumnya, lebih buruk dibanding perkiraan penurunan 0.2%. Penurunan ini cukup kontras dengan kenaikan 1.9% di bulan Januari, yang biasanya dipengaruhi faktor musiman dimana harga cenderung fluktuatif. BoE pada hari Kamis juga memutuskan untuk tidak merubah tingkat suku bunga acuan, yang menandai tahun ke-6 suku bunga bertahan di rekor rendah. Gubernur BoE Mark Carney menyatakan bahwa dirinya memperkirakan langkah moneter selanjutnya adalah pengetatan moneter, meski menegaskan jika stimulus mungkin masih diperlukan jika inflasi bertahan dekat level nol untuk jangka waktu lebih dari setahun. 

 Data Ekonomi Variatif, Aussie Melemah. Aussie melemah terhadap dollar AS pada hari Kamis setelah data ekonomi Australia dirilis variatif. Biro Statistik Australia melaporkan penjualan ritel di bulan Januari naik 0,4% sejalan dengan ekspektasi ekonom, setelah pada bulan sebelumnya naik 0,2%. Data terpisah menunjukkan defisit neraca perdagangan Australia melebar menjadi A$0,98 miliar di bulan Januari, dari A$0,50 di bulan Desember yang direvisi dari rilis awal sebesar A$0,44 miliar. Analis sebelumnya memperkirakan defisit neraca perdagangan melebar menjadi A$0,95 di bulan Januari. 

 ECB Mulai QE 9 Maret, Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi. European Central Bank akan mulai membeli obligasi pemerintah senilai €60 miliar per bulan pada 9 Maret mendatang, kata Presiden ECB Mario Draghi setelah mempertahankan suku bunga pada rekor terendah di rapat kebijakan moneter hari Kamis. Bank sentral tersebut juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona euro, namun menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun 2015. ECB menaikkan estimasi pertumbuhan menjadi 1,5% untuk tahun 2015 dibandingkan dengan proyeksi yang dirilis bulan Desember sebesar 1,0%. Untuk tahun 2016, produk domestik bruto diperkirakan tumbuh 1,9%, dan 2,1% di tahun 2017.

 Pemangkasan Target Pertumbuhan China Bebani Bursa Asia. Bursa saham Asia tampil di bawah tekanan, menyusul performa yang buruk oleh Wall Street semalam, dan setelah China memangkas target gross domestic product (GDP) menjadi 7% untuk tahun 2015. Indeks Nikkei 225 Jepang mampu berbalik menguat 0.26% seiring dollar-yen beranjak naik ke atas level 120, mendorong saham eksportir blue-chip untuk menguat. Indeks saham gabungan Shanghai China melemah sekitar 0.9% untuk menyentuh level rendah dalam sepekan seiring saham blue-chip seperti developer properti dan keuangan melemah. Di Hong Kong, indeks Hang Seng anjlok lebih dari 1% menuju level rendah 3 pekan. Indeks Kospi Korea Selatan ditutup relatif flat seiring trader mencerna berita terkini dari China, yang mana merupakan pasar ekspor terbesar Korea Selatan. 

 Proyeksi ECB Memulihkan Sentimen Pasar Eropa. Mayoritas saham Eropa ditutup lebih tinggi pada hari Kamis pasca European Central Bank memberikan kepastian tentang waktu dimulainya program pembelian obligasi, dan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona Euro. Dalam konferensi pers yang digelar pasca ECB mempertahankan suku bunga tidak berubah, Mario Draghi mengatakan bahwa program pembelian obligasi senilai €1 trilyun ($1,1 trilyun) akan dimulai pada 9 Maret. ECB juga menerbitkan daftar lembaga dan institusi penerbit surat berharga yang memenuhi syarat untuk pembelian. Dalam kesempatan yang sama Draghi menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi zona Euro untuk tahun 2015 dan 2016 menjadi 1,5% dan 1,9%. DAX Jerman ditutup sekitar 1% lebih tinggi, diikuti oleh CAC40 Perancis yang menguat 0,9%. Sementara FTSE100 Inggris naik 0,6% setelah Bank of England mempertahankan kebijakan tidak berubah. 

 Wall St Optimis Menjelang Data Krusial Ketenagakerjaan AS. Sebagian besar saham AS ditutup positif pada hari Kamis, sekaligus menghentikan penurunan 2 hari beruntun, seiring investor merespon rilis detail program QE di zona Euro dan mengantisipasi data Non-Farm Payrolls. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Februari dijadwalkan untuk rilis sebelum bel perdagangan Wall Street hari Jumat, dengan para ekonom memperkirakan ekonomi menambah 240.000 pekerjaan dibandingkan 257.000 pekerjaan pada bulan Januari. Investor juga akan menggunakan data upah per jam dan tingkat pengangguran sebagai indikator kunci untuk memprediksi waktu kenaikan suku bunga Fed. Sentimen pasar hari Kamis turut terbantu oleh konferensi pers Presiden ECB Mario Draghi, di mana ia mengumumkan bahwa program pembelian obligasi senilai €1 trilyun ($1,1 trilyun) akan dimulai hari Senin, 9 Maret, dan diharapkan berakhir pada September 2016. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,21%, dipimpin saham Wal-Mart. S&P500 juga ditutup 0,12% lebih tinggi, menyusul kinerja cemerlang sektor utilitas. Sedangkan Nasdaq Composite mendulang gain 0,32%. 

 Emas Tergelincir di Bawah $1200/oz. Harga emas tergelincir dan ditutup di bawah $1200/oz pada hari Kamis, yang menandai penurunan untuk sesi ke-4 beruntun, seiring penguatan Dollar AS terhadap Euro meredam permintaan untuk logam berdenominasi mata uang AS. Fokus investor juga mulai tertuju ke Non Farm Payrolls AS yang dijadwalkan rilis hari Jumat, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi bisa melukai permintaan untuk aset non-bunga seperti emas. Sementara para trader menilai jika data ekonomi AS yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih akan terus membebani sentimen investor emas dalam jangka pendek. 

