Friday, March 20, 2015

daily analis 20 mar 2015

GBPJPY1h


Market Review 

 Franc Terangkat Keputusan Suku Bunga SNB. Franc menguat terhadap Dollar dan Euro tidak lama setelah Swiss National bank (SNB) mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga deposito dan target libor 3-bulan. SNB mempertahankan suku bunga deposito di level terendah -0,75% dan menyatakan mata uang domestiknya yang overvalued membebani perekonomian. Keputusan ini sesuai dengan prediksi pasar dan pasar juga merespon positif keputusan SNB untuk tidak memangkas suku bunga yang sudah negatif. Target biaya pinjaman antar bank atau libor rate 3-bulan juga tidak diubah, tetap di kisaran -1,25% sampai dengan -0,25%. SNB juga memangkas proyeksi pertumbuhan dan inflasinya, sebagai respon dari penguatan Franc pada pertengahan Januari setelah SNB memangkas plafonnya terhadap Euro. 

 Saran Dovish BOE Membenamkan Sterling. Pound melemah terhadap Dollar setelah chief economist Bank of England (BOE) Andrew Haldane menyarankan potensi pemangkasan suku bunga jika tingkat inflasi masih rendah. Poundsterling yang sudah tertekan terhadap Dollar yang kembali merangkak naik menghapus pelemahan perdagangan semalam, tertekan lebih dalam terhadap Greenback pada sesi London setelah Haldane menyatakan risiko antara pemangkasan dan peningkatan suku bunga sudah berimbang. Pasar yang sudah mengharapkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi secepatnya awal tahun 2016 kemudian merevisi ekspektasinya menjadi pertengahan tahun depan usai komentar Haldane. 

 Dollar Rebound, Euro Kembali Terpuruk. Euro melemah hampir sebesar 2% terhadap dollar pada hari Kamis, mengembalikan sebagian banyak gain dari sesi sebelumnya, saat dollar melemah tajam pasca pernyataan the Federal Reserve dengan nada lebih dovish dari ekspektasi mengenai tingkat suku bunga. Dollar rebound pada hari Kamis seiring pasar mencerna pernyataan the Fed. Greenback juga mendapat dorongan naik tambahan setelah data pemerintah menunjukkan jumlah klaim pengangguran hanya naik tipis pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan jumlah klaim pengangguran naik sebanyak 1,000 menjadi 291,000, kurang lebih sesuai ekspektasi pasar. Sentimen terhadap euro tertekan menjelang diskusi Uni Eropa mengenai bailout Yunani yang akan berlanjut hingga hari Jumat. 

 Jumlah Klaim Pengangguran AS Masih di Bawah 300,000. Jumlah klaim pengangguran berada di bawah 300,000 selama 2 pekan berturut-turut, mensinyalkan bahwa pasar tenaga kerja masih kokoh meski perekonomian menunjukkan sinyal perlambatan. Klaim pengangguran bertambah sebanyak 1,000 menjadi 291,000 pekan lalu, dari revisi menjadi 290,000 pada pekan sebelumnya, menurut data Departemen Tenaga Kerja hari Kamis di Washington. Ekonom memperkirakan untuk kenaikan menjadi 293,000. Setelah naik turun selama beberapa pekan, tingkat klaim pengangguran pada level saat ini menunjukkan bahwa perusahaanperusahaan sedang mempertahankan para pekerja, yang mana positif bagi belanja rumah tangga, bagian terbesar perekonomian. Hasil tersebut juga sejalan dengan penilaian petinggi Federal Reserve, yang mengatakan bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah membaik

 Terkecuali Nikkei, Bursa Asia Merespon Positif Hasil FOMC. Terkecuali bursa Jepang, pasar saham Asia mengikuti sentimen positif Wall Street sesi sebelumnya dengan diperdagangkan lebih tinggi pada hari Kamis menyusul pernyataan dovish dari Federal Reserve. Nikkei225 Jepang mengabaikan pernyataan Fed dan tergelincir 0,35% seiring Yen bertengger di sekitar 120 terhadap Dollar AS. Hal itu memukul kinerja eksportir seperti Nissan dan Honda Motor, yang masing-masing turun 1,5% dan 1%. Di China, rally 3% saham CSR dan China CNR membantu Shanghai Composite naik tipis ke level tinggi 7-tahun baru setelah sempat bergerak flat. Sementara indeks Hang Seng terapresiasi 1% untuk ditutup pada level tertinggi 2 pekan. Indeks Kospi Korea Selatan beranjak 0,45% lebih tinggi mendekati level puncak 6-bulan seiring rally 5,9% saham Hyundai Heavy Industries serta rebound 1,1% saham Hyundai Motor. Namun penguatan masih terbatasi oleh saham kelas berat Samsung Electronics, yang harus berbalik turun 2,2%. 