 Dibayangi Apresiasi Dollar, Minyak Ditutup Melemah. Minyak mentah ditutup melemah pada hari Kamis, terbebani oleh apresiasi Greenback dan komitmen AS untuk mendorong kesepakatan nuklir dengan Iran. Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengklaim bahwa kesepakatan nuklir dengan Teheran akan mengatasi masalah keamanan negara-negara Teluk Arab, meskipun Washington tidak mencari "kesepakatan besar" dengan Iran, referensi untuk kerjasama politik dan keamanan yang lebih luas. Sentimen juga tergerus oleh proyeksi pertumbuhan China terbaru yang menunjukkan ekonomi terbesar ke-2 akan tumbuh 7% pada tahun 2015, lebih rendah dibandingkan 7,4% pada tahun 2014. Namun pelemahan harga minyak masih terbatasi oleh kekhawatiran tentang gangguan pasokan minyak dari Libya. Situasi keamanan yang memburuk telah memaksa perusahaan minyak negara Libya menyatakan force majeure pada 11 ladang minyak.

 Terbantu Pajak, Laba Costco Sukses Melampaui Ekspektasi. Costco Wholesale Corp. pada hari Kamis melaporkan laba yang melampaui ekspektasi, meningkat 29% dalam kuartal Februari, didorong oleh manfaat pajak dan harga bahan bakar yang lebih rendah. Costco, peritel terbesar ke-2 di AS setelah Wal-Mart Stores Inc., telah memperlihatkan kinerja menonjol akhir-akhir ini dan menjadi salah satu peritel bahan bakar terbesar di AS. Hal itu tidak lepas dari penurunan harga bahan bakar, yang telah mendorong konsumen menghabiskan sisa pendapatannya pada jaringan pertokoan Costco. Laba kuartalan Costco naik menjadi $598 juta atau $1,35 per saham, dari $463 juta atau $1,05 per saham setahun sebelumnya. Pendapatan juga naik 4,4% menjadi $27,45 milyar. Para analis sebelumnya memprediksi Costco akan meraup laba $1,18 per saham dengan pendapatan sebesar $27,65 milyar. 

 3M Merevisi Kebijakan Pasokan Serat Kayu. 3M pada hari Kamis mengumumkan revisi kebijakan perusahaan untuk memastikan bahwa semua serat kayu virgin yang digunakan dalam produk berbasis kertas dan kemasan berasal dari sumber yang memperhatikan kelestarian hutan dan menghormati hak asasi manusia. Langkah itu sekaligus menghantarkan produsen kertas memo Post-it dan selotip Scotch ini bergabung dengan beberapa perusahaan yang menjalankan kebijakan ramah, termasuk Akorn Inc. yang pada hari Rabu mengumumkan tidak akan lagi membiarkan produknya digunakan untuk suntikan mati. Di hari yang sama McDonald's Corp. juga mengumumkan penghentian penjualan ayam yang dibesarkan dengan antibiotik. Saham 3M, salah satu komponen Dow Jones Industrial Average, tercatat telah naik sekitar 3% dalam 3 bulan terakhir. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0950, untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 1.0900. Resisten terdekat tampak di area 1.1070, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.1100. 

 GBP/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil anjlok dibawah area 1.5215 untuk menambah momentum bearish mengincar area 1.5160. Resisten terdekat tampak di area 1.5300, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5350. 

 USD/JPY. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 120.50 untuk menambah tekanan bullish mengincar area resisten 121.00. Support terdekat tampak di area 119.65, anjlok lagi dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 119.05 sebelum mengalami rebound ke atas. 

 USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.9790. Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut untuk menguji area 0.9830. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 0.9670, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 0.9620. 

 AUD/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 0.7740, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 0.7800. Penembusan di bawah area 0.7740 akan membawa harga turun menuju untuk menguji area 0.7680, sebelum menuju area 0.7700. Di sisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 0.7800 seharusnya memicu momentum bullish untuk menguji  area 0.7845

 XAU/USD. Pada grafik 4-jam, bias masih bearish terutama jika harga mampu break konsisten di bawah area 1197. Yang bias memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1194, sebelum mengincar area 1188. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 1205 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji area 1212. 

 Hang Seng Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish kendati masih dibutuhkan break konsisten di bawah area 24105 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 24000 sebelum mengincar area 23895. Namun kita harus mewaspadai stochastic dan RSI yang telah oversold, yang berpotensi memicu skenario koreksi bearish menuju MA-200 di sekitar 24300 atau bahkan area 24400. 

 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bullish terutama jika harga mampu break konsisten di atas area 18915. Yang akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 18980 atau bahkan lebih tinggi. Sebaliknya, MA-21 di sekitar 18775 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Dengan stochastic dan RSI yang overbought, clear break di bawah area tersebut bisa memicu skenario koreksi bearish menuju area 18695 sebelum kembali mengincar area 18550. 

 Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 255.00. Dibutuhkan penembusan di atas area tersebut untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 255.80. Namun kegagalan menembus di atas area 255.00 akan mengkoreksi harga ke area 253.60 akibat indikator stochastic di grafik harian berada di wilayah jenuh beli. Penembusan di bawah area 253.60 akan membawa bias kembali ke netral, berpotensi menguji area 252.50..




sumber:      monexnews
DISCLAIMER: 
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Thursday, March 5, 2015

daily analis 05 feb 2015

Market Review 

 Euro Anjlok Jelang ECB, Dollar Melejit Ke Level Tinggi 11-Tahun. Mata uang Euro merosot tajam tembus dibawah level support yang bertahan lebih dari sebulan terakhir dibawah level 1.1150, sekaligus menyentuh level terendah dalam 6-pekan akibat tekanan jual menjelang peluncuran program Quantitative Easing dari bank sentral Eropa. Sementara Dollar, ditunjang oleh kenaikan yield obligasi Treasury AS akhirakhir ini, menyentuh level tertingginya sejak September 2003 terhadap berbagai mata uang utama. Outlook nilai tukar Euro terhadap Dollar kemungkinan akan didominasi oleh sentimen market paska rilis data tenaga kerja hari Jumat, ketimbang hasil rapat moneter ECB hari Kamis. Anggota dewan FOMC yang lebih cemas pada perbaikan pasar tenaga kerja kemungkinan akan memilih menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dipicu oleh kelebihan likuiditas yang diciptakan oleh BoJ, ECB dan bank sentral lainnya dalam menerapkan kebijakan moneter longgar, dan akhirnya memicu penguatan Dollar. 

 Aktivitas Jasa Melambat, Sterling Tergelincir ke Level Terendah 3 Pekan. Sterling turun ke level terendah tiga pekan terhadap dollar pada hari Rabu setelah data menunjukkan aktivitas sektor jasa Inggris melambat pada bulan Februari meski masih menunjukkan pertumbuhan yang solid. Markit melaporkan indeks aktivitas manufaktur melambat menjadi 56,7 dari 57,2 di bulan Januari. Ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan menjadi 57,5. Data di awal pekan ini menunjukkan aktivitas konstruksi Inggris naik ke level tertinggi empat bulan, sementara aktivitas manufaktur berada di level tertinggi tujuh bulan. 

 Aussie Stabil, Ditopang Data PDB. Dollar Australia, aussie, stabil terhadap dollar AS setelah produk domestik bruto Australia naik di kuartal keempat. Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan PDB tumbuh 0,5% dalam tiga bulan yang berakhir 31 Desember. Meski pertumbuhan tersebut dibawah ekspektasi, namun belanja rumah tangga yang solid mampu membantu mengimbangi penurunan investasi pertambangan. Data tersebut dikombinasikan dengan keputusan Reserve Bank of Australia yang mempertahankan suku bunga pada hari Selasa, mampu menahan investor untuk menjual aussie. 

 Bank of Canada Pertahankan Suku Bunga 0,75%. Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuan 0,75% pada hari Rabu, dan mengatakan dampak terburuk dari kemerosotan harga minyak sepertinya telah melanda perekonomian. Dalam pernyataannya, bank sentral tersebut memperkirakan dampak paling negatif dari rendahnya harga minyak akan tampak pada semester pertama 2015, meski sepertinya terlihat lebih awal dari proyeksi sebelumnya. Pernyataan tersebut menurunkan spekulasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut. BOC mengadakan rapat kebijakan moneter setiap enam pekan untuk menentukan suku bunga acuan, rapat berikutnya berlansung pada 15 April.

 Bursa Saham Asia Bergerak Rendah, India Pangkas Suku Bunga. Bursa saham Asia melemah pada hari Rabu seiring kecemasan investor menjelang pertemuan bank sentral yang akan datang dan data tenaga kerja AS, sementara bank sentral India mengejutkan pasar dengan memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini. Indeks Nikkei 225 Jepang menyentuh level rendah dalam sepekan, anjlok sebanyak 0.6%, atau 111.56 poin, menuju level 18,703.60 setelah yen menguat untuk diperdagangkan di kisaran level 119.70 terhadap dollar. Di Hong Kong, indeks Hang Seng anjlok sebanyak 1%, dengan fokus tertuju pada Standard Chartered, yang akan merilis hasil laba tahunan pasca penutupan pasar. Indeks Korea Selatan, Kospi, terkoreksi dari level tinggi 5 bulan baru, ditutup melemah 0.15% atau sebanyak 0.39 poin pada level 1,998.29 seiring saham produsen otomotif berubah menjadi mix. 

 Bursa Saham Eropa Berakhir Hijau Jelang Pertemuan ECB. Bursa saham Eropa berakhir lebih tinggi pada hari Rabu seiring investor bersiap untuk pertemuan kebijakan European Central Bank pada hari Kamis. Indeks CAC Perancis dan DAX Jerman keduanya ditutup naik hampir 1% di 4917.35 dan 11390.38 untuk masing-masing, sementara itu indeks FTSE 100 Inggris naik sekitar 0.4% di 6919.24. ECB dapat umumkan pada konfrensi pers setelah pertemuan dewan pemerintahan pada hari Kamis untuk kapan mereka akan mulai program pembelian obligasi dan berikan lebih banyak rincian tentang aset apa aja yang dapat dibeli. 

 Data AS Kurang Mengesankan, Wall St Ditutup Negatif. Wall Street ditutup melemah pada hari Rabu menyusul rilis serangkaian data ekonomi yang mengindikasikan berlanjutnya pertumbuhan moderat di AS, menjelang data krusial ketenagakerjaan hari Jumat. Investor juga menantikan rapat kebijakan European Central Bank pada hari Kamis, yang diharapkan akan menyajikan rincian tentang program pembelian obligasi yang telah diumumkan awal tahun. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS menambah 212.000 pekerjaan pada bulan lalu, lebih rendah dari ekspektasi dan merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Agustus 2014. Data ADP ini seringkali dijadikan indikator untuk data Non Farm Payrolls AS. Sementara indeks non-manufaktur ISM dilaporkan naik menjadi 56,9 pada bulan Februari, melampaui estimasi 56,5. Laporan Markit juga memperlihatkan pertumbuhan sektor jasa AS meningkat moderat pada bulan lalu, terbantu oleh perbaikan dalam bisnis baru. Dow Jones Industrial Average ditutup 0,58% lebih rendah, dipimpin olah saham American Express. Kinerja lemah sektor telekomunikasi menyeret S&P500 turun 0,44%. Sedangkan Nasdaq Composite kehilangan 0,26%. 

 Emas Kembali Terperosok Untuk Sesi Ketiga Karena Penguatan Dollar. Emas berjangka mengalami pelemahan untuk sesi ketiga beruntun pada hari Rabu seiring para trader mencerna data kerja sektor swasta AS dan melihat kedepan untuk laporan kerja yang yang sangat dinantikan pada hari Jumat. Harga emas berjangka untuk pengiriman April turun sebesar $5.30, atau 0.3% untuk berakhir di $1,200.90/onz di Comex, setelah menyentuh level terendah di $1,197.70. Data dari ADP menunjukkan sektor swasta menambahkan 212,000 pekerja di bulan Februari, lebih rendah dari perkiraan. Laporan tenaga kerja sektor swasta dari Automatic Data Processing Inc, menunjukkan bahwa kenaikan dalam jumlah pekerja masih berlangsung di bulan Februari namun pada laju yang lebih lambat dari bulan sebelumnya. Dollar AS menyentuh level tertinggi 11 tahun terhadap euro, abaikan data kerja ADP yang lebih lemah dari perkiraan, serta data yang kuat dari zona Euro. Menguatnya greenback biasanya menyeret turun komoditas berdenominasi dollar seperti emas. 

 Pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi Optimiskan Pasar Minyak. Harga minyak berjangka AS berbalik untuk lebih tinggi pada hari Rabu karena kebijakan dari Arab Saudi dan komentar dari menteri perminyakan mereka yang isyaratkan menguatnya permintaan untuk minyak. Sebelumnya, harga sempat jatuh ke bawah $50 per barel setelah laporan pemerintah menunjukkan suplai minyak mentah melonjak lebih dari 10 juta barel pada pekan lalu. Kontrak minyak bulan April naik sebesar $1.27, atau 2.5%, di $51.79 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak sempat menyentuh level terendah sesi di $49.60. Sementara itu minyak Brent April di London turun sebesar 34 sen, atau 0.6%, di $60.68 per barel.