 Bursa Eropa Berakhir Variatif. Bursa saham Eropa berakhir variatif pada hari Kamis, investor bereaksi terhadap pernyataan dovish dari Federal Reserve AS. Indeks DAX 30 Jerman melemah 0,2% menjadi 11899,40, terbebani penurunan saham Siemens AS sebesar 4,2% menyusul laporan perkiraan laba operasi di kuartal kedua akan lebih rendah dari estimasi. Indeks CAC 40 Perancis flat pada level 5037,18. Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,25% menjadi 6962,32, merespon pengumuman anggaran Inggris oleh Menteri Keuangan George Osborne pada hari Rabu. Osborne memperkirakan ekonomi Inggris akan tumbuh moderat pada tahun depan. 

 Bursa Saham AS Terkoreksi Setelah Reli Tajam. Bursa saham AS merosot di hari Kamis, terkoreksi dari reli tajam yang tampak sehari sebelumnya Bank Sentral AS bersikap waspada sebelum menaikkan suku bunga acuan yang memicu eforia para pelaku pasar. Saham sektor energy memimpin pelemahan seiring kejatuhan harga minyak. Meski pergerakan bursa Wall Street sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir, secara keseluruhan bursa saham AS berjangka masih bertengger dekat level all-time high, antara lain indeks Dow hanya terpaut 2% dari level rekor tinggi 18288.63 yang diraih di awal Maret. Kenaikan suku bunga The Fed yang pertama nanti kemungkinan akan memacu volatilitas di market. Namun The Fed telah menegaskan kenaikan suku bunga merupakan cerminan perbaikan ekonomi yang cenderung akan mendongkrak laju laba korporat dan berdampak positif untuk saham. Indeks Dow Jones turun 117,16 poin atau 0,65% menjadi 17959,03. S&P 500 melemah 10,39 poin atau 0,49% menjadi 2089,11. Nasdaq naik 9,55 poin atau 0,19% menjadi 4992,38. 

 Emas Naik ke Level Tertinggi Dua Pekan. Emas naik ke level tertinggi dua pekan pada hari Kamis, menambah penguatan pasca Federal Reserve tidak lagi menggunakan kata "sabar" untuk menaikkan suku bunga, namun memberikan indikasi tingkat suku bunga akan naik secara bertahap. Pernyataan tersebut memicu selloff dollar pada hari Rabu dan rally Treasury yang membuat yeild-nya turun ke level terendah sejak bulan Februari, dan menopang penguatan emas. Kepemilikan emas di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, naik 0,24% menjadi 749,77 ton di hari Rabu, menjadi inflow pertama sejak 20 Februari lalu. 

 Minyak Berbalik Melemah Akibat Penguatan Dollar. Setelah rally pada hari Rabu, minyak kembali melemah pada hari Kamis akibat dollar rebound dan Kuwait yang menyatakan OPEC tidak memiliki pilihan lain selain mempertahankan produksi meski pasar telah kelebihan pasokan. Penguatan dollar dapat menurunkan permintaan minyak dari pemegang mata uang lainnya. Dari Kuwait Menteri Perminyakan Ali Omair mengatakan OPEC akan tetap mempertahankan jumlah produksi, meskipun ia turut menyatakan keprihatinan akan harga minyak yang telah turun lebih dari 50% sejak musim panas lalu

 Perusahaan Pembangun Rumah Lennar Melaporkan Laba Diatas Estimasi. Lennar Corp melaporkan laju laba dan revenue triwulanan yang naik lampaui estimasi seiring tingginya hasil penjualan rumah dengan level harga yang lebih tinggi. Selain itu Lennar juga melaporkan adanya sinyal perbaikan permintaan pasar sektor perumahan di AS. Perusahaan pembangun rumah terbesar kedua di AS menyatakan di hari Kamis bahwa hasil penjualan rumah tunggal serta ijin membangun rumah seharusnya dapa tmengalami rebound. Sebelumnya laporan housing starts anjlok ke level terendahnya dalam setahun terakhir di bulan February akibat cuaca salju yang buruk. 