 Belanja Modal Exxon Mobil Diperkirakan Menurun. Exxon Mobil Corp. pada hari Rabu mengatakan bahwa mereka memperkirakan belanja modal tahun 2015 akan turun sebesar 12% dibandingkan tahun lalu menjadi $34 milyar. Namun raksasa minyak dan gas ini juga berencana meningkatkan volume produksi sebesar 2% menjadi setara 4,1 juta barrel minyak per hari. Untuk tahun 2016 dan 2017, Exxon Mobil memprediksi belanja modal dan eksplorasi akan memiliki rata-rata kurang dari $34 milyar. Sementara produksi diharapkan meningkat menjadi setara 4,3 juta barrel minyak per hari pada tahun 2017. "Kami telah menghemat bahan baku, pelayanan dan biaya konstruksi," kata Chief Executive Rex Tillerson. "Prospek modal yang lebih rendah juga mencerminkan upaya kami dalam meningkatkan sejumlah peluang sekaligus menambah persyaratan dan ketentuan khusus, serta mengoptimalkan rencana pembangunan." Saham komponen Dow ini ini tercatat telah menyusut 7,2% dalam 3 bulan terakhir. 

 McDonald's Memperbarui Kebijakan Pasokan Ayam. McDonald's Corp. pada hari Rabu mengatakan jaringan restorannya di AS akan menghentikan penjualan ayam yang dibesarkan dengan antibiotik yang penting bagi kesehatan manusia. Yang menjadi salah satu langkah terbesar perusahaan dalam merespon keprihatinan atas resisten antibiotik "super bug". McDonald's juga berencana membuat perubahan terkait kebijakan pasokan selama 2 tahun ke depan, bekerja sama dengan pemasok ayam terbesar di AS, Tyson Foods Inc. Selanjutnya, jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia ini hanya akan mengizinkan pemasok ayamnya menggunakan ionophores, antibiotik yang tidak digunakan dalam pengobatan manusia. Pengumuman ini dikeluarkan hanya 3 hari setelah Steve Easterbrook mengambilalih jabatan Chief Executive McDonald's dari Don Thompson, dan berjanji akan melakukan perubahan signifikan pada perusahaan untuk mengatasi penurunan penjualan yang kian memburuk. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.1080, untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 1.1020. Resisten terdekat tampak di area 1.1160, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.1205. 

 GBP/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil anjlok dibawah area 1.5280 untuk menambah momentum bearish mengincar area 1.5220. Resisten terdekat tampak di area 1.5350, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5400. 

 USD/JPY. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 120.15 untuk menambah tekanan bullish mengincar area resisten 120.70. Support terdekat tampak di area 119.35, anjlok lagi dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 118.80 sebelum mengalami rebound ke atas. 

 USD/CHF. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 0.9650 untuk memicu momentum bullish mengincar area 0.9715. Support terdekat tampak di area 0.9550, tembus secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9500 sebelum dapat melanjutkan skenario bullish utama.

 AUD/USD. Bias intraday menjadi netral di jangka pendek dengan potensi range trading tampak di kisaran 0.7765 – 0.7890. Tembus secara konsisten diatas area 0.7890 berpotensi memicu skenario koreksi bullish menguji area resisten 0.7940. Di sisi bawahnya, hanya penembusan konsisten dibawah area 0.7765 baru dapat melanjutkan skenario bearish utama mengincar area 0.7725. 

 XAU/USD. Bias emas bearish dalam jangka pendek setelah harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1188, menembus ke bawah dari area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke wilayah 1180. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1205, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke area 1216. 

 Hang Seng Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish terutama setelah penutupan harga di bawah MA-200 membuka peluang untuk pengujian area 24105. Break konsisten di bawah area tersebut bisa memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 24000 atau bahkan area 23895. Sebaliknya, dengan stochastic dan RSI yang telah oversold, dibutuhkan setidaknya break di atas area 24370 untuk memicu skenario koreksi bullish menuju area 24500. 

 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish meskipun masih diperlukan penembusan secara konsisten di bawah area 18550 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 18430 atau bahkan lebih rendah. Sebaliknya, MA-21 di sekitar 18780 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Clear break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan potensi menguji area 18880. 

 Kospi Futures. Bias bullish untuk Kospi dalam jangka pendek seiring harga masih ditutup di atas sinyal MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Namun, kita harus berhati-hati untuk adanya koreksi seiring indikator Stochastic berada di wilayah jenuh beli. Level resisten terdekat terlihat dikisaran 255.00, break di atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 256.00 sebelum menguji ulang ke area kunci resisten di 257.70. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 253.50, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke area 252.50 sebelum menargetkan ke area support utama di 251.50.



sumber:               monexnews
DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Wednesday, March 4, 2015

daily analis 04 mar 2015


 Indeks Dollar AS Sentuh Level Tertinggi 11-Tahun Seiring Pelebaran Rate AS - Zona Euro. Dollar AS meroket ke level tertinggi dalam 11 tahun terakhir terhadap berbagai mata uang utama di hari Selasa, dimana Dollar menyentuh level tinggi 6-pekan vs Euro seiring perbedaan suku bunga condong menguntungkan pasar obligasi US Treasury. Gap imbal hasil antara obligasi AS tenor 2-tahun dengan obligasi zona Euro makin mencolok menjelang rilis detail rencana program QE ECB senilai 1.1 trilyun Euro yang akhirnya mendongkrak kinerja Dollar. Di saat bersamaan yield obligasi AS menguat, sebagian besar yield zona Euro bertengger dekat level rekor rendah ditengah antisipasi para investor menjelang rapat ECB yang akan menyediakan detail program QE minggu ini. Sebaliknya Federal Reserve diperkirakan akan mengimplementasikan pengetatan moneter di tahun ini. Meskipun aktivitas ekonomi dalam beberapa minggu terakhir cukup mengecewakan, namun laju GDP Q2 di AS berpotensi terakselerasi kembali mendekati level 4% karena ekonomi pulih dari kondisi cuaca yang buruk. Bagaimanapun sebagian besar pejabat The Fed, antara lain Presiden Fed Philadelphia dan St.Louis, Mester dan Bullard memperkirakan laju GDP AS di 2015 akan tumbuh di level 3%. 

 RBA Tahan Suku Bunga, Aussie Menguat. Dollar Australia menguat terhadap dollar AS pada hari Selasa setelah Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga, sementara data ekonomi Australia yang lebih baik dari perkiraan turut memberikan sentimen positif. RBA yang diperkirakan kembali memangkas sebesar 0,25% mengejutkan pasar dengan mempertahankan suku bunga 2,25%, meski memberikan sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa yang akan datang. Data terpisah dari Biro Statistik Australia melaporkan jumlah persetujuan membangun naik 7,9% di bulan Januari, mematahkan ekspektasi untuk penurunan 1,8%. 

 PDB Kanada di Atas Ekspektasi, Loonie Menguat. Dollar Kanada, loonie, menguat terhadap dollar AS setelah laju pertumbuhan ekonomi Kanada di kuartal keempat lebih cepat dari ekspektasi, yang ditopang belanja konsumen dan peningkatan persediaan barang pelaku bisnis. Statistics Canada melaporkan produk domestik bruto tumbuh 2,4% di kuartal keempat dari tahun sebelumnya. Biro statistik tersebut juga merevisi naik pertumbuhan di kuartal ketiga menjadi 3,2% dari rilis sebelumnya 2,8%. Ekonom yang disurvei Bloomberg News memperkirakan pertumbuhan 2,0% di kuartal ke-empat. 

 Aktivitas Konstruksi Inggris Melesat di Bulan Februari. Laju pertumbuhan aktivitas konstruksi Inggris melesat ke level tertinggi empat bulan di Februari, menambah sinyal ekonomi Inggris mengawali tahun 2015 dengan apik. Markit/CIPS melaporkan indeks aktivitas manufaktur di bulan Februari sebesar 60,1 mematahkan ekspektasi penurunan menjadi 59,0 dari bulan Januari sebesar 59,1. Angka di bulan Februari tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan Oktober. Survei dari Markit yang dirilis hari Senin juga menunjukkan ekspansi sektor manufaktur Inggris berada pada level tertinggi 

 Bursa Saham Asia Menguat, Ditopang Kinerja Wall St Hari Senin. Mayoritas bursa saham Asia mengekor kinerja solid Wall Street sesi sebelumnya dengan ditutup menguat pada hari Selasa. Indeks saham Nikkei Jepang turun tipis 0.06%, namun masih berada dekat level tinggi 15 tahun, seiring beberapa aksi profit taking mengikis sentimen positif yang ditebarkan Wall Street. Bursa China melemah seiring memudarnya euforia pemangkasan suku bunga pada akhir pekan lalu, dengan sejumlah initial public offerings (IPO) baru memicu kecemasan akan mengetatnya likuiditas. Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup cenderung, dengan sentimen positif dari Wall Street membantu mengimbangi kecemasan tentang perlambatan ekonomi China. Indeks Kospi Korea Selatan terapresiasi 0.23% dan bertahan dekat level tinggi 5 bulan, ditopang oleh penguatan saham produsen otomotif dan grup Samsung. 

 Bursa Saham Eropa Merah, Terpengaruh Oleh Pelemahan Barclays. Bursa saham Eropa tergelincir dari level tertinggi multi tahunan pada hari Selasa, terpukul oleh kejatuhan saham di lingkungan perusahaan Perancis Veolia dan bank Barclays di Inggris. Namun, para trader mengatakan penurunan ini masih relatif kecil mengingat reli kuat sejak awal tahun 2015, yang telah membuat indeks utama regional naik sebesar 14%, dan data penjualan retail Jerman yang lebih baik dari perkiraan masih menjaga pasar saham Jerman berada di dekat rekor tertinggi. Indeks FTSE 100 ditutup turun 0.74% du 6889.13. Indeks DAX Jerman dan CAC Perancis masing-masing ditutup turun 1.14% di 11280.36 dan 0.98% di 4869.25. 

 Penjualan Mengecewakan Sektor Otomotif Membebani Wall St. Wall Street gagal mempertahankan rekor penutupan hari Senin dan ditutup melemah pada hari Selasa, seiring investor mencerna laporan penjualan mobil yang buruk menjelang rilis beberapa data ekonomi domestik. Untuk tahun ke-2 berturut-turut musim dingin yang buruk telah melukai penjualan kendaraan AS pada bulan Februari, dengan produsen-produsen besar seperti General Motors, Ford, Fiat Chrysler dan Nissan gagal memenuhi proyeksi analis dan meredam optimisme. Sementara beberapa data ekonomi penting dijadwalkan untuk rilis hari Rabu, termasuk laporan payrolls swasta pada pukul 20:15 WIB dan laporan sektor jasa pada pukul 22:00 WIB. Di sisi korporasi, Best Buy mengumumkan pembagian dividen khusus 51 sen per saham, dan menaikkan dividen kuartalan sebesar 21% pasca menorehkan laba disesuaikan sebesar $1,48 per saham di kuartal terakhir, 13 sen lebih tinggi dari perkiraan. Nasdaq Composite ditutup turun 0,56%, diikuti oleh Dow Jones Industrial Average yang mengakhiri perdagangan 0,47% lebih rendah. Sedangkan S&P500 kehilangan 0,45%. 

 Harga Emas Berakhir Rendah, Dikisaran $1,204/Onz. Harga emas berakhir rendah pada hari Selasa seiring dollar yang melemah terhadap serangkaian mata uang utama, membantu logam mulia pulih dari kerugian di awal sesi yang sempat menyeret harga untuk turun ke bawah $1,200/onz. Harga emas berjangka AS bulan April ditutup turun $3.80, di $1,204.40/onz. Harga emas spot turun 0.3%, di level $1,203/onz, sebelumnya sempat turun hampir 1% ke level terendah sesi di $1,194.90 karena dollar yang bergerak di kisaran tertinggi 11 tahun, dibantu oleh meningkatnya imbal hasil Treasury. Andrey Kryuchenkov mengatakan bahwa emas jelas menemukan beberapa dukungan dikisaran $1,200 pada awal bulan ini dan orang-orang saat ini masih menunggu data AS. Dia menambahkan bahwa pasar akan melihat angka non farm payroll AS pada hari Jumat dan peluncuran pelonggaran kuantitiatif dari ECB pada pekan depan. 