 GM Tutup Pabrik Perakitan Mobilnya Di Rusia. General Motors Co. berencana menutup pabrik nya di Russia dan menghentikan penjualan semua lini produknya di pasar Russia, suatu perubahan langkah strategis yang ditujukan untuk memenuhi target pencapaian laba di Eropa serta memanfaatkan belanja modal pada sektor lain yang berisiko lebih rendah. Alhasil, pabrik di St. Petersburg, Russia yang mempekerjakan 1,000 orang akan menghentikan produksi di pertengahan tahun. GM juga akan mengakhiri kesepakatannya dengan Gorkovsky Avtomobilny Zavod, GAZ, pemegang lisensi perakitan kendaraan Chevrolet. 




Technical Outlook 

 EUR/USD. Bias bearish untuk jangka pendek, berpotensi menargetkan support terdekat 1.0550. Penembusan area support tersebut akan memicu momentum penurunan lanjutan untuk menargetkan support selanjutnya 1.0460. Sementara tren bullish membutuhkan konfirmasi penembusan resisten terdekat yang terlihat di kisaran 1.0720 sebelum harga dapat meraih area yang lebih tinggi di kisaran 1.0870. 

 GBP/USD. Bias bearish untuk jangka pendek terutama jika harga dapat menembus support terdekat di area 1.4630, yang berpotensi memberikan tekanan pelemahan tambahan untuk menargetkan support selanjutnya di area 1.4550. Sebaliknya, jika harga bergerak konsisten naik menembus resisten 1.4850 berpotensi membawa harga lebih tinggi untuk menargetkan area 1.4985 sebagai area resisten selanjutnya. 

 USD/JPY. Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat 119.40 menjadi kunci konfirmasi pelemahan lebih lanjut untuk menargetkan area 118.80. Jika harga rebound dan bergerak konsisten naik melampaui resisten 120.30, maka harga akan melanjutkan tren penguatan untuk menargetkan resisten selanjutnya di kisaran 121.25. 

 USD/CHF. Bias sideways untuk jangka pendek dengan harga terjebak di antara MA-50 dan MA-100 dalam grafik 4-jam. Harga berpotensi mendapatkan dorongan penguatan jika konsisten naik melampaui resisten 121.55 sebelum dapat menguji area lebih tinggi di kisaran 122.00. Namun, momentum bearish dapat terjadi, jika harga bergerak konsisten turun ke bawah support 120.45 untuk selanjutnya menargetkan support 119.90. 

 AUD/USD. Bias bearish setelah harga bergerak kembali ke bawah arae 0.7640, menuju area 0.7560 sebelum menguji area 0.7400. Sementara untuk pergerakan naik, break kembali ke atas area 0.7640 akan menuju area 0.7700 - 0.7735 dalam jangka pendek sebelum mengubah bias menjadi bullish menuju area 0.7850. 

 XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, support terdekat terlihat pada kisaran 1160, sementara resisten terdekat berada pada kisaran 1178. Penembusan di bawah area 1160 seharusnya memicu momentum bearish menguji area 1152, sebelum menuju area 11347. Disisi lain penembusan dan gerakan konsisten di atas area 1178 akan membawa harga naik untuk menguji area 1186.

 Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus lagi secara konsisten diatas area 24540 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 24770. Di sisi bawanya, support terdekat tampak di area 24250, berbalik lagi secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area support 24050. 

 Nikkei Futures. Bias intraday berbalik bullish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 19470 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut mengincar area 19605. Di sisi bawahnya, hanya penembusan konsisten dibawah area 19210 dapat menambah tekanan bearish kemungkinan mengincar area support 19050 sebelum dapat terpantul ke atas kembali. 

 Kospi Futures. Harga masih berada dalam fase koreksi bearish seperti diindikasikan oleh RSI dan stochastic pada grafik 4 jam, menuju support terdekat pada area 259.50 sebelum menuju support pada area 257.00. Break ke bawah area ini dapat melanjutkan fase koerksi bearish menuju area 255.80. Sementara itu, break ke atas area 261.80 is dapat melanjutkan outlook bullish untuk menguji area 264.35 dalam jangka menengah.






sumber: monexnews

DISCLAIMER: Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.