 Berita Libya Lambungkan Harga Minyak. Harga minyak rebound pada hari Selasa dari kejatuhan pada sesi sebelumnya, diangkat oleh pertempuran yang mengancam kilang minyak di Libya. Minyak berjangka AS, ditutup naik 1.88%, di level $50.52 per barel. Sementara itu minyak Brent naik $1.20 di $61 per barel, sebelumnya sempat reli sebesar $2 per barel. Harga yang lebih tinggi yang tetapkan oleh Arab Saudi untuk para pembelinya di Asia, Amerika Serikat dan Eropa barat laut tidak dengan segera mendongkrak harga minyak Brent dan WTI berjangka, meskipun beberapa trader melihat tindakan tersebut dapat dianggap sebagai penopang kenaikan harga.

 Jual OneMain ke Springleaf, Citi Meraup $4,25 Milyar. Citigroup Inc. telah setuju untuk menjual unit pembiayaan konsumen OneMain Financial Holdings Inc. kepada Springleaf Holdings Inc. senilai $4,25 milyar secara tunai. Penjualan OneMain, yang telah diupayakan Citigroup sejak tahun 2011, menjadi bagian dari rencana bank terbesar ke-3 di AS itu untuk mengurangi aset yang tidak diinginkan dan fokus pada klien lebih kaya. Citigroup juga mengatakan akan menggunakan sebagian hasil penjualan untuk menutup beberapa pendanaan yang saat ini menopang Citi Holdings, yang bersama dengan sisa pendapatan, diprediksi akan menambah sekitar $1 milyar ke dalam laba sebelum pajak. Pada akhir tahun 2014 lalu Citigroup telah memangkas aset Citi Holdings senilai $98 milyar atau sekitar 5% dari total aset bank, dari sebelumnya $875 milyar atau lebih dari 30% dari total aset. 

 Laba Melampaui Harapan, Best Buy Umumkan Rencana Buyback. Best Buy Co. pada hari Selasa mengumumkan rencana buyback saham untuk pertama kalinya sejak tahun 2012, menyusul lonjakan laba yang melampaui perkiraan dalam kuartal liburan. Namun, pendapatan perusahaan gagal memenuhi ekspektasi Wall Street akibat berlanjutnya pelemahan di kategori tablet. Peritel elektronik itu membukukan laba $519 juta atau $1,46 per saham dalam kuartal fiskal yang berakhir 31 Januari, meningkat dibandingkan $293 juta atau 83 sen per saham dalam periode setahun sebelumnya. Tidak termasuk item, laba per saham tercatat $1,48. Sedangkan pendapatan naik tipis 1,3% sebesar $14,2 milyar. Para analis sebelumnya memprediksi Best Buy akan mendulang laba $1,35 per saham dengan pendapatan $14,35 milyar. Menyusul hasil tersebut, Best Buy mengotorisasi program buyback senilai $1 milyar untuk jangka waktu 3 tahun. Perusahaan juga mengumumkan kenaikan 21% dalam dividen kuartalan dan dividen khusus sebesar 51 sen per saham. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.1155, untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 1.1100. Resisten terdekat tampak di area 1.1210, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.1280. 

 GBP/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil anjlok dibawah area 1.5325 untuk menambah momentum bearish mengincar area 1.5260. Resisten terdekat tampak di area 1.5400, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5455. 

 USD/JPY. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 120.15 untuk menambah tekanan bullish mengincar area resisten 120.70. Support terdekat tampak di area 119.35, anjlok lagi dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 118.80 sebelum mengalami rebound ke atas. 

 USD/CHF. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 0.9650 untuk memicu momentum bullish mengincar area 0.9715. Support terdekat tampak di area 0.9550, tembus secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9500 sebelum dapat melanjutkan skenario bullish utama.

 AUD/USD. Bias intraday menjadi netral di jangka pendek dengan potensi range trading tampak di kisaran 0.7765 – 0.7890. Tembus secara konsisten diatas area 0.7890 berpotensi memicu skenario koreksi bullish menguji area resisten 0.7940. Di sisi bawahnya, hanya penembusan konsisten dibawah area 0.7765 baru dapat melanjutkan skenario bearish utama mengincar area 0.7725. 

 XAU/USD. Bias emas bearish dalam jangka pendek setelah harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1188, menembus ke bawah dari area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke wilayah 1180. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1208, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke area 1220. 

 Hang Seng Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish kendati masih dibutuhkan clear break di bawah area 24500 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 24370, sebelum mengincar MA-200 di sekitar 24230. Pada sisi sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 24680. Dengan stochastic dan RSI yang oversold, break kembali di atas area tersebut bisa memicu skenario koreksi bullish menguji MA-21 di sekitar 24790 atau bahkan lebih tinggi. 

 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias bearish terutama jika harga mampu break konsisten di bawah area 18685. Yang bisa memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 18550, sebelum mengincar area 18430. Sebaliknya, MA-21 di sekitar 18810 akan bertindak sebagai resistensi terdekat. Bersama stochastic dan RSI yang mulai oversold, clear break di atas area itu bisa memicu skenario koreksi bullish menguji ulang area 18915. 

 Kospi Futures. Bias masih bullish untuk Kospi dalam jangka pendek seiring harga masih dapat bertahan di atas sinyal MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Selain itu, pergerakan naik dari Stochastic dan indikator MACD yang di area positif adalah sinyal tambahan untuk bullish jangka pendek. Level resisten terdekat terlihat dikisaran 255.80, break di atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 257.00 sebelum menguji ulang ke area kunci resisten di 259.00. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 253.70, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke area 252.50 sebelum menargetkan ke area support utama di 251.50.




sumber: monex

DISCLAIMER: 
Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Tuesday, March 3, 2015

daily analis 03 mar 2015

 Euro Pulih Meski Masih Rentan Jelang Peluncuran QE. Mata uang Euro menguat tajam terhadap Dollar AS ditunjang rilis data ekonomi zona Euro yang naik lampaui estimasi hari Senin kemarin, mengindikasikan pemulihan aktivitas ekonomi menjelang peluncuran program pencetakan uang oleh Bank sentral Eropa, dikombinasi laporan data inflasi bulan Februari yang tidak seburuk seperti estimasi semula. ECB diperkirakan akan memberikan detail lebih banyak terkait program stimulus QE, yang akan diluncurkan bulan ini pada konferensi pers hari Kamis mendatang sehingga mata uang Euro berisiko anjlok lagi. Para pelaku pasar ingin menyimak rencana Presiden ECB, Draghi terkait stimulus QE serta tindakan ECB pada problem utang Yunani. Jika Draghi tidak memberikan sinyal ekspansi program QE, maka Euro masih berpotensi rebound karena di jangka pendek harga telah mencapai teritori jenuh jual / oversold. 

 Data Ekonomi Variatif, Sterling Melemah. Sterling turun semakin menjauh dari level tertinggi delapan pekan terhadap dollar setelah data ekonomi Inggris dirilis variatif pada hari Senin. Data yang dirilis menunjukkan harga rumah di Inggris turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir di bulan Februari yang memukul sentimen terhadap sterling. Data yang dirilis oleh Nationwide menunjukkan harga rumah (yearon-year) naik 5,7% di bulan Februari, ini merupakan laju kenaikan terendah sejak bulan September 2013. Sementara Markit/CIPS melaporkan indeks aktivitas manufaktur Inggris di bulan Februari sebesar 54,1 naik dari bulan Januari sebesar 53,1. Potensi terjadinya gejolak pada pemilihan umum Inggris bulan Mei juga membayangi outlook mata uang Inggris tersebut. 

 Rupiah Turun ke Level Terendah Enam Tahun. Rupiah turun ke level terendah enam tahun setelah Bank Indonesia memberikan sinyal akan mentoleransi pelemahan nilai tukar untuk mendorong tingkat ekspor. Rupiah melemah dalam dua hari beruntun setelah Gubernur BI, Agus Martowardojo, pada hari Jumat lalu memperkirakan nilai tukar akan menurun lebih lanjut akibat peningkatan kondisi ekonomi AS yang menaikkan permintaan terhadap dollar. BI pada bulan Februari lalu mengatakan pelemahan rupiah dapat menurunkan tingkat impor dan menaikkan daya saing ekspor. Sementara itu data dari pemerintah menunjukkan inflasi Indonesia bulan Februai melambat menjadi 6,29% dari 6,96% di bulan sebelumnya. Analis yang disurvei Bloomberg sebelumnya memperkirakan inflasi sebesar 6,70%. 

 Indeks Aktivitas Manufaktur AS Melambat Empat Bulan Beruntun. Institute for Supply Management melaporkan indeks aktivitas manufaktur AS bulan Februari turun menjadi 52,9 dari Januari sebesar 53,5. Meski lebih baik dengan estimasi 52,8 dari ekonom yang disurvei MarketWatch, dan di atas 50 yang menunjukkan ekspansi, namun penurunan tersebut telah terjadi dalam empat bulan beruntun. Subindeks dari data tersebut juga tidak menggembirakan, indeks tenaga kerja melambat menjadi 51,4 dari sebelumnya 54,1. Indeks ekspor semakin memburuk menjadi 48,5 dari sebelumnya 49,5.

 Pemangkasan Suku Bunga China Cerahkan Bursa Asia. Bursa saham Asia memulai pekan ini dengan level tinggi baru, seiring pemangkasan suku bunga di China pada hari Sabtu menutupi dampak pelemahan Wall Street pekan lalu dan data yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan pada negara perekonomian terbesar kedua dunia. Terapresiasi 0.2%, Nikkei Jepang mengakhiri perdagangan pada level penutupan tertinggi sejak April 2000. Bursa saham China mencetak kenaikan tipis menyusul pemangkasan suku bunga pada akhir pekan, dengan sejumlah investor kecewa bank sentral tidak memangkas lebih dalam lagi. Indeks Hang Seng juga bergerak sideways, menguat hanya 0.3%. Sementara itu, yuan melemah ke level terendah sejak Oktober 2012 terhadap dollar. KOSPI Korea Selatan menguat 0.3% seiring lonjakan 3.6% saham Samsung Electronics. 

 Bursa Saham Eropa Terkoreksi Dari Level Tertinggi Multi Tahunan. Bursa saham Eropa berbalik lebih rendah pada hari Senin, dengan indeks di kawasan tersebut menarik diri dari rekor tertinggi, menyusul perilisan serangkaian data ekonomi pada awal sesi. Saham sempat beranjak menguat pada awal sesi pasca laporan akhir Markit yang mengkonfimasi pertumbuhan moderat dalam aktivitas manufaktur zona Euro, yang stabil di level 51.0. Indeks DAX Jerman mampu bangkit di akhir sesi perdagangan untuk ditutup naik tipis 0.1%. Yang menandai pemecahan rekor harga penutupan ke-20 kali di tahun 2015. Indeks FTSE 100 Inggris ditutup melemah, terseret kejatuhan hampir 8% saham Tullow Oil Plc. Indeks saham unggulan Inggris tersebut pada pekan lalu ditutup di level penutupan terbaik sejak Desember 1999. 

 Ditopang Data AS & Kebijakan China, Wall St Torehkan Rekor Baru. Wall Street ditutup menguat pada awal pekan ini, dengan Nasdaq menyentuh level psikologis 5.000 untuk pertama kalinya sejak Maret tahun 2000 sementara Dow dan S&P500 sukses mempertajam rekor, seiring investor merespon data ekonomi AS terbaru dan pemangkasan suku bunga China. Data AS menunjukkan indeks sektor manufaktur versi Markit berekspansi pada laju tercepat sejak Oktober, sebaliknya laporan ISM memperlihatkan aktivitas manufaktur AS bulan Februari mencatat laju paling lambat dalam 13 bulan. Sementara memburuknya kondisi ekonomi telah memaksa People's Bank of China mempercepat waktu antara langkah kebijakan dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Sabtu lalu. Baik Dow Jones Industrial Average maupun S&P 500 sama-sama ditutup pada rekor tertinggi baru, dengan masing-masing mengumpulkan 0,85% dan 0,6%. Nasdaq Composite rally 0,9%. 

 Harga Emas Anjlok, Terkena Profit Taking Pada Outlook Suku Bunga AS. Harga emas melemah pada hari Senin seiring investor menguangkan keuntungan mereka setalah permintaan yang kuat dari Asia sempat menopang harga logam mulia ke level tertinggi dua pekan, dengan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun ini masih menahan laju penguatan harga. Harga emas spot ditutup di level $1,208/onz, turun sebesar 0.4% dari harga akhir hari Jumat. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman April turun sebesar $5/onz di level $1,209. Harga spot sebelumnya menyentuh level $1,223.20/onz, itu adalah level tertinggi sejak 17 Februari, setelah pemangkasan suku bunga di Beijing meningkatkan permintaan di China, yang merupakan pasar emas terbesar kedua di dunia. 

 Minyak WTI Melemah, Terseret Penurunan Harga Brent. Minyak West Texas Intermediate berjangka diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin untuk tergelincir kembali ke bawah $50/barel pada penutupan perdagangan, namun selisih harga masih menyempit dengan Brent seiring minyak patokan Eropa tersebut juga terpuruk. Para trader memperhitungkan kenaikan dalam aktivitas manufaktur bulanan dan pemangkasan suku bunga yang mengejutkan dari China serta serangkaian laporan ekonomi AS dan berita meningkatnya output minyak dari Libya pada pergerakan harga minyak hari Senin. Di Nymex, minyak berjangka April turun 17 sen, untuk settle di $49.59 per barel. Harga minyak pada hari Senin sebagian besar bergerak di atas level $50, namun melemah pada setengah jam perdagangan sebelum berakhir karena kerugian dalam minyak Brent begitu intensif. Harga Brent April di London turun $3.04, untuk settle di $59.54 per barel.

 Google Bersiap Meluncurkan Layanan Wireless di AS. Google Inc. bersiap untuk meluncurkan layanan nirkabel berskala kecil di AS dan akan mengumumkan rincian rencana itu dalam beberapa bulan ke depan, menurut seorang eksekutif puncak raksasa teknologi itu pada hari Senin. Dalam sebuah presentasi pada konferensi industri di Barcelona, Sundar Pichai, yang mengawasi sistem operasi Android, mengatakan bahwa layanan tersebut tidak bertujuan untuk menyaingi 4 operator besar di AS. Sebaliknya, layanan wireless itu akan menunjukkan inovasi teknologi yang mungkin bisa diadopsi oleh para operator. Namun bagaimanapun, masuknya Google kemungkinan tetap akan mendatangkan gelombang tekanan di sektor bisnis yang telah sejak lama dikuasai oleh Verizon Communications Inc., AT&T Inc., Sprint dan T-Mobile itu. 

 PayPal Mengakuisisi Perusahaan Pembayaran Mobile Paydiant. Unit pembayaran eBay Inc., PayPal, telah setuju untuk membeli perusahaan mobile wallet, Paydiant, seiring meningkatnya persaingan dalam sistem pembayaran dengan rival-rival seperti Apple Inc. dan Google Inc. Akuisisi tersebut diharapkan akan dapat selesai pada akhir bulan ini. Paydiant, yang berbasis di Massachusetts, menyediakan teknologi back-end dalam aplikasi mobile yang memungkinkan pembayaran dilakukan dengan menggunakan kode scannable pada saat checkout. Tercapainya kesepakatan itu akan memberikan unit eBay akses yang lebih cepat ke segmen pelanggan yang menggunakan teknologi Paydiant, termasuk Subway dan konsorsium peritel Merchant Customer Exchange. Konsorsium tersebut, termasuk Target Corp., Wal-Mart Stores Inc. dan Sears Holding Corp. telah mengembangkan sebuah aplikasi pembayaran in-store yang dikenal sebagai CurrentC. Yang bertujuan untuk menantang Apple Pay yang dikembangkan Apple Inc. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.1175, untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area support 1.1140. Resisten terdekat tampak di area 1.1280, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi netral di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.1330. 

 GBP/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil anjlok dibawah area 1.5350 untuk menambah momentum bearish mengincar area 1.5295. Resisten terdekat tampak di area 1.5430, tembus secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5495. 

 USD/JPY. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus secara konsisten diatas area 120.00 untuk menambah tekanan bullish mengincar area resisten 120.55. Support terdekat tampak di area 119.35, anjlok lagi dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 118.80 sebelum mengalami rebound ke atas. 

 USD/CHF. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 0.9595 untuk memicu momentum bullish mengincar area 0.9640. Support terdekat tampak di area 0.9500, tembus secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 0.9415 sebelum dapat melanjutkan skenario bullish utama

 AUD/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 0.7740 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 0.7690 atau bahkan lebih rendah. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 0.7800 baru dapat memicu skenario koreksi bullish menguji area resisten 0.7850. 

 XAU/USD. Bias emas bearish dalam jangka pendek setelah harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 4 jam. Level support terdekat terlihat dikisaran area 1200, menembus ke bawah dari area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke wilayah 1188. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat berada di kisaran 1210, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke area 1220. 

 Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek seiring stochastic dan RSI bergerak di sekitar midline, dengan range perdagangan potensial berkisar antara 24700-24900. Break kembali di atas area 24900 bisa memicu momentum bullish menguji area 25040, atau bahkan level tertinggi 4-pekan di area 25160. Sementara break konsisten di bawah area 24700 akan mengembalikan harga di bawah tekanan bearish menguji ulang area 24590 sebelum mengincar area 24450. 

 Nikkei Futures. Berdasarkan grafik 4-jam, bias cenderung masih bullish terutama jika harga mampu break secara konsisten di atas area 18915. Yang bisa memicu momentum bullish lebih lanjut menguji ulang area 18980, sebelum mengincar area yang lebih tinggi. Pada sisi sebaliknya, MA-21 di sekitar 18775 akan bertindak sebagai support terdekat. Clear break di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 18695. Support berikutnya terletak di area 18550. 

 Kospi Futures. Bias bullish untuk Kospi dalam jangka pendek seiring harga berhasil untuk ditutup di atas MA 50-100-200 di grafik 4 jam, selain itu pergerakan naik dari indikator Stochastic dan indikator MACD yang berada di area positif adalah sinyal lainnya untuk bullish dalam jangka pendek. Level resisten terdekat terlihat dikisaran area 254.50, break di atas area tersebut seharusnya memicu bullish lanjutan menuju ke 256.00 sebelum mencoba untuk meraih area 257.75. Sisi sebaliknya, level support terdekat terlihat dikisaran area 252.40, break di bawah area tersebut seharusnya memicu bearish lanjutan menargetkan ke 251.50 atau bahkan ke 250.60.




sumber: monex

 DISCLAIMER: 

Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.